alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Jamaah Haji Lumajang Didominasi Lulusan SD

Melihat latar pendidikan terakhir calon jamaah haji (CJH) yang berangkat ke Makkah cukup mencengangkan. Bayangkan saja, dari 348 CJH yang berangkat dari Pendapa Arya Wiraraja hari ini, sebagian besar didominasi oleh orang-orang yang hanya lulusan SD.

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Sekitar pukul 04.30 pagi tadi, ratusan CJH Lumajang yang tergabung dalam kloter 18 berangkat ke Asrama Haji Embarkasi Sukolilo. Wajah semringah telah tampak sejak mereka menerima pembekalan dan manasik haji yang digelar awal-awal bulan lalu.

BACA JUGA : Kendala Hujan, Sepuluh Destinasi Wisata yang Direkomendasikan

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, mulanya porsi jamaah haji yang berangkat berjumlah 344 orang, lalau bertambah menjadi 352 orang. Namun, selama rentang waktu jadwal pemeriksaan kesehatan, satu orang dikabarkan meninggal dunia. Ditambah satu orang hamil tua dan dua orang mengidap TBC akut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Praktis, CJH yang berangkat tinggal 348 orang. Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Lumajang Abdul Rofiq mengatakan, jamaah laki-laki yang berangkat berjumlah 159 orang, sedangkan untuk jamaah perempuan yang berangkat sekitar 189 orang. Rencananya mereka akan terbang pada Kamis (16/06) besok.

“Jamaah haji yang berangkat tahun ini memang didominasi oleh lulusan SD sebanyak 130 orang. Sedangkan untuk lulusan SLTP berjumlah 61 orang, SLTA berjumlah 71 orang, D-2/D-3 berjumlah 7 orang. Kemudian, sarjana yang berangkat juga lumayan, sekitar 71 orang, dan S-2 ada 5 orang,” katanya.

Menurutnya, selain lulusan SD yang mendominasi keberangkatan haji tahun ini, pihaknya juga menemukan profesi karyawan swasta menjadi peringkat pertama yang juga berangkat. Padahal, tahun terakhir berangkat ke Makkah paling banyak dari kalangan petani. Tahun ini petani menempati peringkat kedua.

“Karyawan swasta ini memang pekerjaan random, tetapi jumlahnya ada 128 orang. Disusul terbanyak kedua oleh petani yang berjumlah 87 orang,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lumajang menjelaskan, ada delapan profesi yang tercatat. Paling sedikit profesi pegawai BUMN yang hanya satu orang.

“Ada ibu rumah tangga, pedagang, TNI/Polri, ASN, serta pelajar yang berjumlah 4 orang. Nah, Sri Wahyuni Siman Sutris inilah yang menjadi salah satu pelajar atau mahasiswa yang paling muda berangkat tahun ini. Dia asli warga Desa Sruni, Kecamatan Klakah. Usianya 20 tahun,” pungkasnya. (son/c2/fid)

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Sekitar pukul 04.30 pagi tadi, ratusan CJH Lumajang yang tergabung dalam kloter 18 berangkat ke Asrama Haji Embarkasi Sukolilo. Wajah semringah telah tampak sejak mereka menerima pembekalan dan manasik haji yang digelar awal-awal bulan lalu.

BACA JUGA : Kendala Hujan, Sepuluh Destinasi Wisata yang Direkomendasikan

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, mulanya porsi jamaah haji yang berangkat berjumlah 344 orang, lalau bertambah menjadi 352 orang. Namun, selama rentang waktu jadwal pemeriksaan kesehatan, satu orang dikabarkan meninggal dunia. Ditambah satu orang hamil tua dan dua orang mengidap TBC akut.

Praktis, CJH yang berangkat tinggal 348 orang. Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Lumajang Abdul Rofiq mengatakan, jamaah laki-laki yang berangkat berjumlah 159 orang, sedangkan untuk jamaah perempuan yang berangkat sekitar 189 orang. Rencananya mereka akan terbang pada Kamis (16/06) besok.

“Jamaah haji yang berangkat tahun ini memang didominasi oleh lulusan SD sebanyak 130 orang. Sedangkan untuk lulusan SLTP berjumlah 61 orang, SLTA berjumlah 71 orang, D-2/D-3 berjumlah 7 orang. Kemudian, sarjana yang berangkat juga lumayan, sekitar 71 orang, dan S-2 ada 5 orang,” katanya.

Menurutnya, selain lulusan SD yang mendominasi keberangkatan haji tahun ini, pihaknya juga menemukan profesi karyawan swasta menjadi peringkat pertama yang juga berangkat. Padahal, tahun terakhir berangkat ke Makkah paling banyak dari kalangan petani. Tahun ini petani menempati peringkat kedua.

“Karyawan swasta ini memang pekerjaan random, tetapi jumlahnya ada 128 orang. Disusul terbanyak kedua oleh petani yang berjumlah 87 orang,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lumajang menjelaskan, ada delapan profesi yang tercatat. Paling sedikit profesi pegawai BUMN yang hanya satu orang.

“Ada ibu rumah tangga, pedagang, TNI/Polri, ASN, serta pelajar yang berjumlah 4 orang. Nah, Sri Wahyuni Siman Sutris inilah yang menjadi salah satu pelajar atau mahasiswa yang paling muda berangkat tahun ini. Dia asli warga Desa Sruni, Kecamatan Klakah. Usianya 20 tahun,” pungkasnya. (son/c2/fid)

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Sekitar pukul 04.30 pagi tadi, ratusan CJH Lumajang yang tergabung dalam kloter 18 berangkat ke Asrama Haji Embarkasi Sukolilo. Wajah semringah telah tampak sejak mereka menerima pembekalan dan manasik haji yang digelar awal-awal bulan lalu.

BACA JUGA : Kendala Hujan, Sepuluh Destinasi Wisata yang Direkomendasikan

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, mulanya porsi jamaah haji yang berangkat berjumlah 344 orang, lalau bertambah menjadi 352 orang. Namun, selama rentang waktu jadwal pemeriksaan kesehatan, satu orang dikabarkan meninggal dunia. Ditambah satu orang hamil tua dan dua orang mengidap TBC akut.

Praktis, CJH yang berangkat tinggal 348 orang. Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Lumajang Abdul Rofiq mengatakan, jamaah laki-laki yang berangkat berjumlah 159 orang, sedangkan untuk jamaah perempuan yang berangkat sekitar 189 orang. Rencananya mereka akan terbang pada Kamis (16/06) besok.

“Jamaah haji yang berangkat tahun ini memang didominasi oleh lulusan SD sebanyak 130 orang. Sedangkan untuk lulusan SLTP berjumlah 61 orang, SLTA berjumlah 71 orang, D-2/D-3 berjumlah 7 orang. Kemudian, sarjana yang berangkat juga lumayan, sekitar 71 orang, dan S-2 ada 5 orang,” katanya.

Menurutnya, selain lulusan SD yang mendominasi keberangkatan haji tahun ini, pihaknya juga menemukan profesi karyawan swasta menjadi peringkat pertama yang juga berangkat. Padahal, tahun terakhir berangkat ke Makkah paling banyak dari kalangan petani. Tahun ini petani menempati peringkat kedua.

“Karyawan swasta ini memang pekerjaan random, tetapi jumlahnya ada 128 orang. Disusul terbanyak kedua oleh petani yang berjumlah 87 orang,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lumajang menjelaskan, ada delapan profesi yang tercatat. Paling sedikit profesi pegawai BUMN yang hanya satu orang.

“Ada ibu rumah tangga, pedagang, TNI/Polri, ASN, serta pelajar yang berjumlah 4 orang. Nah, Sri Wahyuni Siman Sutris inilah yang menjadi salah satu pelajar atau mahasiswa yang paling muda berangkat tahun ini. Dia asli warga Desa Sruni, Kecamatan Klakah. Usianya 20 tahun,” pungkasnya. (son/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/