alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Jembatan Limpas Mulai Terkikis

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Derasnya aliran lahar dingin yang mengalir di atas Jembatan Limpas lambat laun membuat jembatan penghubung dua kecamatan itu terkikis. Akibatnya, warga yang melintasi akses tersebut sering waswas. Kemarin, warga meminta untuk segera dilakukan normalisasi aliran lahar.

Ketika musim hujan, intensitas aliran lahar dingin semakin besar. Warga Kecamatan Pasrujambe yang biasanya melewati jembatan itu untuk menuju Kecamatan Candipuro atau sebaliknya sering putar balik. Batu-batu besar yang berada di sungai sering menghalangi akses jalur alternatif itu.

Rahman, warga setempat, mengatakan, jalur itu biasa digunakan warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sebab, akses Jembatan Limpas dapat memperpendek jarak tempuh. “Kalau lewat pertigaan di Desa Kloposawit kan cukup jauh, harus jalan beberapa kilometer lagi. Kalau lewat jembatan kan dekat,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, aliran lahar yang mengalir di atas jembatan membawa material berupa kerikil yang dapat merusak jembatan. Akses itu perlahan mulai terkikis. Bahkan, jalan bagian utara jembatan mulai berlubang. Perlu segera dilakukan normalisasi untuk mengurangi kerusakan.

Bambang, salah satu penambang setempat, mengatakan, pihaknya meminta bantuan para penambang lainnya dengan alat berat berupa ekskavator. Sebab, banyak batu-batu besar yang menghalangi aliran lahar. “Kalau pakai tenaga manusia butuh waktu lama. Teman-teman pinginnya cepat, supaya warga nyaman,” pungkasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Derasnya aliran lahar dingin yang mengalir di atas Jembatan Limpas lambat laun membuat jembatan penghubung dua kecamatan itu terkikis. Akibatnya, warga yang melintasi akses tersebut sering waswas. Kemarin, warga meminta untuk segera dilakukan normalisasi aliran lahar.

Ketika musim hujan, intensitas aliran lahar dingin semakin besar. Warga Kecamatan Pasrujambe yang biasanya melewati jembatan itu untuk menuju Kecamatan Candipuro atau sebaliknya sering putar balik. Batu-batu besar yang berada di sungai sering menghalangi akses jalur alternatif itu.

Rahman, warga setempat, mengatakan, jalur itu biasa digunakan warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sebab, akses Jembatan Limpas dapat memperpendek jarak tempuh. “Kalau lewat pertigaan di Desa Kloposawit kan cukup jauh, harus jalan beberapa kilometer lagi. Kalau lewat jembatan kan dekat,” katanya.

Menurut dia, aliran lahar yang mengalir di atas jembatan membawa material berupa kerikil yang dapat merusak jembatan. Akses itu perlahan mulai terkikis. Bahkan, jalan bagian utara jembatan mulai berlubang. Perlu segera dilakukan normalisasi untuk mengurangi kerusakan.

Bambang, salah satu penambang setempat, mengatakan, pihaknya meminta bantuan para penambang lainnya dengan alat berat berupa ekskavator. Sebab, banyak batu-batu besar yang menghalangi aliran lahar. “Kalau pakai tenaga manusia butuh waktu lama. Teman-teman pinginnya cepat, supaya warga nyaman,” pungkasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Derasnya aliran lahar dingin yang mengalir di atas Jembatan Limpas lambat laun membuat jembatan penghubung dua kecamatan itu terkikis. Akibatnya, warga yang melintasi akses tersebut sering waswas. Kemarin, warga meminta untuk segera dilakukan normalisasi aliran lahar.

Ketika musim hujan, intensitas aliran lahar dingin semakin besar. Warga Kecamatan Pasrujambe yang biasanya melewati jembatan itu untuk menuju Kecamatan Candipuro atau sebaliknya sering putar balik. Batu-batu besar yang berada di sungai sering menghalangi akses jalur alternatif itu.

Rahman, warga setempat, mengatakan, jalur itu biasa digunakan warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sebab, akses Jembatan Limpas dapat memperpendek jarak tempuh. “Kalau lewat pertigaan di Desa Kloposawit kan cukup jauh, harus jalan beberapa kilometer lagi. Kalau lewat jembatan kan dekat,” katanya.

Menurut dia, aliran lahar yang mengalir di atas jembatan membawa material berupa kerikil yang dapat merusak jembatan. Akses itu perlahan mulai terkikis. Bahkan, jalan bagian utara jembatan mulai berlubang. Perlu segera dilakukan normalisasi untuk mengurangi kerusakan.

Bambang, salah satu penambang setempat, mengatakan, pihaknya meminta bantuan para penambang lainnya dengan alat berat berupa ekskavator. Sebab, banyak batu-batu besar yang menghalangi aliran lahar. “Kalau pakai tenaga manusia butuh waktu lama. Teman-teman pinginnya cepat, supaya warga nyaman,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/