alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Modal Rp 200 Ribu Daftar Polisi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Siapa pun tak ada yang bisa menebak nasib seseorang. Termasuk diri sendiri. Meski niatnya adalah untuk kuliah di perguruan tinggi bergengsi, ternyata tersesat di jalan yang benar menjadi seorang polisi. Modalnya hanya Rp 200 ribu lagi.

Perempuan yang merasakan betul nasib itu adalah IPDA Adrias Shinta Perdana Wicaksono. Kini dia menjabat sebagai Paur Subag  Humas Polres Lumajang. Perempuan kelahiran Kota Madiun tersebut kini adalah polwan yang memegang posisi penting di Polres Lumajang.

Dia mengaku tidak pernah terbesit sedikitpun untuk menjadi seorang polisi. Sebab, kondisi ekonomi keluarganya sangat tidak mendukung. Orang tuanya  hanya bekerja sebagai wiraswasta. Sebagai sopir angkot. Sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga yang bekerja membantu ayahnya. “Saya diterima sebagai polisi banyak orang curiga bayar berapa, karena orang tua saya adalah orang yang sangat biasa, sangat sederhana. Bapak sopir sedangkan ibu bantu-bantu keluarga,” ucapnya dalam obrolan perempuan di Radar Semeru TV.

Mobile_AP_Rectangle 2

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Siapa pun tak ada yang bisa menebak nasib seseorang. Termasuk diri sendiri. Meski niatnya adalah untuk kuliah di perguruan tinggi bergengsi, ternyata tersesat di jalan yang benar menjadi seorang polisi. Modalnya hanya Rp 200 ribu lagi.

Perempuan yang merasakan betul nasib itu adalah IPDA Adrias Shinta Perdana Wicaksono. Kini dia menjabat sebagai Paur Subag  Humas Polres Lumajang. Perempuan kelahiran Kota Madiun tersebut kini adalah polwan yang memegang posisi penting di Polres Lumajang.

Dia mengaku tidak pernah terbesit sedikitpun untuk menjadi seorang polisi. Sebab, kondisi ekonomi keluarganya sangat tidak mendukung. Orang tuanya  hanya bekerja sebagai wiraswasta. Sebagai sopir angkot. Sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga yang bekerja membantu ayahnya. “Saya diterima sebagai polisi banyak orang curiga bayar berapa, karena orang tua saya adalah orang yang sangat biasa, sangat sederhana. Bapak sopir sedangkan ibu bantu-bantu keluarga,” ucapnya dalam obrolan perempuan di Radar Semeru TV.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Siapa pun tak ada yang bisa menebak nasib seseorang. Termasuk diri sendiri. Meski niatnya adalah untuk kuliah di perguruan tinggi bergengsi, ternyata tersesat di jalan yang benar menjadi seorang polisi. Modalnya hanya Rp 200 ribu lagi.

Perempuan yang merasakan betul nasib itu adalah IPDA Adrias Shinta Perdana Wicaksono. Kini dia menjabat sebagai Paur Subag  Humas Polres Lumajang. Perempuan kelahiran Kota Madiun tersebut kini adalah polwan yang memegang posisi penting di Polres Lumajang.

Dia mengaku tidak pernah terbesit sedikitpun untuk menjadi seorang polisi. Sebab, kondisi ekonomi keluarganya sangat tidak mendukung. Orang tuanya  hanya bekerja sebagai wiraswasta. Sebagai sopir angkot. Sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga yang bekerja membantu ayahnya. “Saya diterima sebagai polisi banyak orang curiga bayar berapa, karena orang tua saya adalah orang yang sangat biasa, sangat sederhana. Bapak sopir sedangkan ibu bantu-bantu keluarga,” ucapnya dalam obrolan perempuan di Radar Semeru TV.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/