alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Pemangkasan Pohon Jalan HOS Cokroaminoto Sebabkan Kemacetan

Target 110 Pohon Selesai Bulan Depan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kemacetan yang terjadi di Jalan HOS Cokroaminoto, Tompokersan, Lumajang, kemarin dipicu aktivitas penebangan pohon di jalan KH Wahid Hasyim. Oleh sebab itu, akses menuju atau dari kawasan kota tersebut terpaksa ditutup selama lima hari. Hal itu dilakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat atau pengendara sekitar.

Data yang berhasil dihimpun, ada 110 pohon yang diajukan untuk dipangkas atau ditebang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang mencatat, 70 pohon di antaranya sudah dilakukan pemangkasan. Kegiatan tersebut terus dilakukan. Sebab, mayoritas pemangkasan pohon atas permintaan masyarakat.

“Permintaan itu disampaikan langsung ke kami atau melalui media sosial. Sehingga, saat ada pemangkasan, kami menutup jalan di sekitar pengerjaan. Ini merupakan upaya pengamanan untuk masyarakat sekitar,” kata Gunawan Eko P, Kabid Pemeliharaan Kualitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gunawan menjelaskan, informasi penutupan jalan sudah dikoordinasikan dengan jajaran terkait seperti Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Lumajang, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Rambu penutupan juga dipasang. Namun, pantauan Jawa Pos Radar Semeru, di ruas jalan lain tidak ada petugas. Sehingga kemacetan terjadi. Sedangkan untuk mengantisipasi masalah listrik di lokasi pemangkasan, DLH juga berkoordinasi dengan PLN Lumajang.

“Masyarakat sangat kooperatif selama proses pemangkasan pohon berlangsung. Memang sebelumnya, kami juga sudah menginformasikan hal itu ke warga atau mereka yang memiliki toko. Kami tidak melarang mereka untuk buka dan berjualan. Karena pengerjaan juga tidak 24 jam penuh. Artinya, mereka masih bisa melayani pembeli di luar jam pengerjaan pohon. Karena kalau tetap nekat beraktivitas di bawah pengerjaan, risiko terkena jatuhan pohon sangat tinggi,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kemacetan yang terjadi di Jalan HOS Cokroaminoto, Tompokersan, Lumajang, kemarin dipicu aktivitas penebangan pohon di jalan KH Wahid Hasyim. Oleh sebab itu, akses menuju atau dari kawasan kota tersebut terpaksa ditutup selama lima hari. Hal itu dilakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat atau pengendara sekitar.

Data yang berhasil dihimpun, ada 110 pohon yang diajukan untuk dipangkas atau ditebang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang mencatat, 70 pohon di antaranya sudah dilakukan pemangkasan. Kegiatan tersebut terus dilakukan. Sebab, mayoritas pemangkasan pohon atas permintaan masyarakat.

“Permintaan itu disampaikan langsung ke kami atau melalui media sosial. Sehingga, saat ada pemangkasan, kami menutup jalan di sekitar pengerjaan. Ini merupakan upaya pengamanan untuk masyarakat sekitar,” kata Gunawan Eko P, Kabid Pemeliharaan Kualitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang.

Gunawan menjelaskan, informasi penutupan jalan sudah dikoordinasikan dengan jajaran terkait seperti Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Lumajang, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Rambu penutupan juga dipasang. Namun, pantauan Jawa Pos Radar Semeru, di ruas jalan lain tidak ada petugas. Sehingga kemacetan terjadi. Sedangkan untuk mengantisipasi masalah listrik di lokasi pemangkasan, DLH juga berkoordinasi dengan PLN Lumajang.

“Masyarakat sangat kooperatif selama proses pemangkasan pohon berlangsung. Memang sebelumnya, kami juga sudah menginformasikan hal itu ke warga atau mereka yang memiliki toko. Kami tidak melarang mereka untuk buka dan berjualan. Karena pengerjaan juga tidak 24 jam penuh. Artinya, mereka masih bisa melayani pembeli di luar jam pengerjaan pohon. Karena kalau tetap nekat beraktivitas di bawah pengerjaan, risiko terkena jatuhan pohon sangat tinggi,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kemacetan yang terjadi di Jalan HOS Cokroaminoto, Tompokersan, Lumajang, kemarin dipicu aktivitas penebangan pohon di jalan KH Wahid Hasyim. Oleh sebab itu, akses menuju atau dari kawasan kota tersebut terpaksa ditutup selama lima hari. Hal itu dilakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat atau pengendara sekitar.

Data yang berhasil dihimpun, ada 110 pohon yang diajukan untuk dipangkas atau ditebang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang mencatat, 70 pohon di antaranya sudah dilakukan pemangkasan. Kegiatan tersebut terus dilakukan. Sebab, mayoritas pemangkasan pohon atas permintaan masyarakat.

“Permintaan itu disampaikan langsung ke kami atau melalui media sosial. Sehingga, saat ada pemangkasan, kami menutup jalan di sekitar pengerjaan. Ini merupakan upaya pengamanan untuk masyarakat sekitar,” kata Gunawan Eko P, Kabid Pemeliharaan Kualitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang.

Gunawan menjelaskan, informasi penutupan jalan sudah dikoordinasikan dengan jajaran terkait seperti Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Lumajang, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Rambu penutupan juga dipasang. Namun, pantauan Jawa Pos Radar Semeru, di ruas jalan lain tidak ada petugas. Sehingga kemacetan terjadi. Sedangkan untuk mengantisipasi masalah listrik di lokasi pemangkasan, DLH juga berkoordinasi dengan PLN Lumajang.

“Masyarakat sangat kooperatif selama proses pemangkasan pohon berlangsung. Memang sebelumnya, kami juga sudah menginformasikan hal itu ke warga atau mereka yang memiliki toko. Kami tidak melarang mereka untuk buka dan berjualan. Karena pengerjaan juga tidak 24 jam penuh. Artinya, mereka masih bisa melayani pembeli di luar jam pengerjaan pohon. Karena kalau tetap nekat beraktivitas di bawah pengerjaan, risiko terkena jatuhan pohon sangat tinggi,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/