alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Sampah Berserakan Usai Salat Id

Didominasi Sampah Koran Bekas

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Lumajang memang masuk zona kuning. Pemerintah kabupaten mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan salat Id di masjid atau di lapangan. Meski dibolehkan, masyarakat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Salah satunya membawa sajadah sendiri sebagai alas salat.

Namun, hal tersebut mendatangkan masalah baru. Sebab, jamaah juga membawa koran bekas sebagai alas. Usai pelaksanaan salat, sampah tersebut berserakan di beberapa titik tempat ibadah. Salah satunya terlihat di sekitar Masjid KH Anas Mahfudz, tepatnya di Alun-Alun Lumajang.

Hal itu dimanfaatkan beberapa warga untuk mengais rezeki. Salah satunya Siti. Warga Tempeh tersebut sengaja datang ke alun-alun sebelum salat untuk mengumpulkan koran bekas. “Datang pagi untuk mengambil koran bekas,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia rela datang dari jauh, sebab setelah pelaksanaan salat, jumlah sampah koran bekas akan bertambah banyak. “Tiap tahun datang ke sini. Karena di sini sampah koran bekasnya banyak. Jadi, bisa dikumpulkan dan saya jual ke pengepul sampah dan dapat uang. Lumayan bisa untuk belanja kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Meningkatnya volume sampah koran bekas juga menambah pekerjaan bagi petugas kebersihan. Mereka harus menunda bertemu keluarga seusai salat sebelum sampah dibersihkan. Kondisi tersebut terjadi setiap tahun. “Harus dibersihkan dulu, baru bisa bertemu keluarga di rumah,” ungkap Panji, salah satu petugas kebersihan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Lumajang memang masuk zona kuning. Pemerintah kabupaten mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan salat Id di masjid atau di lapangan. Meski dibolehkan, masyarakat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Salah satunya membawa sajadah sendiri sebagai alas salat.

Namun, hal tersebut mendatangkan masalah baru. Sebab, jamaah juga membawa koran bekas sebagai alas. Usai pelaksanaan salat, sampah tersebut berserakan di beberapa titik tempat ibadah. Salah satunya terlihat di sekitar Masjid KH Anas Mahfudz, tepatnya di Alun-Alun Lumajang.

Hal itu dimanfaatkan beberapa warga untuk mengais rezeki. Salah satunya Siti. Warga Tempeh tersebut sengaja datang ke alun-alun sebelum salat untuk mengumpulkan koran bekas. “Datang pagi untuk mengambil koran bekas,” ujarnya.

Dia rela datang dari jauh, sebab setelah pelaksanaan salat, jumlah sampah koran bekas akan bertambah banyak. “Tiap tahun datang ke sini. Karena di sini sampah koran bekasnya banyak. Jadi, bisa dikumpulkan dan saya jual ke pengepul sampah dan dapat uang. Lumayan bisa untuk belanja kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Meningkatnya volume sampah koran bekas juga menambah pekerjaan bagi petugas kebersihan. Mereka harus menunda bertemu keluarga seusai salat sebelum sampah dibersihkan. Kondisi tersebut terjadi setiap tahun. “Harus dibersihkan dulu, baru bisa bertemu keluarga di rumah,” ungkap Panji, salah satu petugas kebersihan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Lumajang memang masuk zona kuning. Pemerintah kabupaten mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan salat Id di masjid atau di lapangan. Meski dibolehkan, masyarakat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Salah satunya membawa sajadah sendiri sebagai alas salat.

Namun, hal tersebut mendatangkan masalah baru. Sebab, jamaah juga membawa koran bekas sebagai alas. Usai pelaksanaan salat, sampah tersebut berserakan di beberapa titik tempat ibadah. Salah satunya terlihat di sekitar Masjid KH Anas Mahfudz, tepatnya di Alun-Alun Lumajang.

Hal itu dimanfaatkan beberapa warga untuk mengais rezeki. Salah satunya Siti. Warga Tempeh tersebut sengaja datang ke alun-alun sebelum salat untuk mengumpulkan koran bekas. “Datang pagi untuk mengambil koran bekas,” ujarnya.

Dia rela datang dari jauh, sebab setelah pelaksanaan salat, jumlah sampah koran bekas akan bertambah banyak. “Tiap tahun datang ke sini. Karena di sini sampah koran bekasnya banyak. Jadi, bisa dikumpulkan dan saya jual ke pengepul sampah dan dapat uang. Lumayan bisa untuk belanja kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Meningkatnya volume sampah koran bekas juga menambah pekerjaan bagi petugas kebersihan. Mereka harus menunda bertemu keluarga seusai salat sebelum sampah dibersihkan. Kondisi tersebut terjadi setiap tahun. “Harus dibersihkan dulu, baru bisa bertemu keluarga di rumah,” ungkap Panji, salah satu petugas kebersihan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/