alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Tak Ada Papan Pembatas di Tambang Pasir

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – MENINGGALNYA dua bocah yang tenggelam di kawasan pertambangan pasir membuat kasus ini tidak boleh disepelekan. Sebab, tidak sedikit bocah yang menjadi korban. Seharusnya, pemilik izin tambang lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitasnya. Minimal memasang papan imbauan di sekitar lokasi pertambangan.

https://radarjember.jawapos.com/berita-lumajang/16/08/2022/nyawa-melayang-sanksi-mengambang-ini-dia-reaksi-tata-kelola-tambang/

Diakui, ada banyak risiko yang bisa terjadi di pertambangan pasir yang mengoptimalkan aliran sungai Semeru. Selain aliran itu sering deras ketika terjadi hujan lebat, di kawasan itu banyak kubangan-kubangan yang dibuat sengaja oleh pemilik izin tambang supaya dapat menahan air yang membawa pasir.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Komisi C DPRD Lumajang Hadi Nurkiswanto mengatakan, selama ini tidak banyak penambang yang memasang batas pertambangan pasir. Padahal kegunaannya cukup penting untuk memberikan imbauan pada aktivitas warga selain pertambangan. Bukan hanya sebagai pembatas titik koordinat.

“Pembatas ini sebetulnya menguntungkan penambang. Mereka bisa mengetahui batasan tambang miliknya. Sehingga orang lain tidak bisa masuk. Juga bisa dijadikan pembatas untuk warga atau anak-anak sekalipun yang tinggal di kawasan pertambangan supaya tidak main sembarangan,” katanya.

Menurutnya, Pemkab Lumajang seharusnya segera mendorong pemilik izin tambang untuk segera memasang papan pembatas dan papan imbauan. Upaya itu bisa dianggap menertibkan kawasan pertambangan pasir. Sehingga ketertiban aktivitas pertambangan bukan hanya pada pemungutan retribusi, tetapi tata kelola pertambangan juga terawasi.

“Jangan sampai menimbulkan pernyataan di masyarakat, pemkab hanya fokus pendapatan. Tetapi pengaturan untuk ketertiban melakukan aktivitas pertambangan tidak terkontrol. Padahal papan pembatas itu otomatis membuat seluruh penambang bisa berhati-hati dalam mengeruk kekayaan pasir Lumajang,” pungkasnya (son/fid)

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – MENINGGALNYA dua bocah yang tenggelam di kawasan pertambangan pasir membuat kasus ini tidak boleh disepelekan. Sebab, tidak sedikit bocah yang menjadi korban. Seharusnya, pemilik izin tambang lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitasnya. Minimal memasang papan imbauan di sekitar lokasi pertambangan.

https://radarjember.jawapos.com/berita-lumajang/16/08/2022/nyawa-melayang-sanksi-mengambang-ini-dia-reaksi-tata-kelola-tambang/

Diakui, ada banyak risiko yang bisa terjadi di pertambangan pasir yang mengoptimalkan aliran sungai Semeru. Selain aliran itu sering deras ketika terjadi hujan lebat, di kawasan itu banyak kubangan-kubangan yang dibuat sengaja oleh pemilik izin tambang supaya dapat menahan air yang membawa pasir.

Ketua Komisi C DPRD Lumajang Hadi Nurkiswanto mengatakan, selama ini tidak banyak penambang yang memasang batas pertambangan pasir. Padahal kegunaannya cukup penting untuk memberikan imbauan pada aktivitas warga selain pertambangan. Bukan hanya sebagai pembatas titik koordinat.

“Pembatas ini sebetulnya menguntungkan penambang. Mereka bisa mengetahui batasan tambang miliknya. Sehingga orang lain tidak bisa masuk. Juga bisa dijadikan pembatas untuk warga atau anak-anak sekalipun yang tinggal di kawasan pertambangan supaya tidak main sembarangan,” katanya.

Menurutnya, Pemkab Lumajang seharusnya segera mendorong pemilik izin tambang untuk segera memasang papan pembatas dan papan imbauan. Upaya itu bisa dianggap menertibkan kawasan pertambangan pasir. Sehingga ketertiban aktivitas pertambangan bukan hanya pada pemungutan retribusi, tetapi tata kelola pertambangan juga terawasi.

“Jangan sampai menimbulkan pernyataan di masyarakat, pemkab hanya fokus pendapatan. Tetapi pengaturan untuk ketertiban melakukan aktivitas pertambangan tidak terkontrol. Padahal papan pembatas itu otomatis membuat seluruh penambang bisa berhati-hati dalam mengeruk kekayaan pasir Lumajang,” pungkasnya (son/fid)

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – MENINGGALNYA dua bocah yang tenggelam di kawasan pertambangan pasir membuat kasus ini tidak boleh disepelekan. Sebab, tidak sedikit bocah yang menjadi korban. Seharusnya, pemilik izin tambang lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitasnya. Minimal memasang papan imbauan di sekitar lokasi pertambangan.

https://radarjember.jawapos.com/berita-lumajang/16/08/2022/nyawa-melayang-sanksi-mengambang-ini-dia-reaksi-tata-kelola-tambang/

Diakui, ada banyak risiko yang bisa terjadi di pertambangan pasir yang mengoptimalkan aliran sungai Semeru. Selain aliran itu sering deras ketika terjadi hujan lebat, di kawasan itu banyak kubangan-kubangan yang dibuat sengaja oleh pemilik izin tambang supaya dapat menahan air yang membawa pasir.

Ketua Komisi C DPRD Lumajang Hadi Nurkiswanto mengatakan, selama ini tidak banyak penambang yang memasang batas pertambangan pasir. Padahal kegunaannya cukup penting untuk memberikan imbauan pada aktivitas warga selain pertambangan. Bukan hanya sebagai pembatas titik koordinat.

“Pembatas ini sebetulnya menguntungkan penambang. Mereka bisa mengetahui batasan tambang miliknya. Sehingga orang lain tidak bisa masuk. Juga bisa dijadikan pembatas untuk warga atau anak-anak sekalipun yang tinggal di kawasan pertambangan supaya tidak main sembarangan,” katanya.

Menurutnya, Pemkab Lumajang seharusnya segera mendorong pemilik izin tambang untuk segera memasang papan pembatas dan papan imbauan. Upaya itu bisa dianggap menertibkan kawasan pertambangan pasir. Sehingga ketertiban aktivitas pertambangan bukan hanya pada pemungutan retribusi, tetapi tata kelola pertambangan juga terawasi.

“Jangan sampai menimbulkan pernyataan di masyarakat, pemkab hanya fokus pendapatan. Tetapi pengaturan untuk ketertiban melakukan aktivitas pertambangan tidak terkontrol. Padahal papan pembatas itu otomatis membuat seluruh penambang bisa berhati-hati dalam mengeruk kekayaan pasir Lumajang,” pungkasnya (son/fid)

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/