alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Buka Lahan Baru, Petani Jamur Banjir Permintaan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Peluang usaha budi daya jamur di Lumajang cukup menjanjikan. Sebab, belum banyak masyarakat memilih berkecimpung di usaha dengan perawatan tanaman yang sangat mudah ini. Padahal permintaan jamur di pasaran sangat tinggi. Sampai-sampai, petani jamur harus membuka lahan baru.

Baca Juga : Gagal Jadi YouTuber, Raih Hoki dengan Berbisnis Dimsum

Memang, di tengah kondisi pemulihan ekonomi ini, budi daya jamur bisa menjadi jawaban. Para petani jamur bisa meraup keuntungan yang melimpah dalam sekali panen. Seperti yang dirasakan salah satu petani jamur asal Desa Bodang, Kecamatan Padang, David.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengaku, dalam sehari dia bisa panen 30 kilogram jamur. Per kilogramnya, jamur itu dihargai Rp 15 ribu. Sehingga dia bisa meraup hasil Rp 450 ribu. Meski demikian, jumlah itu belum bisa mencukupi kebutuhan pasar.

“Permintaannya sangat tinggi. Jadi, harus buka lahan lagi. Sementara ini untuk memenuhinya dengan mengambil stok dari luar kota. Karena jumlah budi daya jamur di Lumajang masih sedikit,” katanya.

David menambahkan, hampir tidak ada kesulitan saat budi daya jamur. Namun, tidak setiap waktu jamur jadi incaran konsumsi masyarakat. Seperti halnya mendekati hari raya. Sebab, masyarakat memilih mengonsumsi daging daripada sayur. “Walaupun begitu, tetap bersyukur masyarakat masih ada yang membeli,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Peluang usaha budi daya jamur di Lumajang cukup menjanjikan. Sebab, belum banyak masyarakat memilih berkecimpung di usaha dengan perawatan tanaman yang sangat mudah ini. Padahal permintaan jamur di pasaran sangat tinggi. Sampai-sampai, petani jamur harus membuka lahan baru.

Baca Juga : Gagal Jadi YouTuber, Raih Hoki dengan Berbisnis Dimsum

Memang, di tengah kondisi pemulihan ekonomi ini, budi daya jamur bisa menjadi jawaban. Para petani jamur bisa meraup keuntungan yang melimpah dalam sekali panen. Seperti yang dirasakan salah satu petani jamur asal Desa Bodang, Kecamatan Padang, David.

Dia mengaku, dalam sehari dia bisa panen 30 kilogram jamur. Per kilogramnya, jamur itu dihargai Rp 15 ribu. Sehingga dia bisa meraup hasil Rp 450 ribu. Meski demikian, jumlah itu belum bisa mencukupi kebutuhan pasar.

“Permintaannya sangat tinggi. Jadi, harus buka lahan lagi. Sementara ini untuk memenuhinya dengan mengambil stok dari luar kota. Karena jumlah budi daya jamur di Lumajang masih sedikit,” katanya.

David menambahkan, hampir tidak ada kesulitan saat budi daya jamur. Namun, tidak setiap waktu jamur jadi incaran konsumsi masyarakat. Seperti halnya mendekati hari raya. Sebab, masyarakat memilih mengonsumsi daging daripada sayur. “Walaupun begitu, tetap bersyukur masyarakat masih ada yang membeli,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Peluang usaha budi daya jamur di Lumajang cukup menjanjikan. Sebab, belum banyak masyarakat memilih berkecimpung di usaha dengan perawatan tanaman yang sangat mudah ini. Padahal permintaan jamur di pasaran sangat tinggi. Sampai-sampai, petani jamur harus membuka lahan baru.

Baca Juga : Gagal Jadi YouTuber, Raih Hoki dengan Berbisnis Dimsum

Memang, di tengah kondisi pemulihan ekonomi ini, budi daya jamur bisa menjadi jawaban. Para petani jamur bisa meraup keuntungan yang melimpah dalam sekali panen. Seperti yang dirasakan salah satu petani jamur asal Desa Bodang, Kecamatan Padang, David.

Dia mengaku, dalam sehari dia bisa panen 30 kilogram jamur. Per kilogramnya, jamur itu dihargai Rp 15 ribu. Sehingga dia bisa meraup hasil Rp 450 ribu. Meski demikian, jumlah itu belum bisa mencukupi kebutuhan pasar.

“Permintaannya sangat tinggi. Jadi, harus buka lahan lagi. Sementara ini untuk memenuhinya dengan mengambil stok dari luar kota. Karena jumlah budi daya jamur di Lumajang masih sedikit,” katanya.

David menambahkan, hampir tidak ada kesulitan saat budi daya jamur. Namun, tidak setiap waktu jamur jadi incaran konsumsi masyarakat. Seperti halnya mendekati hari raya. Sebab, masyarakat memilih mengonsumsi daging daripada sayur. “Walaupun begitu, tetap bersyukur masyarakat masih ada yang membeli,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/