alexametrics
26 C
Jember
Thursday, 23 September 2021
spot_imgspot_img

Cak Thoriq Keluhkan Bantuan Penanganan Kekeringan di Lumajang Molor

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kunjungan kerja Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti ke Lumajang dimanfaatkan betul oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Dalam kesempatan itu, Cak Thoriq menyampaikan terlambatnya penyerahan bantuan konstruksi untuk warga terdampak gempa, beberapa bulan lalu.

Dalam kunjungan kerja itu, selain Ketua DPD RI melakukan fungsi pengawasan, juga menerima segala aspirasi yang disampaikan Pemkab Lumajang. Sebab, tidak bisa dimungkiri setiap daerah, termasuk Lumajang, memiliki problem yang perlu dicarikan solusi supaya penanganannya tepat.

Cak Thoriq menyebutkan, ada dua hal yang dihadapi Pemkab Lumajang. Pertama, soal bantuan bencana alam dampak gempa bumi di Kecamatan Tempursari, Kecamatan Pronojiwo, dan sekitarnya yang belum cair. Padahal jumlah rumah warga yang terdampak mencapai ribuan. Saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara). “Ini dari APBN belum ada progres untuk pembangunan rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Menurut undang-undang, ini murni kewajiban APBN,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selanjutnya, soal percepatan penanganan kekurangan air bersih kawasan utara yang belum terselesaikan dengan baik. Cak Thoriq menambahkan, salah satu upaya menyelesaikan krisis air yang menahun adalah program sistem penyediaan air minum (SPAM) regional. Kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) bisa menjadi solusi. Sebab, saat ini kekurangan air masih menjadi kekhawatiran warga kawasan utara.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kunjungan kerja Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti ke Lumajang dimanfaatkan betul oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Dalam kesempatan itu, Cak Thoriq menyampaikan terlambatnya penyerahan bantuan konstruksi untuk warga terdampak gempa, beberapa bulan lalu.

Dalam kunjungan kerja itu, selain Ketua DPD RI melakukan fungsi pengawasan, juga menerima segala aspirasi yang disampaikan Pemkab Lumajang. Sebab, tidak bisa dimungkiri setiap daerah, termasuk Lumajang, memiliki problem yang perlu dicarikan solusi supaya penanganannya tepat.

Cak Thoriq menyebutkan, ada dua hal yang dihadapi Pemkab Lumajang. Pertama, soal bantuan bencana alam dampak gempa bumi di Kecamatan Tempursari, Kecamatan Pronojiwo, dan sekitarnya yang belum cair. Padahal jumlah rumah warga yang terdampak mencapai ribuan. Saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara). “Ini dari APBN belum ada progres untuk pembangunan rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Menurut undang-undang, ini murni kewajiban APBN,” katanya.

Selanjutnya, soal percepatan penanganan kekurangan air bersih kawasan utara yang belum terselesaikan dengan baik. Cak Thoriq menambahkan, salah satu upaya menyelesaikan krisis air yang menahun adalah program sistem penyediaan air minum (SPAM) regional. Kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) bisa menjadi solusi. Sebab, saat ini kekurangan air masih menjadi kekhawatiran warga kawasan utara.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kunjungan kerja Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti ke Lumajang dimanfaatkan betul oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Dalam kesempatan itu, Cak Thoriq menyampaikan terlambatnya penyerahan bantuan konstruksi untuk warga terdampak gempa, beberapa bulan lalu.

Dalam kunjungan kerja itu, selain Ketua DPD RI melakukan fungsi pengawasan, juga menerima segala aspirasi yang disampaikan Pemkab Lumajang. Sebab, tidak bisa dimungkiri setiap daerah, termasuk Lumajang, memiliki problem yang perlu dicarikan solusi supaya penanganannya tepat.

Cak Thoriq menyebutkan, ada dua hal yang dihadapi Pemkab Lumajang. Pertama, soal bantuan bencana alam dampak gempa bumi di Kecamatan Tempursari, Kecamatan Pronojiwo, dan sekitarnya yang belum cair. Padahal jumlah rumah warga yang terdampak mencapai ribuan. Saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara). “Ini dari APBN belum ada progres untuk pembangunan rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Menurut undang-undang, ini murni kewajiban APBN,” katanya.

Selanjutnya, soal percepatan penanganan kekurangan air bersih kawasan utara yang belum terselesaikan dengan baik. Cak Thoriq menambahkan, salah satu upaya menyelesaikan krisis air yang menahun adalah program sistem penyediaan air minum (SPAM) regional. Kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) bisa menjadi solusi. Sebab, saat ini kekurangan air masih menjadi kekhawatiran warga kawasan utara.


BERITA TERKINI

Wajib Dibaca