alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Bangun Bronjong Libatkan Ratusan Warga

Padat Karya di Daerah Aliran Sungai Gunung Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

Agus menjelaskan, bronjong itu memang memiliki panjang 450 meter. Sementara, lebar dan ketinggian bronjong masing-masing berukuran 10 dan 5 meter. Bronjong yang gagah dan memanjang itu berjarak 15 hingga 25 meter dari sisi DAS Semeru. Harapannya, aliran lahar maupun material vulkanis Gunung Semeru tidak lagi meluber ke lahan masyarakat setempat.

Saat pengerjaan, lanjut Agus, aktivitas fluktuatif Gunung Semeru cukup membahayakan. Oleh karena itu, pengerjaan beberapa kali terhenti saat cuaca tidak bersahabat. “Seperti hujan atau sebelum banjir lahar datang, kami meminta semua warga dan pekerja menjauh dari lokasi bronjong. Kami evakuasi seluruhnya. Termasuk alat berat juga kami evakuasi ke tempat aman. Kami tidak ingin mengambil risiko,” terangnya.

Meski demikian, pengerjaan bronjong bisa selesai seratus persen. Dia mengaku terbantu partisipasi masyarakat dalam padat karya tersebut. Terlebih, masyarakat juga memiliki kegiatan positif lainnya selama menunggu hunian tetap bisa ditempati. Mereka menganggap hal itu bagian dari pencegahan dan meminimalisasi kerusakan bencana alam. Sehingga, lahan pertanian maupun lainnya tetap aman.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Selama beberapa pekan ke depan, kami akan memantau bronjong ini. Apakah ada sledingan, kekurangan, atau lainnya. Kalau masyarakat justru berharap pembangunan bronjong tidak hanya di titik itu saja. Tetapi juga ditambah di titik lainnya, sehingga mereka bisa kembali beraktivitas di sekitar DAS Semeru,” pungkasnya. (kin/c2/fid)

- Advertisement -

Agus menjelaskan, bronjong itu memang memiliki panjang 450 meter. Sementara, lebar dan ketinggian bronjong masing-masing berukuran 10 dan 5 meter. Bronjong yang gagah dan memanjang itu berjarak 15 hingga 25 meter dari sisi DAS Semeru. Harapannya, aliran lahar maupun material vulkanis Gunung Semeru tidak lagi meluber ke lahan masyarakat setempat.

Saat pengerjaan, lanjut Agus, aktivitas fluktuatif Gunung Semeru cukup membahayakan. Oleh karena itu, pengerjaan beberapa kali terhenti saat cuaca tidak bersahabat. “Seperti hujan atau sebelum banjir lahar datang, kami meminta semua warga dan pekerja menjauh dari lokasi bronjong. Kami evakuasi seluruhnya. Termasuk alat berat juga kami evakuasi ke tempat aman. Kami tidak ingin mengambil risiko,” terangnya.

Meski demikian, pengerjaan bronjong bisa selesai seratus persen. Dia mengaku terbantu partisipasi masyarakat dalam padat karya tersebut. Terlebih, masyarakat juga memiliki kegiatan positif lainnya selama menunggu hunian tetap bisa ditempati. Mereka menganggap hal itu bagian dari pencegahan dan meminimalisasi kerusakan bencana alam. Sehingga, lahan pertanian maupun lainnya tetap aman.

“Selama beberapa pekan ke depan, kami akan memantau bronjong ini. Apakah ada sledingan, kekurangan, atau lainnya. Kalau masyarakat justru berharap pembangunan bronjong tidak hanya di titik itu saja. Tetapi juga ditambah di titik lainnya, sehingga mereka bisa kembali beraktivitas di sekitar DAS Semeru,” pungkasnya. (kin/c2/fid)

Agus menjelaskan, bronjong itu memang memiliki panjang 450 meter. Sementara, lebar dan ketinggian bronjong masing-masing berukuran 10 dan 5 meter. Bronjong yang gagah dan memanjang itu berjarak 15 hingga 25 meter dari sisi DAS Semeru. Harapannya, aliran lahar maupun material vulkanis Gunung Semeru tidak lagi meluber ke lahan masyarakat setempat.

Saat pengerjaan, lanjut Agus, aktivitas fluktuatif Gunung Semeru cukup membahayakan. Oleh karena itu, pengerjaan beberapa kali terhenti saat cuaca tidak bersahabat. “Seperti hujan atau sebelum banjir lahar datang, kami meminta semua warga dan pekerja menjauh dari lokasi bronjong. Kami evakuasi seluruhnya. Termasuk alat berat juga kami evakuasi ke tempat aman. Kami tidak ingin mengambil risiko,” terangnya.

Meski demikian, pengerjaan bronjong bisa selesai seratus persen. Dia mengaku terbantu partisipasi masyarakat dalam padat karya tersebut. Terlebih, masyarakat juga memiliki kegiatan positif lainnya selama menunggu hunian tetap bisa ditempati. Mereka menganggap hal itu bagian dari pencegahan dan meminimalisasi kerusakan bencana alam. Sehingga, lahan pertanian maupun lainnya tetap aman.

“Selama beberapa pekan ke depan, kami akan memantau bronjong ini. Apakah ada sledingan, kekurangan, atau lainnya. Kalau masyarakat justru berharap pembangunan bronjong tidak hanya di titik itu saja. Tetapi juga ditambah di titik lainnya, sehingga mereka bisa kembali beraktivitas di sekitar DAS Semeru,” pungkasnya. (kin/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/