alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Jatah Vaksin Berkurang

Mobile_AP_Rectangle 1

WONOREJO, Radar Semeru – Penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Lumajang masih berlangsung. Vaksinasi pada sapi juga masih dilakukan. Namun, rencana vaksinasi sepuluh ribu dosis itu tidak berjalan mulus. Sebab, alokasi jatah vaksinasi itu ternyata berkurang drastis.

BACA JUGA : Alat Berat Angkat Tangan Bersihkan Otot Bangunan  Bekas Ruko Jompo

Pemkab hanya menerima alokasi sebanyak dua ribu saja. Jatah vaksin yang berkurang itu disebabkan jumlah ternak yang sehat cukup sedikit. Sehingga penyerapan vaksinasinya sangat rendah.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Semua kabupaten/kota dengan penyerapan vaksinasi sedikit dialihkan ke daerah lain yang membutuhkan lebih banyak vaksin,” ungkap Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang drh Rofi’ah.

Dia mengatakan, persentase penyelesaian vaksinasi PMK ternak sudah mencapai 75 persen. Dari dua ribu dosis, sebanyak 1.500 ternak sudah vaksinasi. “Ini data sejak vaksinasi pertama hingga awal pekan ini (11/7),” katanya.

- Advertisement -

WONOREJO, Radar Semeru – Penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Lumajang masih berlangsung. Vaksinasi pada sapi juga masih dilakukan. Namun, rencana vaksinasi sepuluh ribu dosis itu tidak berjalan mulus. Sebab, alokasi jatah vaksinasi itu ternyata berkurang drastis.

BACA JUGA : Alat Berat Angkat Tangan Bersihkan Otot Bangunan  Bekas Ruko Jompo

Pemkab hanya menerima alokasi sebanyak dua ribu saja. Jatah vaksin yang berkurang itu disebabkan jumlah ternak yang sehat cukup sedikit. Sehingga penyerapan vaksinasinya sangat rendah.

“Semua kabupaten/kota dengan penyerapan vaksinasi sedikit dialihkan ke daerah lain yang membutuhkan lebih banyak vaksin,” ungkap Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang drh Rofi’ah.

Dia mengatakan, persentase penyelesaian vaksinasi PMK ternak sudah mencapai 75 persen. Dari dua ribu dosis, sebanyak 1.500 ternak sudah vaksinasi. “Ini data sejak vaksinasi pertama hingga awal pekan ini (11/7),” katanya.

WONOREJO, Radar Semeru – Penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Lumajang masih berlangsung. Vaksinasi pada sapi juga masih dilakukan. Namun, rencana vaksinasi sepuluh ribu dosis itu tidak berjalan mulus. Sebab, alokasi jatah vaksinasi itu ternyata berkurang drastis.

BACA JUGA : Alat Berat Angkat Tangan Bersihkan Otot Bangunan  Bekas Ruko Jompo

Pemkab hanya menerima alokasi sebanyak dua ribu saja. Jatah vaksin yang berkurang itu disebabkan jumlah ternak yang sehat cukup sedikit. Sehingga penyerapan vaksinasinya sangat rendah.

“Semua kabupaten/kota dengan penyerapan vaksinasi sedikit dialihkan ke daerah lain yang membutuhkan lebih banyak vaksin,” ungkap Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang drh Rofi’ah.

Dia mengatakan, persentase penyelesaian vaksinasi PMK ternak sudah mencapai 75 persen. Dari dua ribu dosis, sebanyak 1.500 ternak sudah vaksinasi. “Ini data sejak vaksinasi pertama hingga awal pekan ini (11/7),” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/