alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Ponpes Kehabisan Air Bersih

Sumur Diperdalam, tapi Keluarnya Malah Lumpur

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pondok Pesantren Nurul Hasan yang bertempat di Dusun Darungan Lor, Desa Duren, Kecamatan Klakah, merasakan betul kekurangan air bersih. Air sangat dibutuhkan di sana. Terutama bagi para santri. Aktivitas sebanyak 200 lebih santri dibuat repot karena tidak ada air.

Sebenarnya pondok pesantren tersebut memiliki sumur. Namun, sumurnya tidak mengeluarkan air. Ketika dilakukan penggalian, bukan air bersih yang keluar. Melainkan lumpur bercampur batu dan pasir. Proses penggalian sumur cukup ekstrem. Sebab, kedalamannya hampir mencapai 50 meter. “Penggaliannya memang cukup lama dan butuh waktu berhari-hari,” ucap Zainul, warga Desa Duren, Kecamatan Klakah.

Kyai Nur Kholis, Pengasuh Ponpes Nurul Hasan, ketika ditemui Jawa Pos Radar Semeru, kemarin, mengatakan, untuk menutupi kekurangan air bersih, pondok membeli air satu tangki. Air bersih satu tangki tersebut ketika digunakan bisa bertahan tiga sampai empat hari. “Harganya jika untuk warga biasa Rp 150 ribu, namun untuk pondok harganya Rp 120 ribu satu tangki,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pondok Pesantren Nurul Hasan yang bertempat di Dusun Darungan Lor, Desa Duren, Kecamatan Klakah, merasakan betul kekurangan air bersih. Air sangat dibutuhkan di sana. Terutama bagi para santri. Aktivitas sebanyak 200 lebih santri dibuat repot karena tidak ada air.

Sebenarnya pondok pesantren tersebut memiliki sumur. Namun, sumurnya tidak mengeluarkan air. Ketika dilakukan penggalian, bukan air bersih yang keluar. Melainkan lumpur bercampur batu dan pasir. Proses penggalian sumur cukup ekstrem. Sebab, kedalamannya hampir mencapai 50 meter. “Penggaliannya memang cukup lama dan butuh waktu berhari-hari,” ucap Zainul, warga Desa Duren, Kecamatan Klakah.

Kyai Nur Kholis, Pengasuh Ponpes Nurul Hasan, ketika ditemui Jawa Pos Radar Semeru, kemarin, mengatakan, untuk menutupi kekurangan air bersih, pondok membeli air satu tangki. Air bersih satu tangki tersebut ketika digunakan bisa bertahan tiga sampai empat hari. “Harganya jika untuk warga biasa Rp 150 ribu, namun untuk pondok harganya Rp 120 ribu satu tangki,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pondok Pesantren Nurul Hasan yang bertempat di Dusun Darungan Lor, Desa Duren, Kecamatan Klakah, merasakan betul kekurangan air bersih. Air sangat dibutuhkan di sana. Terutama bagi para santri. Aktivitas sebanyak 200 lebih santri dibuat repot karena tidak ada air.

Sebenarnya pondok pesantren tersebut memiliki sumur. Namun, sumurnya tidak mengeluarkan air. Ketika dilakukan penggalian, bukan air bersih yang keluar. Melainkan lumpur bercampur batu dan pasir. Proses penggalian sumur cukup ekstrem. Sebab, kedalamannya hampir mencapai 50 meter. “Penggaliannya memang cukup lama dan butuh waktu berhari-hari,” ucap Zainul, warga Desa Duren, Kecamatan Klakah.

Kyai Nur Kholis, Pengasuh Ponpes Nurul Hasan, ketika ditemui Jawa Pos Radar Semeru, kemarin, mengatakan, untuk menutupi kekurangan air bersih, pondok membeli air satu tangki. Air bersih satu tangki tersebut ketika digunakan bisa bertahan tiga sampai empat hari. “Harganya jika untuk warga biasa Rp 150 ribu, namun untuk pondok harganya Rp 120 ribu satu tangki,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/