alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Rekayasa Urai Kemacetan Mudik dan Arus Balik

Setiap pagi, para pedagang buah tumpah ruah di sisi kanan dan kiri jalan Pasar Gedang Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan. Menjelang arus mudik dan balik Lebaran, skema rekayasa lalu lintas dibuat. Bisakah mengurai kemacetan yang menahun?

Mobile_AP_Rectangle 1

WATES WETAN, Radar Semeru – Kemacetan arus lalu lintas sudah menjadi hal biasa di sekitar kawasan Pasar Gedang Lumajang di Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso. Selama lima hari dalam sepekan, kondisi jalan pagi selalu dipenuhi para pedagang buah. Sebagian besar memang pedagang buah pisang. Namun, pedagang buah lainnya juga tak kalah banyak. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan.

Oleh karena itu, perlu upaya penanganan tepat agar kemacetan terurai. Terlebih mendekati arus mudik dan balik Lebaran. Agar kemacetan yang menjadi problem setiap saat bisa terselesaikan. Salah satu solusinya adalah pemasangan pagar besi pembatas jalan.

Beragam respons bermunculan. Ada pedagang yang menerima. Ada pula yang menolak. Mereka yang menerima menganggap hal itu bisa membuat arus lalu lintas kembali normal. Sementara yang menolak menilai hal itu bisa berimbas terhadap pendapatan sehari-hari. “Dari dulu sudah di tepi jalan. Kalau dipindah ke dalam, ya bisa jadi lakunya sedikit. Seperti beberapa tahun lalu,” ujar Jamal, salah satu pedagang pisang asal Klakah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang Wahyudi mengatakan, pembahasan pemasangan pembatas secara teknis belum dibahas. Yang pasti, pembatas itu tetap akan dipasang. Sebab, hal itu sudah disepakati saat rapat koordinasi lintas OPD, pedagang, dan masyarakat setempat.

Nantinya, pembatas itu berupa pagar besi yang akan dipasang di bahu jalan. Sesuai rencana awal, pagar besi itu dipasang sepanjang 30 meter di sekitar Pasar Gedang. Harapannya, pedagang buah yang biasanya berjualan di bahu jalan bisa pindah ke dalam pasar.

“Paling banyak pedagang yang berjualan di tepi jalan itu para petani, baik dari Lumajang atau dari luar Lumajang seperti Probolinggo dan Jember. Kami sudah mengimbau agar mereka berjualan di dalam kawasan pasar. Tapi tetap saja, jumlahnya yang di tepi jalan tidak berkurang,” katanya.

Dia berharap pemasangan pagar besi itu bisa mengurangi jumlah pedagang di tepi jalan. Sehingga arus lalu lintas bisa berjalan normal. Meskipun dia tidak menampik kemacetan juga kerap disebabkan aktivitas pasar tumpah Pasar Wates Wetan dan sekitarnya. (kin/c2/fid)

- Advertisement -

WATES WETAN, Radar Semeru – Kemacetan arus lalu lintas sudah menjadi hal biasa di sekitar kawasan Pasar Gedang Lumajang di Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso. Selama lima hari dalam sepekan, kondisi jalan pagi selalu dipenuhi para pedagang buah. Sebagian besar memang pedagang buah pisang. Namun, pedagang buah lainnya juga tak kalah banyak. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan.

Oleh karena itu, perlu upaya penanganan tepat agar kemacetan terurai. Terlebih mendekati arus mudik dan balik Lebaran. Agar kemacetan yang menjadi problem setiap saat bisa terselesaikan. Salah satu solusinya adalah pemasangan pagar besi pembatas jalan.

Beragam respons bermunculan. Ada pedagang yang menerima. Ada pula yang menolak. Mereka yang menerima menganggap hal itu bisa membuat arus lalu lintas kembali normal. Sementara yang menolak menilai hal itu bisa berimbas terhadap pendapatan sehari-hari. “Dari dulu sudah di tepi jalan. Kalau dipindah ke dalam, ya bisa jadi lakunya sedikit. Seperti beberapa tahun lalu,” ujar Jamal, salah satu pedagang pisang asal Klakah.

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang Wahyudi mengatakan, pembahasan pemasangan pembatas secara teknis belum dibahas. Yang pasti, pembatas itu tetap akan dipasang. Sebab, hal itu sudah disepakati saat rapat koordinasi lintas OPD, pedagang, dan masyarakat setempat.

Nantinya, pembatas itu berupa pagar besi yang akan dipasang di bahu jalan. Sesuai rencana awal, pagar besi itu dipasang sepanjang 30 meter di sekitar Pasar Gedang. Harapannya, pedagang buah yang biasanya berjualan di bahu jalan bisa pindah ke dalam pasar.

“Paling banyak pedagang yang berjualan di tepi jalan itu para petani, baik dari Lumajang atau dari luar Lumajang seperti Probolinggo dan Jember. Kami sudah mengimbau agar mereka berjualan di dalam kawasan pasar. Tapi tetap saja, jumlahnya yang di tepi jalan tidak berkurang,” katanya.

Dia berharap pemasangan pagar besi itu bisa mengurangi jumlah pedagang di tepi jalan. Sehingga arus lalu lintas bisa berjalan normal. Meskipun dia tidak menampik kemacetan juga kerap disebabkan aktivitas pasar tumpah Pasar Wates Wetan dan sekitarnya. (kin/c2/fid)

WATES WETAN, Radar Semeru – Kemacetan arus lalu lintas sudah menjadi hal biasa di sekitar kawasan Pasar Gedang Lumajang di Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso. Selama lima hari dalam sepekan, kondisi jalan pagi selalu dipenuhi para pedagang buah. Sebagian besar memang pedagang buah pisang. Namun, pedagang buah lainnya juga tak kalah banyak. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan.

Oleh karena itu, perlu upaya penanganan tepat agar kemacetan terurai. Terlebih mendekati arus mudik dan balik Lebaran. Agar kemacetan yang menjadi problem setiap saat bisa terselesaikan. Salah satu solusinya adalah pemasangan pagar besi pembatas jalan.

Beragam respons bermunculan. Ada pedagang yang menerima. Ada pula yang menolak. Mereka yang menerima menganggap hal itu bisa membuat arus lalu lintas kembali normal. Sementara yang menolak menilai hal itu bisa berimbas terhadap pendapatan sehari-hari. “Dari dulu sudah di tepi jalan. Kalau dipindah ke dalam, ya bisa jadi lakunya sedikit. Seperti beberapa tahun lalu,” ujar Jamal, salah satu pedagang pisang asal Klakah.

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang Wahyudi mengatakan, pembahasan pemasangan pembatas secara teknis belum dibahas. Yang pasti, pembatas itu tetap akan dipasang. Sebab, hal itu sudah disepakati saat rapat koordinasi lintas OPD, pedagang, dan masyarakat setempat.

Nantinya, pembatas itu berupa pagar besi yang akan dipasang di bahu jalan. Sesuai rencana awal, pagar besi itu dipasang sepanjang 30 meter di sekitar Pasar Gedang. Harapannya, pedagang buah yang biasanya berjualan di bahu jalan bisa pindah ke dalam pasar.

“Paling banyak pedagang yang berjualan di tepi jalan itu para petani, baik dari Lumajang atau dari luar Lumajang seperti Probolinggo dan Jember. Kami sudah mengimbau agar mereka berjualan di dalam kawasan pasar. Tapi tetap saja, jumlahnya yang di tepi jalan tidak berkurang,” katanya.

Dia berharap pemasangan pagar besi itu bisa mengurangi jumlah pedagang di tepi jalan. Sehingga arus lalu lintas bisa berjalan normal. Meskipun dia tidak menampik kemacetan juga kerap disebabkan aktivitas pasar tumpah Pasar Wates Wetan dan sekitarnya. (kin/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/