alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Sebanyak 7.073 Guru Belum Divaksin

Jadi Kendala saat Pembelajaran Tatap Muka Dimulai

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas diklaim bisa segera diwujudkan. Padahal, meski seluruh sekolah mulai menyiapkan sarana dan prasarana dalam penerapan protokol kesehatan, tetapi jumlah guru yang telah menjalani vaksinasi korona baru separuhnya. Itu pun belum tuntas dosis kedua.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, total guru di Lumajang pada semua jenjang sampai SMA dan sederajat sekitar 17.021 orang. Namun, dari total itu, baru 9.948 orang yang telah menjalani vaksinasi dosis pertama. Berikutnya, dalam vaksinasi dosis kedua ada sekitar 4.050 orang.

Tentu jumlah tersebut masih jauh panggang dari api. Sebab, jarak vaksinasi dosis pertama dengan kedua maksimal kurang lebih membutuhkan dua minggu. Sehingga dipastikan sampai bulan Juli nanti ketika PTM terbatas diterapkan, bakal banyak guru yang belum menjalani vaksinasi korona tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, sasaran vaksinasi memang masih meliputi seluruh pekerja yang paling banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Misalnya mulai tenaga kesehatan, beberapa pekerja di lingkup dinas, dan aparat penegak hukum.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas diklaim bisa segera diwujudkan. Padahal, meski seluruh sekolah mulai menyiapkan sarana dan prasarana dalam penerapan protokol kesehatan, tetapi jumlah guru yang telah menjalani vaksinasi korona baru separuhnya. Itu pun belum tuntas dosis kedua.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, total guru di Lumajang pada semua jenjang sampai SMA dan sederajat sekitar 17.021 orang. Namun, dari total itu, baru 9.948 orang yang telah menjalani vaksinasi dosis pertama. Berikutnya, dalam vaksinasi dosis kedua ada sekitar 4.050 orang.

Tentu jumlah tersebut masih jauh panggang dari api. Sebab, jarak vaksinasi dosis pertama dengan kedua maksimal kurang lebih membutuhkan dua minggu. Sehingga dipastikan sampai bulan Juli nanti ketika PTM terbatas diterapkan, bakal banyak guru yang belum menjalani vaksinasi korona tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, sasaran vaksinasi memang masih meliputi seluruh pekerja yang paling banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Misalnya mulai tenaga kesehatan, beberapa pekerja di lingkup dinas, dan aparat penegak hukum.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas diklaim bisa segera diwujudkan. Padahal, meski seluruh sekolah mulai menyiapkan sarana dan prasarana dalam penerapan protokol kesehatan, tetapi jumlah guru yang telah menjalani vaksinasi korona baru separuhnya. Itu pun belum tuntas dosis kedua.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, total guru di Lumajang pada semua jenjang sampai SMA dan sederajat sekitar 17.021 orang. Namun, dari total itu, baru 9.948 orang yang telah menjalani vaksinasi dosis pertama. Berikutnya, dalam vaksinasi dosis kedua ada sekitar 4.050 orang.

Tentu jumlah tersebut masih jauh panggang dari api. Sebab, jarak vaksinasi dosis pertama dengan kedua maksimal kurang lebih membutuhkan dua minggu. Sehingga dipastikan sampai bulan Juli nanti ketika PTM terbatas diterapkan, bakal banyak guru yang belum menjalani vaksinasi korona tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, sasaran vaksinasi memang masih meliputi seluruh pekerja yang paling banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Misalnya mulai tenaga kesehatan, beberapa pekerja di lingkup dinas, dan aparat penegak hukum.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/