alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Tuding Penerima Bantuan Program Bedah Rumah Minta Material Berkualitas

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program bedah rumah milik Viki, warga Desa Munder, Kecamatan Yosowilangun, yang menelan biaya hingga belasan juta rupiah direspons langsung oleh orang yang membantu mengajukan. Anang membantah, selisih hingga Rp 6 juta tersebut merupakan keinginan Viki sendiri.

Baca Juga : Dapat Bantuan Bedah Rumah, Malah Diminta Bayar Kekurangan

Mulanya, sebagian besar tetangga lelaki berusia 24 tahun itu mengira Anang melakukan mark-up proyek pengerjaan program bedah rumah dari Baznas Lumajang bersama pemilik toko bangunan. Sebab, dari nominal bantuan sebesar Rp 10 juta, lalu membengkak menjadi Rp 16 juta. Sampai-sampai Viki harus terjerat utang untuk melunasinya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya tidak terima kalau misalkan saya dituduh yang bukan-bukan. Kami ini sudah membantu dengan tulus, tetapi dapat rumor yang tidak benar. Padahal, yang menginginkan rumah untuk diperbaiki lebih itu Viki sendiri. Saya hanya menerima keinginannya. Tidak lebih. Malah saya ikut bantu,” katanya.

Anang melanjutkan, proses selisih yang lumayan besar hingga membuat Viki memiliki utang tersebut telah dirembuk terlebih dahulu. Hampir sama dengan pengalaman-pengalaman pembangunan rumah lainnya. Ketika bantuan yang diberikan itu habis, pemilik toko mengonfirmasi terlebih dahulu.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program bedah rumah milik Viki, warga Desa Munder, Kecamatan Yosowilangun, yang menelan biaya hingga belasan juta rupiah direspons langsung oleh orang yang membantu mengajukan. Anang membantah, selisih hingga Rp 6 juta tersebut merupakan keinginan Viki sendiri.

Baca Juga : Dapat Bantuan Bedah Rumah, Malah Diminta Bayar Kekurangan

Mulanya, sebagian besar tetangga lelaki berusia 24 tahun itu mengira Anang melakukan mark-up proyek pengerjaan program bedah rumah dari Baznas Lumajang bersama pemilik toko bangunan. Sebab, dari nominal bantuan sebesar Rp 10 juta, lalu membengkak menjadi Rp 16 juta. Sampai-sampai Viki harus terjerat utang untuk melunasinya.

“Saya tidak terima kalau misalkan saya dituduh yang bukan-bukan. Kami ini sudah membantu dengan tulus, tetapi dapat rumor yang tidak benar. Padahal, yang menginginkan rumah untuk diperbaiki lebih itu Viki sendiri. Saya hanya menerima keinginannya. Tidak lebih. Malah saya ikut bantu,” katanya.

Anang melanjutkan, proses selisih yang lumayan besar hingga membuat Viki memiliki utang tersebut telah dirembuk terlebih dahulu. Hampir sama dengan pengalaman-pengalaman pembangunan rumah lainnya. Ketika bantuan yang diberikan itu habis, pemilik toko mengonfirmasi terlebih dahulu.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program bedah rumah milik Viki, warga Desa Munder, Kecamatan Yosowilangun, yang menelan biaya hingga belasan juta rupiah direspons langsung oleh orang yang membantu mengajukan. Anang membantah, selisih hingga Rp 6 juta tersebut merupakan keinginan Viki sendiri.

Baca Juga : Dapat Bantuan Bedah Rumah, Malah Diminta Bayar Kekurangan

Mulanya, sebagian besar tetangga lelaki berusia 24 tahun itu mengira Anang melakukan mark-up proyek pengerjaan program bedah rumah dari Baznas Lumajang bersama pemilik toko bangunan. Sebab, dari nominal bantuan sebesar Rp 10 juta, lalu membengkak menjadi Rp 16 juta. Sampai-sampai Viki harus terjerat utang untuk melunasinya.

“Saya tidak terima kalau misalkan saya dituduh yang bukan-bukan. Kami ini sudah membantu dengan tulus, tetapi dapat rumor yang tidak benar. Padahal, yang menginginkan rumah untuk diperbaiki lebih itu Viki sendiri. Saya hanya menerima keinginannya. Tidak lebih. Malah saya ikut bantu,” katanya.

Anang melanjutkan, proses selisih yang lumayan besar hingga membuat Viki memiliki utang tersebut telah dirembuk terlebih dahulu. Hampir sama dengan pengalaman-pengalaman pembangunan rumah lainnya. Ketika bantuan yang diberikan itu habis, pemilik toko mengonfirmasi terlebih dahulu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/