alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Sertifikat Polisi Cilik Tidak Diakui

Kuota Jalur Prestasi Pilih-Pilih Piagam Tidak semua sertifikat murid mendapat pengakuan sebagai prestasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Ada belasan wali murid yang harus mengelus dada ketika piagam penghargaan polisi cilik (pocil) tidak diakui.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagian wali yang mendaftarkan anaknya ke SMP menilai seleksi PPDB melalui jalur khusus prestasi tahun ini sangat diskriminatif. Sebab, piagam sertifikat polisi cilik (pocil) yang telah menjuarai lomba tingkat provinsi ditolak mentah-mentah oleh beberapa sekolah.

Sementara itu, ada dua sekolah yang didapati menolak piagam penghargaan yang digunakan orang tua sebagai syarat pendaftaran. Yakni, SMPN 1 Lumajang dan SMPN 1 Sukodono. Setiap sekolah tersebut beralasan kalau prestasi itu diraih oleh beregu, bukan perorangan.

Linda, salah satu orang tua pocil, mengaku kurang setuju jika seleksi jalur prestasi hanya mengambil satu piagam saja. Menurut dia, seluruh piagam seharusnya bisa dijadikan pertimbangan sekolah. Bahkan, dengan piagam itu, sekolah bisa melihat track record murid seperti apa dan bagaimana.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya sendiri sangat kaget dan menyayangkan karena waktu pendaftaran jalur pretasi piagam pocil tidak bisa digunakan dengan alasan karena itu lomba beregu. Saya tidak tahu spesifikasi penilaiannya bagaimana. Sedangkan di website SMPN 1 Sukodono, disebutkan bahwa bisa beregu minimal juara 1 kabupaten,” jelasnya.

Tidak hanya Linda saja yang tidak terima dengan perlakuan tersebut. Ika yang mendaftarkan anaknya di SMPN 1 Lumajang juga melontarkan ungkapan serupa. Dia menyatakan, seleksi pocil angkatan 2019 melewati proses yang cukup panjang. Dari ratusan anak yang mendaftar, kini menjadi 31 anak.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagian wali yang mendaftarkan anaknya ke SMP menilai seleksi PPDB melalui jalur khusus prestasi tahun ini sangat diskriminatif. Sebab, piagam sertifikat polisi cilik (pocil) yang telah menjuarai lomba tingkat provinsi ditolak mentah-mentah oleh beberapa sekolah.

Sementara itu, ada dua sekolah yang didapati menolak piagam penghargaan yang digunakan orang tua sebagai syarat pendaftaran. Yakni, SMPN 1 Lumajang dan SMPN 1 Sukodono. Setiap sekolah tersebut beralasan kalau prestasi itu diraih oleh beregu, bukan perorangan.

Linda, salah satu orang tua pocil, mengaku kurang setuju jika seleksi jalur prestasi hanya mengambil satu piagam saja. Menurut dia, seluruh piagam seharusnya bisa dijadikan pertimbangan sekolah. Bahkan, dengan piagam itu, sekolah bisa melihat track record murid seperti apa dan bagaimana.

“Saya sendiri sangat kaget dan menyayangkan karena waktu pendaftaran jalur pretasi piagam pocil tidak bisa digunakan dengan alasan karena itu lomba beregu. Saya tidak tahu spesifikasi penilaiannya bagaimana. Sedangkan di website SMPN 1 Sukodono, disebutkan bahwa bisa beregu minimal juara 1 kabupaten,” jelasnya.

Tidak hanya Linda saja yang tidak terima dengan perlakuan tersebut. Ika yang mendaftarkan anaknya di SMPN 1 Lumajang juga melontarkan ungkapan serupa. Dia menyatakan, seleksi pocil angkatan 2019 melewati proses yang cukup panjang. Dari ratusan anak yang mendaftar, kini menjadi 31 anak.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagian wali yang mendaftarkan anaknya ke SMP menilai seleksi PPDB melalui jalur khusus prestasi tahun ini sangat diskriminatif. Sebab, piagam sertifikat polisi cilik (pocil) yang telah menjuarai lomba tingkat provinsi ditolak mentah-mentah oleh beberapa sekolah.

Sementara itu, ada dua sekolah yang didapati menolak piagam penghargaan yang digunakan orang tua sebagai syarat pendaftaran. Yakni, SMPN 1 Lumajang dan SMPN 1 Sukodono. Setiap sekolah tersebut beralasan kalau prestasi itu diraih oleh beregu, bukan perorangan.

Linda, salah satu orang tua pocil, mengaku kurang setuju jika seleksi jalur prestasi hanya mengambil satu piagam saja. Menurut dia, seluruh piagam seharusnya bisa dijadikan pertimbangan sekolah. Bahkan, dengan piagam itu, sekolah bisa melihat track record murid seperti apa dan bagaimana.

“Saya sendiri sangat kaget dan menyayangkan karena waktu pendaftaran jalur pretasi piagam pocil tidak bisa digunakan dengan alasan karena itu lomba beregu. Saya tidak tahu spesifikasi penilaiannya bagaimana. Sedangkan di website SMPN 1 Sukodono, disebutkan bahwa bisa beregu minimal juara 1 kabupaten,” jelasnya.

Tidak hanya Linda saja yang tidak terima dengan perlakuan tersebut. Ika yang mendaftarkan anaknya di SMPN 1 Lumajang juga melontarkan ungkapan serupa. Dia menyatakan, seleksi pocil angkatan 2019 melewati proses yang cukup panjang. Dari ratusan anak yang mendaftar, kini menjadi 31 anak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/