alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Puluhan Bangunan Sekolah Mulai Diperbaiki

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit jumlah gedung sekolah yang mengalami kerusakan serta kondisinya kurang layak. Baik lembaga pendidikan SD maupun SMP. Tahun ini puluhan lembaga pendidikan mendapatkan bantuan perbaikan, termasuk SDN Jambekumbu 04, Kecamatan Pasrujambe.

Baca Juga : Kawanan Maling Beraksi di Sekolah Hingga Menyekap Penjaga Malam

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, setidaknya jumlah SD yang direnovasi pada tahun 2022 berjumlah 30 lembaga. Sementara, untuk SMP sejumlah 19 lembaga. Praktis, tahun 2022 ini berjumlah 49 lembaga pendidikan. Semua bantuan itu berasal dari dana alokasi khusus (DAK).

Mobile_AP_Rectangle 2

Plt Kepala SDN Jambekumbu 04 Muhni mengatakan, ada beberapa ruang kelas yang kondisinya cukup memprihatinkan. Sebagian besar atap kelas itu bocor. Bahkan, tidak hanya ruang kelas, ruang kantor para guru yang mengajar pun sering bocor. “Murid kami memang tidak banyak. Satu ruang ada yang diisi dua kelas sekaligus. Tetapi, murid-murid ini membutuhkan tempat belajar yang layak. Karena mereka asli warga setempat, jadi sekolah ini menjadi harapan satu-satunya. Ruangannya terbatas, kamar mandi sering numpang di rumah warga. Alhamdulillah tahun ini ada perbaikan,” katanya.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Pendidikan Dinas Pendidikan Lumajang Ahmad Robich mengatakan, jumlah perbaikan gedung sekolah tahun ini menurun dari tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh berkurangnya DAK yang turun dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit jumlah gedung sekolah yang mengalami kerusakan serta kondisinya kurang layak. Baik lembaga pendidikan SD maupun SMP. Tahun ini puluhan lembaga pendidikan mendapatkan bantuan perbaikan, termasuk SDN Jambekumbu 04, Kecamatan Pasrujambe.

Baca Juga : Kawanan Maling Beraksi di Sekolah Hingga Menyekap Penjaga Malam

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, setidaknya jumlah SD yang direnovasi pada tahun 2022 berjumlah 30 lembaga. Sementara, untuk SMP sejumlah 19 lembaga. Praktis, tahun 2022 ini berjumlah 49 lembaga pendidikan. Semua bantuan itu berasal dari dana alokasi khusus (DAK).

Plt Kepala SDN Jambekumbu 04 Muhni mengatakan, ada beberapa ruang kelas yang kondisinya cukup memprihatinkan. Sebagian besar atap kelas itu bocor. Bahkan, tidak hanya ruang kelas, ruang kantor para guru yang mengajar pun sering bocor. “Murid kami memang tidak banyak. Satu ruang ada yang diisi dua kelas sekaligus. Tetapi, murid-murid ini membutuhkan tempat belajar yang layak. Karena mereka asli warga setempat, jadi sekolah ini menjadi harapan satu-satunya. Ruangannya terbatas, kamar mandi sering numpang di rumah warga. Alhamdulillah tahun ini ada perbaikan,” katanya.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Pendidikan Dinas Pendidikan Lumajang Ahmad Robich mengatakan, jumlah perbaikan gedung sekolah tahun ini menurun dari tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh berkurangnya DAK yang turun dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit jumlah gedung sekolah yang mengalami kerusakan serta kondisinya kurang layak. Baik lembaga pendidikan SD maupun SMP. Tahun ini puluhan lembaga pendidikan mendapatkan bantuan perbaikan, termasuk SDN Jambekumbu 04, Kecamatan Pasrujambe.

Baca Juga : Kawanan Maling Beraksi di Sekolah Hingga Menyekap Penjaga Malam

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, setidaknya jumlah SD yang direnovasi pada tahun 2022 berjumlah 30 lembaga. Sementara, untuk SMP sejumlah 19 lembaga. Praktis, tahun 2022 ini berjumlah 49 lembaga pendidikan. Semua bantuan itu berasal dari dana alokasi khusus (DAK).

Plt Kepala SDN Jambekumbu 04 Muhni mengatakan, ada beberapa ruang kelas yang kondisinya cukup memprihatinkan. Sebagian besar atap kelas itu bocor. Bahkan, tidak hanya ruang kelas, ruang kantor para guru yang mengajar pun sering bocor. “Murid kami memang tidak banyak. Satu ruang ada yang diisi dua kelas sekaligus. Tetapi, murid-murid ini membutuhkan tempat belajar yang layak. Karena mereka asli warga setempat, jadi sekolah ini menjadi harapan satu-satunya. Ruangannya terbatas, kamar mandi sering numpang di rumah warga. Alhamdulillah tahun ini ada perbaikan,” katanya.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Pendidikan Dinas Pendidikan Lumajang Ahmad Robich mengatakan, jumlah perbaikan gedung sekolah tahun ini menurun dari tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh berkurangnya DAK yang turun dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/