alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Akses Menuju Gucialit Terancam Putus

Proses Perbaikan Masih Dikoordinasikan Antarinstansi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ambrolnya separuh jalan arah Gucialit sudah berlangsung sepekan. Namun, penanganannya masih tahap perencanaan. Antarsatuan kerja juga masih melakukan koordinasi. Padahal, jalur utama yang menjadi satu-satunya akses ke Gucialit itu nyaris putus. Belum lagi, penerangan jalan yang begitu minim. Lengkap sudah.

Anwar, 40, warga Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, mengatakan, terjadinya longsoran itu awalnya tidak begitu besar. Namun, karena sudah terjadi sejak lama, bongkahan tebing semakin melebar menggerogoti aspal. “Awalnya, hanya longsor biasa dan tidak lebar, sekarang melebar karena tidak sedikit kendaraan yang lewat setiap hari,” ucapnya.

Meski mengalami kerusakan yang cukup parah, tetapi sampai kemarin masih belum ada korban kecelakaan. Bukan berarti kekhawatiran warga tidak ada. Sebab, jalan tersebut juga minim penerangan. Jika malam hari, tentu potensi kecelakaan makin meningkat.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ambrolnya separuh jalan arah Gucialit sudah berlangsung sepekan. Namun, penanganannya masih tahap perencanaan. Antarsatuan kerja juga masih melakukan koordinasi. Padahal, jalur utama yang menjadi satu-satunya akses ke Gucialit itu nyaris putus. Belum lagi, penerangan jalan yang begitu minim. Lengkap sudah.

Anwar, 40, warga Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, mengatakan, terjadinya longsoran itu awalnya tidak begitu besar. Namun, karena sudah terjadi sejak lama, bongkahan tebing semakin melebar menggerogoti aspal. “Awalnya, hanya longsor biasa dan tidak lebar, sekarang melebar karena tidak sedikit kendaraan yang lewat setiap hari,” ucapnya.

Meski mengalami kerusakan yang cukup parah, tetapi sampai kemarin masih belum ada korban kecelakaan. Bukan berarti kekhawatiran warga tidak ada. Sebab, jalan tersebut juga minim penerangan. Jika malam hari, tentu potensi kecelakaan makin meningkat.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ambrolnya separuh jalan arah Gucialit sudah berlangsung sepekan. Namun, penanganannya masih tahap perencanaan. Antarsatuan kerja juga masih melakukan koordinasi. Padahal, jalur utama yang menjadi satu-satunya akses ke Gucialit itu nyaris putus. Belum lagi, penerangan jalan yang begitu minim. Lengkap sudah.

Anwar, 40, warga Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, mengatakan, terjadinya longsoran itu awalnya tidak begitu besar. Namun, karena sudah terjadi sejak lama, bongkahan tebing semakin melebar menggerogoti aspal. “Awalnya, hanya longsor biasa dan tidak lebar, sekarang melebar karena tidak sedikit kendaraan yang lewat setiap hari,” ucapnya.

Meski mengalami kerusakan yang cukup parah, tetapi sampai kemarin masih belum ada korban kecelakaan. Bukan berarti kekhawatiran warga tidak ada. Sebab, jalan tersebut juga minim penerangan. Jika malam hari, tentu potensi kecelakaan makin meningkat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/