alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Usai Melahirkan, Bidan Meninggal

Kondisinya Drop setelah Tujuh Hari

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, peluang terpapar tenaga kesehatan (nakes) sangat tinggi. Meski sudah disiplin mematuhi protokol kesehatan, virus tersebut tetap bisa menyerang. Terlebih, nakes yang setiap hari bertemu dan melayani masyarakat. Sehingga faktor penyebab atau klaster terpapar sulit diidentifikasi.

Seperti tiga nakes Puskesmas Tempeh yang tertular, beberapa waktu lalu. Mereka adalah satu dokter, satu bidan, dan satu perawat. Kabar terbaru, mereka sembuh dan menjalani isolasi mandiri. Namun, satu bidan gugur di medan perang melawan Covid-19.

Informasi yang berhasil dihimpun, bidan tersebut terkonfirmasi terpapar pada 30 Juni lalu. Dia merupakan ibu hamil dengan usia kehamilan delapan bulan. Sehingga, dia harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Setelah menjalani perawatan selama sepekan, kondisinya membaik. Dia diizinkan pulang ke rumah dan menjalani isolasi mandiri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, hanya sehari di rumah, kondisinya kembali drop. Rekan sejawat dan keluarga akhirnya merujuk lagi ke rumah sakit pada hari Rabu (7/7). Meski mendapatkan penanganan medis, kondisinya tak kunjung membaik. Bidan tersebut meninggal, Selasa lalu (13/7).

dr Ima Rifiyanti, Kepala Puskesmas Tempeh, mengatakan, bayi yang dikandung bidan tersebut telah lahir. Usianya tujuh hari dan dalam keadaan sehat. “Teman kami (bidan, Red) terpapar saat usia kehamilannya 32 minggu. Tetapi, bayi yang dilahirkan dalam keadaan sehat,” katanya.

Ima menjelaskan, kondisi ibu hamil sangat rentan terpapar virus. Apalagi profesinya adalah nakes. Peluang terpapar menjadi lebih besar. Karena itu, saat terpapar, imunitas tubuh menurun drastis. Hal tersebut juga terjadi ke bidan di puskesmas yang dia pimpin.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, peluang terpapar tenaga kesehatan (nakes) sangat tinggi. Meski sudah disiplin mematuhi protokol kesehatan, virus tersebut tetap bisa menyerang. Terlebih, nakes yang setiap hari bertemu dan melayani masyarakat. Sehingga faktor penyebab atau klaster terpapar sulit diidentifikasi.

Seperti tiga nakes Puskesmas Tempeh yang tertular, beberapa waktu lalu. Mereka adalah satu dokter, satu bidan, dan satu perawat. Kabar terbaru, mereka sembuh dan menjalani isolasi mandiri. Namun, satu bidan gugur di medan perang melawan Covid-19.

Informasi yang berhasil dihimpun, bidan tersebut terkonfirmasi terpapar pada 30 Juni lalu. Dia merupakan ibu hamil dengan usia kehamilan delapan bulan. Sehingga, dia harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Setelah menjalani perawatan selama sepekan, kondisinya membaik. Dia diizinkan pulang ke rumah dan menjalani isolasi mandiri.

Namun, hanya sehari di rumah, kondisinya kembali drop. Rekan sejawat dan keluarga akhirnya merujuk lagi ke rumah sakit pada hari Rabu (7/7). Meski mendapatkan penanganan medis, kondisinya tak kunjung membaik. Bidan tersebut meninggal, Selasa lalu (13/7).

dr Ima Rifiyanti, Kepala Puskesmas Tempeh, mengatakan, bayi yang dikandung bidan tersebut telah lahir. Usianya tujuh hari dan dalam keadaan sehat. “Teman kami (bidan, Red) terpapar saat usia kehamilannya 32 minggu. Tetapi, bayi yang dilahirkan dalam keadaan sehat,” katanya.

Ima menjelaskan, kondisi ibu hamil sangat rentan terpapar virus. Apalagi profesinya adalah nakes. Peluang terpapar menjadi lebih besar. Karena itu, saat terpapar, imunitas tubuh menurun drastis. Hal tersebut juga terjadi ke bidan di puskesmas yang dia pimpin.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, peluang terpapar tenaga kesehatan (nakes) sangat tinggi. Meski sudah disiplin mematuhi protokol kesehatan, virus tersebut tetap bisa menyerang. Terlebih, nakes yang setiap hari bertemu dan melayani masyarakat. Sehingga faktor penyebab atau klaster terpapar sulit diidentifikasi.

Seperti tiga nakes Puskesmas Tempeh yang tertular, beberapa waktu lalu. Mereka adalah satu dokter, satu bidan, dan satu perawat. Kabar terbaru, mereka sembuh dan menjalani isolasi mandiri. Namun, satu bidan gugur di medan perang melawan Covid-19.

Informasi yang berhasil dihimpun, bidan tersebut terkonfirmasi terpapar pada 30 Juni lalu. Dia merupakan ibu hamil dengan usia kehamilan delapan bulan. Sehingga, dia harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Setelah menjalani perawatan selama sepekan, kondisinya membaik. Dia diizinkan pulang ke rumah dan menjalani isolasi mandiri.

Namun, hanya sehari di rumah, kondisinya kembali drop. Rekan sejawat dan keluarga akhirnya merujuk lagi ke rumah sakit pada hari Rabu (7/7). Meski mendapatkan penanganan medis, kondisinya tak kunjung membaik. Bidan tersebut meninggal, Selasa lalu (13/7).

dr Ima Rifiyanti, Kepala Puskesmas Tempeh, mengatakan, bayi yang dikandung bidan tersebut telah lahir. Usianya tujuh hari dan dalam keadaan sehat. “Teman kami (bidan, Red) terpapar saat usia kehamilannya 32 minggu. Tetapi, bayi yang dilahirkan dalam keadaan sehat,” katanya.

Ima menjelaskan, kondisi ibu hamil sangat rentan terpapar virus. Apalagi profesinya adalah nakes. Peluang terpapar menjadi lebih besar. Karena itu, saat terpapar, imunitas tubuh menurun drastis. Hal tersebut juga terjadi ke bidan di puskesmas yang dia pimpin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/