alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Museum Mulai Ramai Dikunjungi

Ke Depan, Bakal Aktif Jemput Bola

Mobile_AP_Rectangle 1

Bagi jenjang SMA, pengunjung didominasi oleh pelajar tingkat akhir. Sebab, kebanyakan mereka mengerjakan tugas akhir. Sedangkan siswa TK dan SD, hal itu menjadi bagian dari rekreasi yang edukatif. Siyono bersyukur, respon baik ditunjukkan masyarakat. Sehingga, pihaknya selalu siap sedia jika museum dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Sementara itu, Kepala Disparbud Lumajang Yuli Harismawati menjelaskan, kunjungan yang mulai ramai ini bernilai positif. Sebab, semakin banyak masyarakat berkunjung, semakin banyak pula pengetahuan tentang Lumajang diketahui. Sehingga, hal ini akan melekatkan ingatan dan menumbuhkan kecintaan terhadap Lumajang. Khusunya bagi seluruh perkembangan sejarah dan budaya Lumajang.

“Yang perlu dikulik, apakah masyarakat Lumajang sudah mengetahui bagaimana sejarah dan masa lalu Lumajang. Makanya, kunjungan anak sekolah ini ibarat menulis di atas batu. Kami terus mendorong agar kecintaan terhadap budaya Lumajang tidak luntur. Makanya, ke depan kami akan lebih aktif menjemput bola agar mereka mengunjungi Museum Lumajang,” jelasnya.(kin/fid)

- Advertisement -

Bagi jenjang SMA, pengunjung didominasi oleh pelajar tingkat akhir. Sebab, kebanyakan mereka mengerjakan tugas akhir. Sedangkan siswa TK dan SD, hal itu menjadi bagian dari rekreasi yang edukatif. Siyono bersyukur, respon baik ditunjukkan masyarakat. Sehingga, pihaknya selalu siap sedia jika museum dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Sementara itu, Kepala Disparbud Lumajang Yuli Harismawati menjelaskan, kunjungan yang mulai ramai ini bernilai positif. Sebab, semakin banyak masyarakat berkunjung, semakin banyak pula pengetahuan tentang Lumajang diketahui. Sehingga, hal ini akan melekatkan ingatan dan menumbuhkan kecintaan terhadap Lumajang. Khusunya bagi seluruh perkembangan sejarah dan budaya Lumajang.

“Yang perlu dikulik, apakah masyarakat Lumajang sudah mengetahui bagaimana sejarah dan masa lalu Lumajang. Makanya, kunjungan anak sekolah ini ibarat menulis di atas batu. Kami terus mendorong agar kecintaan terhadap budaya Lumajang tidak luntur. Makanya, ke depan kami akan lebih aktif menjemput bola agar mereka mengunjungi Museum Lumajang,” jelasnya.(kin/fid)

Bagi jenjang SMA, pengunjung didominasi oleh pelajar tingkat akhir. Sebab, kebanyakan mereka mengerjakan tugas akhir. Sedangkan siswa TK dan SD, hal itu menjadi bagian dari rekreasi yang edukatif. Siyono bersyukur, respon baik ditunjukkan masyarakat. Sehingga, pihaknya selalu siap sedia jika museum dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Sementara itu, Kepala Disparbud Lumajang Yuli Harismawati menjelaskan, kunjungan yang mulai ramai ini bernilai positif. Sebab, semakin banyak masyarakat berkunjung, semakin banyak pula pengetahuan tentang Lumajang diketahui. Sehingga, hal ini akan melekatkan ingatan dan menumbuhkan kecintaan terhadap Lumajang. Khusunya bagi seluruh perkembangan sejarah dan budaya Lumajang.

“Yang perlu dikulik, apakah masyarakat Lumajang sudah mengetahui bagaimana sejarah dan masa lalu Lumajang. Makanya, kunjungan anak sekolah ini ibarat menulis di atas batu. Kami terus mendorong agar kecintaan terhadap budaya Lumajang tidak luntur. Makanya, ke depan kami akan lebih aktif menjemput bola agar mereka mengunjungi Museum Lumajang,” jelasnya.(kin/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/