alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Nekat Terobos Banjir Lahar

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sekalipun papan imbaun untuk tidak boleh melintasi Sungai Besuk Sat dipasang jelas, tapi ada saja warga yang tetap nekat menerobos. Sebab, akses itu merupakan satu-satunya jalan alternatif menuju Kecamatan Candipuro. Misalnya, yang dilakukan truk berwarna kuning tersebut.

Di kawasan itu memang menjadi salah satu lokasi penambang manual beroperasi. Padahal, lokasinya cukup rawan. Aliran banjir lahar juga sering menerjang. Namun, taka da penambang yang menghiraukan. Banyak yang tetap melakukan aktivitas pertambangan hingga terkadang ada truk yang terjebak lahar.

Yaman, salah satu warga Desa Pasrujambe memahami risiko melintasi jalan itu sangat berbahaya karena aliran sungai yang mengalir cukup deras. Apalagi, aliran itu membawa batu kerikil dan pasir. Namun, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses tercepat menuju Desa Penanggal Kecamatan Candipuro.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lagi, saat hujan cukup deras, banjir lahar dingin seringkali terjadi. Karena itu, warga setempat harus berjalan ekstra hati-hati. Sebab, rawan jatuh dan tergelincir. “Kalau saya sudah sering lewat sini dan sudah terbiasa. Apalagi, penambang manual seperti mereka mungkin sudah bisa memprediksi,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sekalipun papan imbaun untuk tidak boleh melintasi Sungai Besuk Sat dipasang jelas, tapi ada saja warga yang tetap nekat menerobos. Sebab, akses itu merupakan satu-satunya jalan alternatif menuju Kecamatan Candipuro. Misalnya, yang dilakukan truk berwarna kuning tersebut.

Di kawasan itu memang menjadi salah satu lokasi penambang manual beroperasi. Padahal, lokasinya cukup rawan. Aliran banjir lahar juga sering menerjang. Namun, taka da penambang yang menghiraukan. Banyak yang tetap melakukan aktivitas pertambangan hingga terkadang ada truk yang terjebak lahar.

Yaman, salah satu warga Desa Pasrujambe memahami risiko melintasi jalan itu sangat berbahaya karena aliran sungai yang mengalir cukup deras. Apalagi, aliran itu membawa batu kerikil dan pasir. Namun, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses tercepat menuju Desa Penanggal Kecamatan Candipuro.

Lebih lagi, saat hujan cukup deras, banjir lahar dingin seringkali terjadi. Karena itu, warga setempat harus berjalan ekstra hati-hati. Sebab, rawan jatuh dan tergelincir. “Kalau saya sudah sering lewat sini dan sudah terbiasa. Apalagi, penambang manual seperti mereka mungkin sudah bisa memprediksi,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sekalipun papan imbaun untuk tidak boleh melintasi Sungai Besuk Sat dipasang jelas, tapi ada saja warga yang tetap nekat menerobos. Sebab, akses itu merupakan satu-satunya jalan alternatif menuju Kecamatan Candipuro. Misalnya, yang dilakukan truk berwarna kuning tersebut.

Di kawasan itu memang menjadi salah satu lokasi penambang manual beroperasi. Padahal, lokasinya cukup rawan. Aliran banjir lahar juga sering menerjang. Namun, taka da penambang yang menghiraukan. Banyak yang tetap melakukan aktivitas pertambangan hingga terkadang ada truk yang terjebak lahar.

Yaman, salah satu warga Desa Pasrujambe memahami risiko melintasi jalan itu sangat berbahaya karena aliran sungai yang mengalir cukup deras. Apalagi, aliran itu membawa batu kerikil dan pasir. Namun, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses tercepat menuju Desa Penanggal Kecamatan Candipuro.

Lebih lagi, saat hujan cukup deras, banjir lahar dingin seringkali terjadi. Karena itu, warga setempat harus berjalan ekstra hati-hati. Sebab, rawan jatuh dan tergelincir. “Kalau saya sudah sering lewat sini dan sudah terbiasa. Apalagi, penambang manual seperti mereka mungkin sudah bisa memprediksi,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/