alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Pencarian Korban Erupsi Semeru Lumajang Dihentikan Karena ini

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Upaya pencarian korban bencana Gunung Semeru di Lumajang terus dilakukan oleh tim gabungan. Hari kesepuluh pascaerupsi Gunug Semeru di Lumajang, pencarian dilakukan di beberapa titik yang ditengarai sebagai tempat bekerjanya para penambang pasir. Sebab, di lokasi itu diduga masih banyak korban yang tertimbun lahar dingin saat terjadi erupsi gunung semeru.

Pencarian dipusatkan di titik tempat berkumpulnya penambang yang berada di kaki Gunung Semeru, Dusun Curahkobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Pencarian dengan prosedur ketat itu melibatkan Tim Basarnas, Polri, TNI, PMI, dan relawan. Demi memudahkan, petugas memperketat penjagaan. Relawan dan awak media yang akan masuk ke lokasi harus memiliki izin khusus dengan menunjukkan stiker dari Basarnas. Demikian juga dengan mobil relawan yang sudah melewati pintu masuk. Mereka harus memarkir kendaraannya di tempat yang tidak jauh dari lokasi pencarian korban erupsi gunung semeru Lumajang.

Selain anggota Basarnas, Polri, TNI, PMI, serta relawan, pencarian juga melibatkan keluarga yang mengaku masih kehilangan anggota keluarganya. Mereka terus mendekat ke petugas SAR dan PMI sambil menunjuk lokasi tempat para penambang duduk. “Di sini ini tempat para penambang bekerja. Tiba-tiba lokasinya tersapu saat terjadi lahar dingin,” kata Irwan, warga setempat. Menurut dia, warga Dusun Curahkobokan Lumajang ini masih banyak yang belum ditemukan. Ada juga perempuan yang hilang, sementara anak dan suaminya sudah meninggal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Proses pencarian kali ini tidak lagi dilakukan secara manual atau menggunakan anjing pelacak. Melainkan memakai empat alat berat milik Polda Jawa Timur. Empat ekskavator itu dikerahkan untuk mengeruk lokasi yang ditengarai sebagai tempat penambang. Diperkirakan, di lokasi itu masih ada korban yang tertimbun lahar dingin.

Sehari sebelumnya, Minggu (12/12), setelah dilakukan pengerukan juga dilakukan penyemprotan di bekas galian. Petugas menggunakan dua mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkot Surabaya untuk membersihkan lokasi.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Upaya pencarian korban bencana Gunung Semeru di Lumajang terus dilakukan oleh tim gabungan. Hari kesepuluh pascaerupsi Gunug Semeru di Lumajang, pencarian dilakukan di beberapa titik yang ditengarai sebagai tempat bekerjanya para penambang pasir. Sebab, di lokasi itu diduga masih banyak korban yang tertimbun lahar dingin saat terjadi erupsi gunung semeru.

Pencarian dipusatkan di titik tempat berkumpulnya penambang yang berada di kaki Gunung Semeru, Dusun Curahkobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Pencarian dengan prosedur ketat itu melibatkan Tim Basarnas, Polri, TNI, PMI, dan relawan. Demi memudahkan, petugas memperketat penjagaan. Relawan dan awak media yang akan masuk ke lokasi harus memiliki izin khusus dengan menunjukkan stiker dari Basarnas. Demikian juga dengan mobil relawan yang sudah melewati pintu masuk. Mereka harus memarkir kendaraannya di tempat yang tidak jauh dari lokasi pencarian korban erupsi gunung semeru Lumajang.

Selain anggota Basarnas, Polri, TNI, PMI, serta relawan, pencarian juga melibatkan keluarga yang mengaku masih kehilangan anggota keluarganya. Mereka terus mendekat ke petugas SAR dan PMI sambil menunjuk lokasi tempat para penambang duduk. “Di sini ini tempat para penambang bekerja. Tiba-tiba lokasinya tersapu saat terjadi lahar dingin,” kata Irwan, warga setempat. Menurut dia, warga Dusun Curahkobokan Lumajang ini masih banyak yang belum ditemukan. Ada juga perempuan yang hilang, sementara anak dan suaminya sudah meninggal.

Proses pencarian kali ini tidak lagi dilakukan secara manual atau menggunakan anjing pelacak. Melainkan memakai empat alat berat milik Polda Jawa Timur. Empat ekskavator itu dikerahkan untuk mengeruk lokasi yang ditengarai sebagai tempat penambang. Diperkirakan, di lokasi itu masih ada korban yang tertimbun lahar dingin.

Sehari sebelumnya, Minggu (12/12), setelah dilakukan pengerukan juga dilakukan penyemprotan di bekas galian. Petugas menggunakan dua mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkot Surabaya untuk membersihkan lokasi.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Upaya pencarian korban bencana Gunung Semeru di Lumajang terus dilakukan oleh tim gabungan. Hari kesepuluh pascaerupsi Gunug Semeru di Lumajang, pencarian dilakukan di beberapa titik yang ditengarai sebagai tempat bekerjanya para penambang pasir. Sebab, di lokasi itu diduga masih banyak korban yang tertimbun lahar dingin saat terjadi erupsi gunung semeru.

Pencarian dipusatkan di titik tempat berkumpulnya penambang yang berada di kaki Gunung Semeru, Dusun Curahkobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Pencarian dengan prosedur ketat itu melibatkan Tim Basarnas, Polri, TNI, PMI, dan relawan. Demi memudahkan, petugas memperketat penjagaan. Relawan dan awak media yang akan masuk ke lokasi harus memiliki izin khusus dengan menunjukkan stiker dari Basarnas. Demikian juga dengan mobil relawan yang sudah melewati pintu masuk. Mereka harus memarkir kendaraannya di tempat yang tidak jauh dari lokasi pencarian korban erupsi gunung semeru Lumajang.

Selain anggota Basarnas, Polri, TNI, PMI, serta relawan, pencarian juga melibatkan keluarga yang mengaku masih kehilangan anggota keluarganya. Mereka terus mendekat ke petugas SAR dan PMI sambil menunjuk lokasi tempat para penambang duduk. “Di sini ini tempat para penambang bekerja. Tiba-tiba lokasinya tersapu saat terjadi lahar dingin,” kata Irwan, warga setempat. Menurut dia, warga Dusun Curahkobokan Lumajang ini masih banyak yang belum ditemukan. Ada juga perempuan yang hilang, sementara anak dan suaminya sudah meninggal.

Proses pencarian kali ini tidak lagi dilakukan secara manual atau menggunakan anjing pelacak. Melainkan memakai empat alat berat milik Polda Jawa Timur. Empat ekskavator itu dikerahkan untuk mengeruk lokasi yang ditengarai sebagai tempat penambang. Diperkirakan, di lokasi itu masih ada korban yang tertimbun lahar dingin.

Sehari sebelumnya, Minggu (12/12), setelah dilakukan pengerukan juga dilakukan penyemprotan di bekas galian. Petugas menggunakan dua mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkot Surabaya untuk membersihkan lokasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/