alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pembersihan Jalur Lahar Dingin Gunung Semeru Sudah 70 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pembersihan material lahar Gunung Semeru yang menutupi Jalan Nasional Probolinggo–Turen, tepatnya di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, terus dilakukan. Kemarin, sejumlah alat berat kembali dikerahkan. Pengerjaan selama tiga hari itu sudah berhasil membuka jalur 70 persen. Sisanya ditargetkan selesai hari ini.

Kepala Desa Sumberwuluh Abdul Azis mengungkapkan, sebelum pembersihan, tujuh alat berat melakukan penyudetan. Tujuannya agar aliran lahar yang masih mengalir tidak melalui jalan nasional. Melainkan melalui aliran sungai lama yang sudah terbentuk sebelumnya. Karena itu, pengalihan arus air dilakukan terlebih dahulu.

Selanjutnya, tujuh alat berat lain dikerahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Alat berat ini dikerahkan untuk membersihkan material yang menutup jalan nasional. Material tidak langsung dibersihkan. Akan tetapi, sebagian besar diletakkan di sisi kiri dan kanan jalan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jadi, ada 14 alat berat yang bekerja. Pengerjaan untuk pembersihan jalan nasional sudah 70 persen. Sisanya dilanjut besok (hari ini, Red), karena cuaca tidak mendukung. Kami mendapat kabar Dusun Kajar Kuning sudah hujan. Sehingga, semua tim ditarik mundur dulu,” katanya.

Azis menjelaskan, pengerjaan itu dimulai pukul tujuh pagi. Selama delapan jam, belasan alat berat itu bekerja. Namun, karena kondisi cuaca tidak bersahabat, pengerjaan dihentikan. Sebab, keselamatan tim tetap utama. Tentu, hal itu juga untuk menghindari risiko material susulan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pembersihan material lahar Gunung Semeru yang menutupi Jalan Nasional Probolinggo–Turen, tepatnya di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, terus dilakukan. Kemarin, sejumlah alat berat kembali dikerahkan. Pengerjaan selama tiga hari itu sudah berhasil membuka jalur 70 persen. Sisanya ditargetkan selesai hari ini.

Kepala Desa Sumberwuluh Abdul Azis mengungkapkan, sebelum pembersihan, tujuh alat berat melakukan penyudetan. Tujuannya agar aliran lahar yang masih mengalir tidak melalui jalan nasional. Melainkan melalui aliran sungai lama yang sudah terbentuk sebelumnya. Karena itu, pengalihan arus air dilakukan terlebih dahulu.

Selanjutnya, tujuh alat berat lain dikerahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Alat berat ini dikerahkan untuk membersihkan material yang menutup jalan nasional. Material tidak langsung dibersihkan. Akan tetapi, sebagian besar diletakkan di sisi kiri dan kanan jalan.

“Jadi, ada 14 alat berat yang bekerja. Pengerjaan untuk pembersihan jalan nasional sudah 70 persen. Sisanya dilanjut besok (hari ini, Red), karena cuaca tidak mendukung. Kami mendapat kabar Dusun Kajar Kuning sudah hujan. Sehingga, semua tim ditarik mundur dulu,” katanya.

Azis menjelaskan, pengerjaan itu dimulai pukul tujuh pagi. Selama delapan jam, belasan alat berat itu bekerja. Namun, karena kondisi cuaca tidak bersahabat, pengerjaan dihentikan. Sebab, keselamatan tim tetap utama. Tentu, hal itu juga untuk menghindari risiko material susulan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pembersihan material lahar Gunung Semeru yang menutupi Jalan Nasional Probolinggo–Turen, tepatnya di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, terus dilakukan. Kemarin, sejumlah alat berat kembali dikerahkan. Pengerjaan selama tiga hari itu sudah berhasil membuka jalur 70 persen. Sisanya ditargetkan selesai hari ini.

Kepala Desa Sumberwuluh Abdul Azis mengungkapkan, sebelum pembersihan, tujuh alat berat melakukan penyudetan. Tujuannya agar aliran lahar yang masih mengalir tidak melalui jalan nasional. Melainkan melalui aliran sungai lama yang sudah terbentuk sebelumnya. Karena itu, pengalihan arus air dilakukan terlebih dahulu.

Selanjutnya, tujuh alat berat lain dikerahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Alat berat ini dikerahkan untuk membersihkan material yang menutup jalan nasional. Material tidak langsung dibersihkan. Akan tetapi, sebagian besar diletakkan di sisi kiri dan kanan jalan.

“Jadi, ada 14 alat berat yang bekerja. Pengerjaan untuk pembersihan jalan nasional sudah 70 persen. Sisanya dilanjut besok (hari ini, Red), karena cuaca tidak mendukung. Kami mendapat kabar Dusun Kajar Kuning sudah hujan. Sehingga, semua tim ditarik mundur dulu,” katanya.

Azis menjelaskan, pengerjaan itu dimulai pukul tujuh pagi. Selama delapan jam, belasan alat berat itu bekerja. Namun, karena kondisi cuaca tidak bersahabat, pengerjaan dihentikan. Sebab, keselamatan tim tetap utama. Tentu, hal itu juga untuk menghindari risiko material susulan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/