alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Minat Berhaji Terus Meningkat

Didorong Perbankan dan Program Kementerian

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Meski banyak sektor terpuruk lantaran terkena hantaman pandemi, bukan berarti niat untuk menunaikan ibadah haji menurun. Buktinya, sejauh ini terus mengalami peningkatan. Padahal, masa tunggu saat ini lebih dari 30 tahun.

Gelombang pandemi memang membuat berbagai sektor terpuruk ambruk. Tak terkecuali sektor travel umrah dan bimbingan ibadah haji. Sejauh ini, diakui banyak mengalami penurunan karena tidak bisa memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan niat calon jamaah untuk berangkat, sehingga mengalami penumpukan terus-menerus. “Yang mendaftar menjadi calon jamaah haji ataupun umrah masih banyak,” ungkap Syafril Rizam, salah satu pemilik penyelenggara umrah di Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ditanya apa saja faktornya, dia mengaku beragam fasilitas kemudahan semakin mendorong warga untuk berhaji. “Seperti fasilitas dari perbankan syariah. Bagi calon jamaah yang tidak mempunyai dana, tetapi mempunyai penghasilan ataupun dananya tidak cukup, ternyata masih bisa mendaftar,” jelasnya.

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Jember ini menguraikan, beragam kemudahan yang diberikan semakin menarik calon jamaah. “Jamaah hanya perlu membayar angsuran awal. Sehingga jamaah bisa mendapat jatah kursi haji,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Meski banyak sektor terpuruk lantaran terkena hantaman pandemi, bukan berarti niat untuk menunaikan ibadah haji menurun. Buktinya, sejauh ini terus mengalami peningkatan. Padahal, masa tunggu saat ini lebih dari 30 tahun.

Gelombang pandemi memang membuat berbagai sektor terpuruk ambruk. Tak terkecuali sektor travel umrah dan bimbingan ibadah haji. Sejauh ini, diakui banyak mengalami penurunan karena tidak bisa memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan niat calon jamaah untuk berangkat, sehingga mengalami penumpukan terus-menerus. “Yang mendaftar menjadi calon jamaah haji ataupun umrah masih banyak,” ungkap Syafril Rizam, salah satu pemilik penyelenggara umrah di Lumajang.

Ditanya apa saja faktornya, dia mengaku beragam fasilitas kemudahan semakin mendorong warga untuk berhaji. “Seperti fasilitas dari perbankan syariah. Bagi calon jamaah yang tidak mempunyai dana, tetapi mempunyai penghasilan ataupun dananya tidak cukup, ternyata masih bisa mendaftar,” jelasnya.

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Jember ini menguraikan, beragam kemudahan yang diberikan semakin menarik calon jamaah. “Jamaah hanya perlu membayar angsuran awal. Sehingga jamaah bisa mendapat jatah kursi haji,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Meski banyak sektor terpuruk lantaran terkena hantaman pandemi, bukan berarti niat untuk menunaikan ibadah haji menurun. Buktinya, sejauh ini terus mengalami peningkatan. Padahal, masa tunggu saat ini lebih dari 30 tahun.

Gelombang pandemi memang membuat berbagai sektor terpuruk ambruk. Tak terkecuali sektor travel umrah dan bimbingan ibadah haji. Sejauh ini, diakui banyak mengalami penurunan karena tidak bisa memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan niat calon jamaah untuk berangkat, sehingga mengalami penumpukan terus-menerus. “Yang mendaftar menjadi calon jamaah haji ataupun umrah masih banyak,” ungkap Syafril Rizam, salah satu pemilik penyelenggara umrah di Lumajang.

Ditanya apa saja faktornya, dia mengaku beragam fasilitas kemudahan semakin mendorong warga untuk berhaji. “Seperti fasilitas dari perbankan syariah. Bagi calon jamaah yang tidak mempunyai dana, tetapi mempunyai penghasilan ataupun dananya tidak cukup, ternyata masih bisa mendaftar,” jelasnya.

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Jember ini menguraikan, beragam kemudahan yang diberikan semakin menarik calon jamaah. “Jamaah hanya perlu membayar angsuran awal. Sehingga jamaah bisa mendapat jatah kursi haji,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/