alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Fungsikan Isoter Lagi, Sudah Terisi Satu Pasien

Mobile_AP_Rectangle 1

ROGOTRUNAN, Radar Semeru – Kasus aktif Covid-19 di Lumajang terus menunjukkan kenaikan. Kemarin, jumlah kasus aktif sudah mencapai 243 kasus. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali memfungsikan isolasi terpadu (isoter) di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, saat ini ada 243 orang yang terpapar korona. 192 di antaranya menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya masing-masing. Sementara 50 orang menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan isoter di gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang sudah terisi satu pasien.

“Mereka yang terpapar dengan gejala ringan atau sedang bisa isoman di rumahnya masing-masing. Tetapi jika di rumahnya tidak layak digunakan sebagai tempat isoman, kami mengarahkan mereka untuk isoter di BKD bagi kawasan kota. Bisa juga di kecamatan yang sudah disediakan oleh pemerintah kecamatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, dr Bayu Ignasius Wibowo.

Mobile_AP_Rectangle 2

dr Bayu menjelaskan, prosedur ini berbeda dengan kondisi korona varian delta tahun lalu. Memang benar jika varian Omicron kali ini lebih cepat menyebar dan menular. Namun, tingkat gejala yang ditunjukkan cukup ringan. Kecuali bagi masyarakat yang memiliki penyakit komorbid. Sehingga, mereka yang terpapar tanpa komorbid bisa isoman di rumahnya masing-masing.

Varian Omicron, lanjut dia, tidak mudah dikenali. Sebab, ratusan kasus aktif di Lumajang baru diketahui saat dilakukan tracing dan skrining. “Banyak tanpa gejala atau gejala ringan seperti flu, batuk, pilek, meriang, nyeri badan, nyeri tenggorokan dan lainnya. Mereka baru tahu terpapar, ya, saat dilakukan skrining. Jadi, tidak perlu masuk rumah sakit. Karena begitu diobati dengan obat semacam turun panas dan lainnya, tiga hingga lima hari sudah sembuh,” jelasnya.

Ringannya gejala menyebabkan pasien terpapar dirawat di rumah sakit cukup sedikit. Meski demikian, pihaknya tetap menyediakan 200 kamar. Kini, 50 kamar sudah ditempati. Artinya jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) masih sangat kecil dan di bawah batas bahaya 60 persen. “Jumlahnya menyesuaikan, kalau kurang akan kami tambah lagi,” pungkasnya.(kin/fid)

Update Kasus Covid-19 per 13 Februari 2021

Keterangan                            Jumlah

- Advertisement -

ROGOTRUNAN, Radar Semeru – Kasus aktif Covid-19 di Lumajang terus menunjukkan kenaikan. Kemarin, jumlah kasus aktif sudah mencapai 243 kasus. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali memfungsikan isolasi terpadu (isoter) di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, saat ini ada 243 orang yang terpapar korona. 192 di antaranya menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya masing-masing. Sementara 50 orang menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan isoter di gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang sudah terisi satu pasien.

“Mereka yang terpapar dengan gejala ringan atau sedang bisa isoman di rumahnya masing-masing. Tetapi jika di rumahnya tidak layak digunakan sebagai tempat isoman, kami mengarahkan mereka untuk isoter di BKD bagi kawasan kota. Bisa juga di kecamatan yang sudah disediakan oleh pemerintah kecamatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, dr Bayu Ignasius Wibowo.

dr Bayu menjelaskan, prosedur ini berbeda dengan kondisi korona varian delta tahun lalu. Memang benar jika varian Omicron kali ini lebih cepat menyebar dan menular. Namun, tingkat gejala yang ditunjukkan cukup ringan. Kecuali bagi masyarakat yang memiliki penyakit komorbid. Sehingga, mereka yang terpapar tanpa komorbid bisa isoman di rumahnya masing-masing.

Varian Omicron, lanjut dia, tidak mudah dikenali. Sebab, ratusan kasus aktif di Lumajang baru diketahui saat dilakukan tracing dan skrining. “Banyak tanpa gejala atau gejala ringan seperti flu, batuk, pilek, meriang, nyeri badan, nyeri tenggorokan dan lainnya. Mereka baru tahu terpapar, ya, saat dilakukan skrining. Jadi, tidak perlu masuk rumah sakit. Karena begitu diobati dengan obat semacam turun panas dan lainnya, tiga hingga lima hari sudah sembuh,” jelasnya.

Ringannya gejala menyebabkan pasien terpapar dirawat di rumah sakit cukup sedikit. Meski demikian, pihaknya tetap menyediakan 200 kamar. Kini, 50 kamar sudah ditempati. Artinya jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) masih sangat kecil dan di bawah batas bahaya 60 persen. “Jumlahnya menyesuaikan, kalau kurang akan kami tambah lagi,” pungkasnya.(kin/fid)

Update Kasus Covid-19 per 13 Februari 2021

Keterangan                            Jumlah

ROGOTRUNAN, Radar Semeru – Kasus aktif Covid-19 di Lumajang terus menunjukkan kenaikan. Kemarin, jumlah kasus aktif sudah mencapai 243 kasus. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali memfungsikan isolasi terpadu (isoter) di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, saat ini ada 243 orang yang terpapar korona. 192 di antaranya menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya masing-masing. Sementara 50 orang menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan isoter di gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang sudah terisi satu pasien.

“Mereka yang terpapar dengan gejala ringan atau sedang bisa isoman di rumahnya masing-masing. Tetapi jika di rumahnya tidak layak digunakan sebagai tempat isoman, kami mengarahkan mereka untuk isoter di BKD bagi kawasan kota. Bisa juga di kecamatan yang sudah disediakan oleh pemerintah kecamatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, dr Bayu Ignasius Wibowo.

dr Bayu menjelaskan, prosedur ini berbeda dengan kondisi korona varian delta tahun lalu. Memang benar jika varian Omicron kali ini lebih cepat menyebar dan menular. Namun, tingkat gejala yang ditunjukkan cukup ringan. Kecuali bagi masyarakat yang memiliki penyakit komorbid. Sehingga, mereka yang terpapar tanpa komorbid bisa isoman di rumahnya masing-masing.

Varian Omicron, lanjut dia, tidak mudah dikenali. Sebab, ratusan kasus aktif di Lumajang baru diketahui saat dilakukan tracing dan skrining. “Banyak tanpa gejala atau gejala ringan seperti flu, batuk, pilek, meriang, nyeri badan, nyeri tenggorokan dan lainnya. Mereka baru tahu terpapar, ya, saat dilakukan skrining. Jadi, tidak perlu masuk rumah sakit. Karena begitu diobati dengan obat semacam turun panas dan lainnya, tiga hingga lima hari sudah sembuh,” jelasnya.

Ringannya gejala menyebabkan pasien terpapar dirawat di rumah sakit cukup sedikit. Meski demikian, pihaknya tetap menyediakan 200 kamar. Kini, 50 kamar sudah ditempati. Artinya jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) masih sangat kecil dan di bawah batas bahaya 60 persen. “Jumlahnya menyesuaikan, kalau kurang akan kami tambah lagi,” pungkasnya.(kin/fid)

Update Kasus Covid-19 per 13 Februari 2021

Keterangan                            Jumlah

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/