alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Macet Akibat Penutupan Jalan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Selama empat hari hingga kemarin (13/10), sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto, Tompokersan, Lumajang, mulai pagi hingga sore terjadi kemacetan panjang. Para pengendara yang terjebak macet sekitar 400 meter harus lebih sabar. Hal tersebut disebabkan adanya penutupan ruas jalan lain, yakni jalan KH Wahid Hasyim.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, arus jalan HOS Cokroaminoto memang padat merayap. Terlebih pada siang hari. Kondisi mengular akan lebih panjang. Sebab, selain bertepatan dengan waktu istirahat, anak-anak juga pulang sekolah. Akibatnya, kemacetan tidak terhindarkan. “Penyebabnya ada penutupan jalan lain. Jadi, warga memilih jalan ini untuk menuju ke kawasan kota. Kalau normal, meskipun ramai tidak ada kemacetan. Tetapi, empat hari ini macetnya lumayan parah,” ungkap Ilham, warga setempat.

Memang, di jalanan tersebut tidak ada pengerahan personel dari kepolisian atau Dinas Perhubungan Lumajang. Akibatnya, para pengendara saling berebut posisi untuk melaju lebih dulu. Hal itu menyebabkan kemacetan lebih parah. Bahkan, antarpengendara sempat adu mulut karena bersenggolan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau ada mobil lain yang ngeblong atau nyalip duluan menambah kemacetan. Sedangkan dari arah berlawanan juga ada kendaraan yang tidak mau mengalah. Sempat juga ada sepeda motor bersenggolan dengan mobil. Meski tidak jatuh, keduanya adu mulut,” jelasnya.

Tidak hanya itu, di jalan tersebut juga ada sejumlah toko dan gudang besar. Saat kendaraan berhenti atau menyeberang jalan untuk menurunkan dan mengangkut barang, kendaraan lain terpaksa berhenti. Akibatnya, kemacetan bertambah. Meski hanya beberapa menit, hal tersebut banyak dikeluhkan warga.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Selama empat hari hingga kemarin (13/10), sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto, Tompokersan, Lumajang, mulai pagi hingga sore terjadi kemacetan panjang. Para pengendara yang terjebak macet sekitar 400 meter harus lebih sabar. Hal tersebut disebabkan adanya penutupan ruas jalan lain, yakni jalan KH Wahid Hasyim.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, arus jalan HOS Cokroaminoto memang padat merayap. Terlebih pada siang hari. Kondisi mengular akan lebih panjang. Sebab, selain bertepatan dengan waktu istirahat, anak-anak juga pulang sekolah. Akibatnya, kemacetan tidak terhindarkan. “Penyebabnya ada penutupan jalan lain. Jadi, warga memilih jalan ini untuk menuju ke kawasan kota. Kalau normal, meskipun ramai tidak ada kemacetan. Tetapi, empat hari ini macetnya lumayan parah,” ungkap Ilham, warga setempat.

Memang, di jalanan tersebut tidak ada pengerahan personel dari kepolisian atau Dinas Perhubungan Lumajang. Akibatnya, para pengendara saling berebut posisi untuk melaju lebih dulu. Hal itu menyebabkan kemacetan lebih parah. Bahkan, antarpengendara sempat adu mulut karena bersenggolan.

“Kalau ada mobil lain yang ngeblong atau nyalip duluan menambah kemacetan. Sedangkan dari arah berlawanan juga ada kendaraan yang tidak mau mengalah. Sempat juga ada sepeda motor bersenggolan dengan mobil. Meski tidak jatuh, keduanya adu mulut,” jelasnya.

Tidak hanya itu, di jalan tersebut juga ada sejumlah toko dan gudang besar. Saat kendaraan berhenti atau menyeberang jalan untuk menurunkan dan mengangkut barang, kendaraan lain terpaksa berhenti. Akibatnya, kemacetan bertambah. Meski hanya beberapa menit, hal tersebut banyak dikeluhkan warga.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Selama empat hari hingga kemarin (13/10), sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto, Tompokersan, Lumajang, mulai pagi hingga sore terjadi kemacetan panjang. Para pengendara yang terjebak macet sekitar 400 meter harus lebih sabar. Hal tersebut disebabkan adanya penutupan ruas jalan lain, yakni jalan KH Wahid Hasyim.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, arus jalan HOS Cokroaminoto memang padat merayap. Terlebih pada siang hari. Kondisi mengular akan lebih panjang. Sebab, selain bertepatan dengan waktu istirahat, anak-anak juga pulang sekolah. Akibatnya, kemacetan tidak terhindarkan. “Penyebabnya ada penutupan jalan lain. Jadi, warga memilih jalan ini untuk menuju ke kawasan kota. Kalau normal, meskipun ramai tidak ada kemacetan. Tetapi, empat hari ini macetnya lumayan parah,” ungkap Ilham, warga setempat.

Memang, di jalanan tersebut tidak ada pengerahan personel dari kepolisian atau Dinas Perhubungan Lumajang. Akibatnya, para pengendara saling berebut posisi untuk melaju lebih dulu. Hal itu menyebabkan kemacetan lebih parah. Bahkan, antarpengendara sempat adu mulut karena bersenggolan.

“Kalau ada mobil lain yang ngeblong atau nyalip duluan menambah kemacetan. Sedangkan dari arah berlawanan juga ada kendaraan yang tidak mau mengalah. Sempat juga ada sepeda motor bersenggolan dengan mobil. Meski tidak jatuh, keduanya adu mulut,” jelasnya.

Tidak hanya itu, di jalan tersebut juga ada sejumlah toko dan gudang besar. Saat kendaraan berhenti atau menyeberang jalan untuk menurunkan dan mengangkut barang, kendaraan lain terpaksa berhenti. Akibatnya, kemacetan bertambah. Meski hanya beberapa menit, hal tersebut banyak dikeluhkan warga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/