alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Kekeringan, Petani Wadul ke Pemkab Lumajang

Desak Segera Lakukan Perbaikan DAM Gambiran

Mobile_AP_Rectangle 1

BORENG, Radar Semeru – Bulan Februari memang masih musim penghujan. Meski intensitas hujan di Lumajang cukup tinggi, tidak semua lahan pertanian terpenuhi kebutuhan air. Terlebih lahan pertanian di kawasan perkotaan. Sebagian besar lahan pertanian mereka masih kering.

Kekeringan yang melanda hampir satu tahun ini menyebabkan sejumlah perwakilan petani wadul ke Bupati Lumajang, kemarin. Petani yang berasal dari Kelurahan Rogotrunan, Desa Boreng dan Desa Blukon Kecamatan Lumajang itu menyampaikan keluh kesahnya. Meski tidak ditemui langsung oleh bupati, mereka lega, aspirasi itu tersampaikan.

“Kami hanya ingin DAM Gambiran segera diperbaiki. Karena sebagian besar sawah kami bergantung dari aliran Kaliasem. Kalau DAM tidak segera diperbaiki, kami bisa gagal panen lagi seperti tahun lalu,” ujar salah satu petani asal Desa Boreng, Sawuri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Memang, kekeringan itu merupakan buntut lamanya penanganan DAM Gambiran, Kelurahan Rogotrunan yang jebol akibat debit air melebihi batas, akhir Februari tahun lalu. Padahal, para petani di sekitar aliran sungai itu bergantung pada DAM Gambiran. Sehingga, mereka mendesak perbaikan segera dilakukan secepatnya.

- Advertisement -

BORENG, Radar Semeru – Bulan Februari memang masih musim penghujan. Meski intensitas hujan di Lumajang cukup tinggi, tidak semua lahan pertanian terpenuhi kebutuhan air. Terlebih lahan pertanian di kawasan perkotaan. Sebagian besar lahan pertanian mereka masih kering.

Kekeringan yang melanda hampir satu tahun ini menyebabkan sejumlah perwakilan petani wadul ke Bupati Lumajang, kemarin. Petani yang berasal dari Kelurahan Rogotrunan, Desa Boreng dan Desa Blukon Kecamatan Lumajang itu menyampaikan keluh kesahnya. Meski tidak ditemui langsung oleh bupati, mereka lega, aspirasi itu tersampaikan.

“Kami hanya ingin DAM Gambiran segera diperbaiki. Karena sebagian besar sawah kami bergantung dari aliran Kaliasem. Kalau DAM tidak segera diperbaiki, kami bisa gagal panen lagi seperti tahun lalu,” ujar salah satu petani asal Desa Boreng, Sawuri.

Memang, kekeringan itu merupakan buntut lamanya penanganan DAM Gambiran, Kelurahan Rogotrunan yang jebol akibat debit air melebihi batas, akhir Februari tahun lalu. Padahal, para petani di sekitar aliran sungai itu bergantung pada DAM Gambiran. Sehingga, mereka mendesak perbaikan segera dilakukan secepatnya.

BORENG, Radar Semeru – Bulan Februari memang masih musim penghujan. Meski intensitas hujan di Lumajang cukup tinggi, tidak semua lahan pertanian terpenuhi kebutuhan air. Terlebih lahan pertanian di kawasan perkotaan. Sebagian besar lahan pertanian mereka masih kering.

Kekeringan yang melanda hampir satu tahun ini menyebabkan sejumlah perwakilan petani wadul ke Bupati Lumajang, kemarin. Petani yang berasal dari Kelurahan Rogotrunan, Desa Boreng dan Desa Blukon Kecamatan Lumajang itu menyampaikan keluh kesahnya. Meski tidak ditemui langsung oleh bupati, mereka lega, aspirasi itu tersampaikan.

“Kami hanya ingin DAM Gambiran segera diperbaiki. Karena sebagian besar sawah kami bergantung dari aliran Kaliasem. Kalau DAM tidak segera diperbaiki, kami bisa gagal panen lagi seperti tahun lalu,” ujar salah satu petani asal Desa Boreng, Sawuri.

Memang, kekeringan itu merupakan buntut lamanya penanganan DAM Gambiran, Kelurahan Rogotrunan yang jebol akibat debit air melebihi batas, akhir Februari tahun lalu. Padahal, para petani di sekitar aliran sungai itu bergantung pada DAM Gambiran. Sehingga, mereka mendesak perbaikan segera dilakukan secepatnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/