alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Diduga Meninggal karena Serangan Jantung

Kerabat Tak Ingin Jenazah Diotopsi

Mobile_AP_Rectangle 1

Hasilnya, mereka tidak bersedia dilakukan visum (otopsi). Sebab, mereka menyadari tidak ada kejanggalan dalam kematian korban. Mereka menerima kematian tersebut sebagai hal yang wajar dan membuat surat pernyataan. Karenanya, evakuasi langsung dipasrahkan sepenuhnya ke BPBD Lumajang. Pukul 12.00 WIB, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang tiba di lokasi dan segera mengevakuasi jenazah. Setelah melihat kondisi jenazah, tim langsung memakamkan jenazah di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Sidodadi, Kraton, Yosowilangun.

Joko Sambang, Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Lumajang, mengatakan, evakuasi korban sebenarnya bukan ranah BPBD. Namun, setiap ada kejadian darurat, TRC juga harus siap. “Korban seperti itu bukan ranah BPBD. Kami hanya di ranah darurat. Tetapi, jika memang ada keadaan mendesak, TRC harus siap. Jadi, tim segera meluncur membawa peralatan seperti kantong jenazah dan alat pelindung diri lengkap,” katanya.

Semasa hidup, korban diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Dia tinggal di rumah seorang diri serta tidak memiliki anak dan istri. Masyarakat mengenalnya sering keliling menaiki sepeda kayuh dalam kondisi ban sepeda bocor.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jurnalis: mg2
Fotografer:
Istimewa
Editor:
Hafid Asnan

- Advertisement -

Hasilnya, mereka tidak bersedia dilakukan visum (otopsi). Sebab, mereka menyadari tidak ada kejanggalan dalam kematian korban. Mereka menerima kematian tersebut sebagai hal yang wajar dan membuat surat pernyataan. Karenanya, evakuasi langsung dipasrahkan sepenuhnya ke BPBD Lumajang. Pukul 12.00 WIB, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang tiba di lokasi dan segera mengevakuasi jenazah. Setelah melihat kondisi jenazah, tim langsung memakamkan jenazah di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Sidodadi, Kraton, Yosowilangun.

Joko Sambang, Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Lumajang, mengatakan, evakuasi korban sebenarnya bukan ranah BPBD. Namun, setiap ada kejadian darurat, TRC juga harus siap. “Korban seperti itu bukan ranah BPBD. Kami hanya di ranah darurat. Tetapi, jika memang ada keadaan mendesak, TRC harus siap. Jadi, tim segera meluncur membawa peralatan seperti kantong jenazah dan alat pelindung diri lengkap,” katanya.

Semasa hidup, korban diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Dia tinggal di rumah seorang diri serta tidak memiliki anak dan istri. Masyarakat mengenalnya sering keliling menaiki sepeda kayuh dalam kondisi ban sepeda bocor.

Jurnalis: mg2
Fotografer:
Istimewa
Editor:
Hafid Asnan

Hasilnya, mereka tidak bersedia dilakukan visum (otopsi). Sebab, mereka menyadari tidak ada kejanggalan dalam kematian korban. Mereka menerima kematian tersebut sebagai hal yang wajar dan membuat surat pernyataan. Karenanya, evakuasi langsung dipasrahkan sepenuhnya ke BPBD Lumajang. Pukul 12.00 WIB, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang tiba di lokasi dan segera mengevakuasi jenazah. Setelah melihat kondisi jenazah, tim langsung memakamkan jenazah di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Sidodadi, Kraton, Yosowilangun.

Joko Sambang, Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Lumajang, mengatakan, evakuasi korban sebenarnya bukan ranah BPBD. Namun, setiap ada kejadian darurat, TRC juga harus siap. “Korban seperti itu bukan ranah BPBD. Kami hanya di ranah darurat. Tetapi, jika memang ada keadaan mendesak, TRC harus siap. Jadi, tim segera meluncur membawa peralatan seperti kantong jenazah dan alat pelindung diri lengkap,” katanya.

Semasa hidup, korban diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Dia tinggal di rumah seorang diri serta tidak memiliki anak dan istri. Masyarakat mengenalnya sering keliling menaiki sepeda kayuh dalam kondisi ban sepeda bocor.

Jurnalis: mg2
Fotografer:
Istimewa
Editor:
Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Pupuk Ajaib Bonggol Pisang

/