alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Pengadaannya kok Diurus Kecamatan

Realisasi Pengadaan CCTV Membingungkan Pihak Desa Pelimpahan dalam pemenuhan CCTV yang dibebankan ke desa rawan memunculkan masalah. Memang spesifikasinya diatur sedemikian rupa untuk diseragamkan sekabupaten. Namun, pengadaannya ternyata membingungkan. Ada juga kabar yang beredar bahwa diurus pihak kecamatan.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemasangan CCTV memang perlu disegerakan. Apalagi juga menjadi visi yang merupakan janji politik pemerintah. Sayangnya, sampai saat ini pengadaannya belum beres-beres. Padahal anggarannya telah diserap.

Salah satunya di Kecamatan Sumbersuko. Menurut Kepala Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, Gatot Susiyanto, pencairan dana desa (DD) untuk pengadaan alat perekam tersebut telah dicairkan beberapa bulan lalu. Rencananya ada lima titik yang dipasang di desa tersebut. Namun, hingga saat ini belum segera terealisasi.

“Sudah agak lama kami cairkan untuk CCTV, tetapi memang belum dipasang. Saya tidak tahu teknisnya siapa dan pemasangannya kapan. Karena dulu sudah saya kasihkan ke pihak kecamatan. Nanti mungkin pemasangannya bisa disegerakan,” jelasnya, ketika ditemui di kantor desa, beberapa waktu lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, lambatnya pemasangan itu menjadi kendala untuk segera menemukan pelaku perusakan di kantornya. Ditambah, realisasi alat perekam tersebut menjadi kendala pencairan DD tahap selanjutnya. Sebab, sampai saat ini laporan berapa pembiayaannya belum juga bisa dilaporkan.

Sementara itu, Camat Sumbersuko Misjoko mengatakan, ada tiga desa yang sudah terpasang. Di antaranya Desa Grati, Kebonsari, dan Desa Labruk Kidul. Hanya, menurutnya, ada beberapa kendala selama realisasi. Dia berdalih kondisi itu bisa diatasi. Sementara, mengenai kabar penyerahan DD ke pihak kecamatan, dirinya mengaku tidak tahu.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemasangan CCTV memang perlu disegerakan. Apalagi juga menjadi visi yang merupakan janji politik pemerintah. Sayangnya, sampai saat ini pengadaannya belum beres-beres. Padahal anggarannya telah diserap.

Salah satunya di Kecamatan Sumbersuko. Menurut Kepala Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, Gatot Susiyanto, pencairan dana desa (DD) untuk pengadaan alat perekam tersebut telah dicairkan beberapa bulan lalu. Rencananya ada lima titik yang dipasang di desa tersebut. Namun, hingga saat ini belum segera terealisasi.

“Sudah agak lama kami cairkan untuk CCTV, tetapi memang belum dipasang. Saya tidak tahu teknisnya siapa dan pemasangannya kapan. Karena dulu sudah saya kasihkan ke pihak kecamatan. Nanti mungkin pemasangannya bisa disegerakan,” jelasnya, ketika ditemui di kantor desa, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, lambatnya pemasangan itu menjadi kendala untuk segera menemukan pelaku perusakan di kantornya. Ditambah, realisasi alat perekam tersebut menjadi kendala pencairan DD tahap selanjutnya. Sebab, sampai saat ini laporan berapa pembiayaannya belum juga bisa dilaporkan.

Sementara itu, Camat Sumbersuko Misjoko mengatakan, ada tiga desa yang sudah terpasang. Di antaranya Desa Grati, Kebonsari, dan Desa Labruk Kidul. Hanya, menurutnya, ada beberapa kendala selama realisasi. Dia berdalih kondisi itu bisa diatasi. Sementara, mengenai kabar penyerahan DD ke pihak kecamatan, dirinya mengaku tidak tahu.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemasangan CCTV memang perlu disegerakan. Apalagi juga menjadi visi yang merupakan janji politik pemerintah. Sayangnya, sampai saat ini pengadaannya belum beres-beres. Padahal anggarannya telah diserap.

Salah satunya di Kecamatan Sumbersuko. Menurut Kepala Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, Gatot Susiyanto, pencairan dana desa (DD) untuk pengadaan alat perekam tersebut telah dicairkan beberapa bulan lalu. Rencananya ada lima titik yang dipasang di desa tersebut. Namun, hingga saat ini belum segera terealisasi.

“Sudah agak lama kami cairkan untuk CCTV, tetapi memang belum dipasang. Saya tidak tahu teknisnya siapa dan pemasangannya kapan. Karena dulu sudah saya kasihkan ke pihak kecamatan. Nanti mungkin pemasangannya bisa disegerakan,” jelasnya, ketika ditemui di kantor desa, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, lambatnya pemasangan itu menjadi kendala untuk segera menemukan pelaku perusakan di kantornya. Ditambah, realisasi alat perekam tersebut menjadi kendala pencairan DD tahap selanjutnya. Sebab, sampai saat ini laporan berapa pembiayaannya belum juga bisa dilaporkan.

Sementara itu, Camat Sumbersuko Misjoko mengatakan, ada tiga desa yang sudah terpasang. Di antaranya Desa Grati, Kebonsari, dan Desa Labruk Kidul. Hanya, menurutnya, ada beberapa kendala selama realisasi. Dia berdalih kondisi itu bisa diatasi. Sementara, mengenai kabar penyerahan DD ke pihak kecamatan, dirinya mengaku tidak tahu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/