alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Puluhan Alat Berat Tertimbun Lahar Gunung Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menumpuknya endapan material pasir di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) bukan berarti boleh ditambang. Sebab, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini melarang aktivitas kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Larangan melakukan penambangan tersebut ditujukan kepada 45 penambang yang memiliki izin usaha produksi operasi pertambangan (IUP-OP). Tujuannya untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai. Pembolehan kegiatan operasional pertambangan menunggu surat resmi secara tertulis.

Pj Kades Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Abdul Aziz mengatakan, di desanya ada empat pemilik izin yang mengeruk pasir di sepanjang aliran sungai. Namun, kini aliran tersebut masih tertutup sedimentasi lahar yang cukup tebal. Bahkan melebar hingga beberapa permukiman rumah warga.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ada Duta Pasir Semeru atau (DPS) miliknya Satuhan, kemudian Putra Kartini milik Ahmad Afandi, Panca Abadi, dan Mapan Jaya. Sebagian besar pegawai dan karyawan di pertambangan tersebut masih hilang dan belum ditemukan,” katanya. Selain memakan korban jiwa, lahar tersebut juga menyapu sepuluh alat berat di kawasan pertambangan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menumpuknya endapan material pasir di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) bukan berarti boleh ditambang. Sebab, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini melarang aktivitas kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Larangan melakukan penambangan tersebut ditujukan kepada 45 penambang yang memiliki izin usaha produksi operasi pertambangan (IUP-OP). Tujuannya untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai. Pembolehan kegiatan operasional pertambangan menunggu surat resmi secara tertulis.

Pj Kades Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Abdul Aziz mengatakan, di desanya ada empat pemilik izin yang mengeruk pasir di sepanjang aliran sungai. Namun, kini aliran tersebut masih tertutup sedimentasi lahar yang cukup tebal. Bahkan melebar hingga beberapa permukiman rumah warga.

“Ada Duta Pasir Semeru atau (DPS) miliknya Satuhan, kemudian Putra Kartini milik Ahmad Afandi, Panca Abadi, dan Mapan Jaya. Sebagian besar pegawai dan karyawan di pertambangan tersebut masih hilang dan belum ditemukan,” katanya. Selain memakan korban jiwa, lahar tersebut juga menyapu sepuluh alat berat di kawasan pertambangan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menumpuknya endapan material pasir di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) bukan berarti boleh ditambang. Sebab, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini melarang aktivitas kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Larangan melakukan penambangan tersebut ditujukan kepada 45 penambang yang memiliki izin usaha produksi operasi pertambangan (IUP-OP). Tujuannya untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai. Pembolehan kegiatan operasional pertambangan menunggu surat resmi secara tertulis.

Pj Kades Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Abdul Aziz mengatakan, di desanya ada empat pemilik izin yang mengeruk pasir di sepanjang aliran sungai. Namun, kini aliran tersebut masih tertutup sedimentasi lahar yang cukup tebal. Bahkan melebar hingga beberapa permukiman rumah warga.

“Ada Duta Pasir Semeru atau (DPS) miliknya Satuhan, kemudian Putra Kartini milik Ahmad Afandi, Panca Abadi, dan Mapan Jaya. Sebagian besar pegawai dan karyawan di pertambangan tersebut masih hilang dan belum ditemukan,” katanya. Selain memakan korban jiwa, lahar tersebut juga menyapu sepuluh alat berat di kawasan pertambangan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/