alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Sediakan Seribu Nasi Bungkus untuk Buka-Sahur

Tim Dapur Umum Mulai Memasak Empat Jam Sebelum Didistribusikan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Salah satu relawan yang bekerja ekstra adalah tim Taruna Tanggap Bencana (Tagana). Tim yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Lumajang tersebut memasak untuk warga. Mereka menyediakan nasi bungkus bagi warga untuk sahur dan berbuka mulai puasa hari pertama.

M Eko Santoso, Ketua Tim Tagana Dinsos Lumajang, menyebutkan, jumlah nasi bungkus di hari pertama masih sedikit. Sebab, pihaknya terus melakukan pendataan. “Sahur pertama ini, kami menyiapkan 670 bungkus nasi untuk sahur. Jumlah tersebut berbeda dengan jumlah bungkus nasi saat makan malam. Sebab, makan malam kemarin ada 870 bungkus,” ujarnya.

Sementara, saat berbuka, pihaknya menyiapkan seribu bungkus nasi. “Kami tambah menjadi seribu bungkus untuk menghindari warga yang tidak berbuka. Meskipun di beberapa titik sudah dibangun dapur di setiap tenda darurat dan mandiri,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Eko menjelaskan, dapur-dapur tersebut sangat membantu tugas dari dapur umum di posko balai desa. Sebab, hal itu merupakan penguatan masyarakat di tengah bencana gempa. “Kami bersyukur, masyarakat sangat peduli antarsesama dengan membangun dapur-dapur kecil di tenda darurat dan mandiri. Bahan-bahan kami pasok dari bantuan masyarakat. Itu salah satu penguatan masyarakat,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Salah satu relawan yang bekerja ekstra adalah tim Taruna Tanggap Bencana (Tagana). Tim yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Lumajang tersebut memasak untuk warga. Mereka menyediakan nasi bungkus bagi warga untuk sahur dan berbuka mulai puasa hari pertama.

M Eko Santoso, Ketua Tim Tagana Dinsos Lumajang, menyebutkan, jumlah nasi bungkus di hari pertama masih sedikit. Sebab, pihaknya terus melakukan pendataan. “Sahur pertama ini, kami menyiapkan 670 bungkus nasi untuk sahur. Jumlah tersebut berbeda dengan jumlah bungkus nasi saat makan malam. Sebab, makan malam kemarin ada 870 bungkus,” ujarnya.

Sementara, saat berbuka, pihaknya menyiapkan seribu bungkus nasi. “Kami tambah menjadi seribu bungkus untuk menghindari warga yang tidak berbuka. Meskipun di beberapa titik sudah dibangun dapur di setiap tenda darurat dan mandiri,” katanya.

Eko menjelaskan, dapur-dapur tersebut sangat membantu tugas dari dapur umum di posko balai desa. Sebab, hal itu merupakan penguatan masyarakat di tengah bencana gempa. “Kami bersyukur, masyarakat sangat peduli antarsesama dengan membangun dapur-dapur kecil di tenda darurat dan mandiri. Bahan-bahan kami pasok dari bantuan masyarakat. Itu salah satu penguatan masyarakat,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Salah satu relawan yang bekerja ekstra adalah tim Taruna Tanggap Bencana (Tagana). Tim yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Lumajang tersebut memasak untuk warga. Mereka menyediakan nasi bungkus bagi warga untuk sahur dan berbuka mulai puasa hari pertama.

M Eko Santoso, Ketua Tim Tagana Dinsos Lumajang, menyebutkan, jumlah nasi bungkus di hari pertama masih sedikit. Sebab, pihaknya terus melakukan pendataan. “Sahur pertama ini, kami menyiapkan 670 bungkus nasi untuk sahur. Jumlah tersebut berbeda dengan jumlah bungkus nasi saat makan malam. Sebab, makan malam kemarin ada 870 bungkus,” ujarnya.

Sementara, saat berbuka, pihaknya menyiapkan seribu bungkus nasi. “Kami tambah menjadi seribu bungkus untuk menghindari warga yang tidak berbuka. Meskipun di beberapa titik sudah dibangun dapur di setiap tenda darurat dan mandiri,” katanya.

Eko menjelaskan, dapur-dapur tersebut sangat membantu tugas dari dapur umum di posko balai desa. Sebab, hal itu merupakan penguatan masyarakat di tengah bencana gempa. “Kami bersyukur, masyarakat sangat peduli antarsesama dengan membangun dapur-dapur kecil di tenda darurat dan mandiri. Bahan-bahan kami pasok dari bantuan masyarakat. Itu salah satu penguatan masyarakat,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/