alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Warga Lumajang Geger, Dikira Bangkai Tikus Ternyata Jenazah Tetangganya

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Warga Jalan KH Wahid Hasyim Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang geger, sore tadi. Pasalnya, sejak beberapa hari terakhir, mereka mencium bau tidak sedap dari salah satu rumah warga di Gang 04 RT 01 RW 10. Warga setempat mengira bau busuk itu berasal dari bangkai tikus. Namun, setelah ditelusuri, ternyata bau itu berasal dari jenazah Isbandi Wantoro, 40.

Tetangga korban, Bawuk mengungkapkan, bau tidak sedap itu sudah ada sejak dua hari lalu. Namun, baunya kian menyengat hari ini. Semula, dia bersama warga lain menganggap itu adalah bangkai tikus. Akan tetapi, saat mendekat ke rumah Is, panggilan korban, warga mulai curiga. Sebab, empat hari ini, lampu dan listrik rumah korban selalu menyala.

“Saya minta tetangga lain untuk menghubungi Pak RW dan mengumpulkan warga untuk memeriksa rumah Is. Karena empat hari ini, rumahnya selalu tertutup dengan kondisi lampu dan listrik menyala. Tetapi, kami tidak pernah tahu dia keluar rumah. Karena tidak ada jawaban saat dipanggil, warga mencongkel jendela,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah masuk, lanjut Bawuk, warga menemukan Is sudah meninggal dunia. Kondisinya mengenaskan. Wajah dan tubuh Is sudah tidak bisa dikenali lagi. Sehingga penemuan itu langsung dilaporkan ke Babinsa dan Polsek setempat.

BACA JUGA: Isap Sabu-Sabu, lalu Curi Sapi

Bawuk menjelaskan, sehari-hari, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Biasanya dia hanya keluar untuk membantu ibunya berjualan di Pasar Klojen. Saat malam, korban berkumpul bersama teman-temannya di warung kopi. “Kata teman-temannya, korban sering mengeluh perut dan badannya sakit. Tapi, warga juga tidak tahu apakah memang sakit. Karena jarang berkomunikasi dengan tetangga,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Warga Jalan KH Wahid Hasyim Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang geger, sore tadi. Pasalnya, sejak beberapa hari terakhir, mereka mencium bau tidak sedap dari salah satu rumah warga di Gang 04 RT 01 RW 10. Warga setempat mengira bau busuk itu berasal dari bangkai tikus. Namun, setelah ditelusuri, ternyata bau itu berasal dari jenazah Isbandi Wantoro, 40.

Tetangga korban, Bawuk mengungkapkan, bau tidak sedap itu sudah ada sejak dua hari lalu. Namun, baunya kian menyengat hari ini. Semula, dia bersama warga lain menganggap itu adalah bangkai tikus. Akan tetapi, saat mendekat ke rumah Is, panggilan korban, warga mulai curiga. Sebab, empat hari ini, lampu dan listrik rumah korban selalu menyala.

“Saya minta tetangga lain untuk menghubungi Pak RW dan mengumpulkan warga untuk memeriksa rumah Is. Karena empat hari ini, rumahnya selalu tertutup dengan kondisi lampu dan listrik menyala. Tetapi, kami tidak pernah tahu dia keluar rumah. Karena tidak ada jawaban saat dipanggil, warga mencongkel jendela,” katanya.

Setelah masuk, lanjut Bawuk, warga menemukan Is sudah meninggal dunia. Kondisinya mengenaskan. Wajah dan tubuh Is sudah tidak bisa dikenali lagi. Sehingga penemuan itu langsung dilaporkan ke Babinsa dan Polsek setempat.

BACA JUGA: Isap Sabu-Sabu, lalu Curi Sapi

Bawuk menjelaskan, sehari-hari, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Biasanya dia hanya keluar untuk membantu ibunya berjualan di Pasar Klojen. Saat malam, korban berkumpul bersama teman-temannya di warung kopi. “Kata teman-temannya, korban sering mengeluh perut dan badannya sakit. Tapi, warga juga tidak tahu apakah memang sakit. Karena jarang berkomunikasi dengan tetangga,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Warga Jalan KH Wahid Hasyim Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang geger, sore tadi. Pasalnya, sejak beberapa hari terakhir, mereka mencium bau tidak sedap dari salah satu rumah warga di Gang 04 RT 01 RW 10. Warga setempat mengira bau busuk itu berasal dari bangkai tikus. Namun, setelah ditelusuri, ternyata bau itu berasal dari jenazah Isbandi Wantoro, 40.

Tetangga korban, Bawuk mengungkapkan, bau tidak sedap itu sudah ada sejak dua hari lalu. Namun, baunya kian menyengat hari ini. Semula, dia bersama warga lain menganggap itu adalah bangkai tikus. Akan tetapi, saat mendekat ke rumah Is, panggilan korban, warga mulai curiga. Sebab, empat hari ini, lampu dan listrik rumah korban selalu menyala.

“Saya minta tetangga lain untuk menghubungi Pak RW dan mengumpulkan warga untuk memeriksa rumah Is. Karena empat hari ini, rumahnya selalu tertutup dengan kondisi lampu dan listrik menyala. Tetapi, kami tidak pernah tahu dia keluar rumah. Karena tidak ada jawaban saat dipanggil, warga mencongkel jendela,” katanya.

Setelah masuk, lanjut Bawuk, warga menemukan Is sudah meninggal dunia. Kondisinya mengenaskan. Wajah dan tubuh Is sudah tidak bisa dikenali lagi. Sehingga penemuan itu langsung dilaporkan ke Babinsa dan Polsek setempat.

BACA JUGA: Isap Sabu-Sabu, lalu Curi Sapi

Bawuk menjelaskan, sehari-hari, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Biasanya dia hanya keluar untuk membantu ibunya berjualan di Pasar Klojen. Saat malam, korban berkumpul bersama teman-temannya di warung kopi. “Kata teman-temannya, korban sering mengeluh perut dan badannya sakit. Tapi, warga juga tidak tahu apakah memang sakit. Karena jarang berkomunikasi dengan tetangga,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/