alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Daya Baterai Cepat Habis, Lupa Bawa Laptop

MAN Lumajang Juara 2 Nasional Kompetisi Robot

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID –  Mempertahankan juara lebih sulit ketimbang meraihnya. Itulah yang dirasakan MAN Lumajang Robotic Club. Sebuah klub robotika yang berisi siswa-siswi MAN Lumajang. Sebab, pada Madrasah Robotic Competition 2020 (MRC), mereka hanya berhasil menyabet peringkat dua. Sedangkan pada kompetisi sebelumnya, mereka juara satu tingkat Madrasah Aliyah se-Indonesia.

Kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut dilaksanakan dengan dua tahap, yakni virtual dan tatap muka. Seleksi peserta hingga sembilan besar melalui virtual. Setelah lolos, peserta berkompetisi secara tatap muka di Universitas Islam Asy-Syafiiyah Bekasi pada Senin-Rabu (8-10/02).

Mobile_AP_Rectangle 2

Ada tujuh kategori yang dilombakan. Yakni Internet of Things, Maze Solving, Creative, Amphibious Solar Vehicle (ASV), Underwater, Sumo lot, dan Line Follower Analog. Namun, hanya kategori Maze Solving yang diikuti Abdullah Hilal Adi S dan Riski Maulana Ishaq berhasil lolos sembilan besar. “Kami ikut dua kategori, ASV dan Maze Solving. Tetapi hanya Maze Solving yang lolos dan dapat juara,” kata Abdul Malik, pembina robotika MAN Lumajang.

Malik menjelaskan, kompetisi tahun ini lebih sulit. Sebab, di masa pandemi, pihaknya harus mempersiapkan kompetisi lebih matang. Saat persiapan, pihaknya kesulitan membeli komponen robot. “Kendalanya karena tidak ada di Lumajang, jadi beli dari Surabaya. Saat final pun, kami terkendala daya baterai yang cepat habis dan lupa membawa laptop,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID –  Mempertahankan juara lebih sulit ketimbang meraihnya. Itulah yang dirasakan MAN Lumajang Robotic Club. Sebuah klub robotika yang berisi siswa-siswi MAN Lumajang. Sebab, pada Madrasah Robotic Competition 2020 (MRC), mereka hanya berhasil menyabet peringkat dua. Sedangkan pada kompetisi sebelumnya, mereka juara satu tingkat Madrasah Aliyah se-Indonesia.

Kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut dilaksanakan dengan dua tahap, yakni virtual dan tatap muka. Seleksi peserta hingga sembilan besar melalui virtual. Setelah lolos, peserta berkompetisi secara tatap muka di Universitas Islam Asy-Syafiiyah Bekasi pada Senin-Rabu (8-10/02).

Ada tujuh kategori yang dilombakan. Yakni Internet of Things, Maze Solving, Creative, Amphibious Solar Vehicle (ASV), Underwater, Sumo lot, dan Line Follower Analog. Namun, hanya kategori Maze Solving yang diikuti Abdullah Hilal Adi S dan Riski Maulana Ishaq berhasil lolos sembilan besar. “Kami ikut dua kategori, ASV dan Maze Solving. Tetapi hanya Maze Solving yang lolos dan dapat juara,” kata Abdul Malik, pembina robotika MAN Lumajang.

Malik menjelaskan, kompetisi tahun ini lebih sulit. Sebab, di masa pandemi, pihaknya harus mempersiapkan kompetisi lebih matang. Saat persiapan, pihaknya kesulitan membeli komponen robot. “Kendalanya karena tidak ada di Lumajang, jadi beli dari Surabaya. Saat final pun, kami terkendala daya baterai yang cepat habis dan lupa membawa laptop,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID –  Mempertahankan juara lebih sulit ketimbang meraihnya. Itulah yang dirasakan MAN Lumajang Robotic Club. Sebuah klub robotika yang berisi siswa-siswi MAN Lumajang. Sebab, pada Madrasah Robotic Competition 2020 (MRC), mereka hanya berhasil menyabet peringkat dua. Sedangkan pada kompetisi sebelumnya, mereka juara satu tingkat Madrasah Aliyah se-Indonesia.

Kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut dilaksanakan dengan dua tahap, yakni virtual dan tatap muka. Seleksi peserta hingga sembilan besar melalui virtual. Setelah lolos, peserta berkompetisi secara tatap muka di Universitas Islam Asy-Syafiiyah Bekasi pada Senin-Rabu (8-10/02).

Ada tujuh kategori yang dilombakan. Yakni Internet of Things, Maze Solving, Creative, Amphibious Solar Vehicle (ASV), Underwater, Sumo lot, dan Line Follower Analog. Namun, hanya kategori Maze Solving yang diikuti Abdullah Hilal Adi S dan Riski Maulana Ishaq berhasil lolos sembilan besar. “Kami ikut dua kategori, ASV dan Maze Solving. Tetapi hanya Maze Solving yang lolos dan dapat juara,” kata Abdul Malik, pembina robotika MAN Lumajang.

Malik menjelaskan, kompetisi tahun ini lebih sulit. Sebab, di masa pandemi, pihaknya harus mempersiapkan kompetisi lebih matang. Saat persiapan, pihaknya kesulitan membeli komponen robot. “Kendalanya karena tidak ada di Lumajang, jadi beli dari Surabaya. Saat final pun, kami terkendala daya baterai yang cepat habis dan lupa membawa laptop,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/