alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Desa Kedungrejo Buka Gerakan Belanja Sayuran di Lahan Pertanian

Ajak Siswa Mengenal Sayuran di Sawah, Sehari Bisa Ratusan Siswa PAUD-TK

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gerakan Belanja Sayuran di Lahan Pertanian (Gerbas Tani) Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, tidak hanya dilakukan sekali. Kelompok petani dan masyarakat setempat kembali membuka gerakan tersebut. Kemarin, mereka mengajak siswa pendidikan anak usia dini (PAUD-TK) belajar langsung di lahan pertanian.

Sedikitnya, dalam sehari 300 siswa belajar mengenal sayuran di lahan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah sekolah di Lumajang. Selain belajar mengenali sayuran, mereka juga memetik langsung sayuran yang disukai. Selanjutnya, didampingi guru dan orang tua, mereka membayar di tempat dengan harga murah.

Anak-anak terlihat antusias mengelilingi lahan pertanian. Meski cuaca cukup panas, mereka nampak senang. “Saat kami tawarkan akan ada agenda outing class ke lahan pertanian, mereka langsung senang. Ternyata di sini mereka bisa langsung belajar tentang tanaman di sawah. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut. Sebab, ini juga berkaitan dengan pembelajaran mereka di sekolah,” ujar Devi Yuniarti, salah satu guru TK IT Nogosari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Heru Affandi, penyuluh pertanian setempat, mengatakan, konsep kali ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab, pihaknya menargetkan pembelajaran luar kelas bagi siswa PAUD hingga TK di Lumajang. Selama tiga hari, penyuluh dan petani akan mengenalkan 18 jenis tanaman sayuran dan bunga, mesin pertanian, hingga melayani langsung pembelian sayuran.

Sementara itu, Camat Rowokangkung Aziz Fathurrozi menuturkan, pihaknya kewalahan. Sebab, pengunjung membeludak dari target. Sebab, tidak hanya siswa dan guru. Orang tua siswa juga penasaran lahan pertanian tersebut. Karena itu, jumlahnya menjadi dua kali lipat. Akibatnya, pengenalan pada hari pertama kurang maksimal. Oleh karena itu, pada hari selanjutnya akan ditinjau kembali.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gerakan Belanja Sayuran di Lahan Pertanian (Gerbas Tani) Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, tidak hanya dilakukan sekali. Kelompok petani dan masyarakat setempat kembali membuka gerakan tersebut. Kemarin, mereka mengajak siswa pendidikan anak usia dini (PAUD-TK) belajar langsung di lahan pertanian.

Sedikitnya, dalam sehari 300 siswa belajar mengenal sayuran di lahan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah sekolah di Lumajang. Selain belajar mengenali sayuran, mereka juga memetik langsung sayuran yang disukai. Selanjutnya, didampingi guru dan orang tua, mereka membayar di tempat dengan harga murah.

Anak-anak terlihat antusias mengelilingi lahan pertanian. Meski cuaca cukup panas, mereka nampak senang. “Saat kami tawarkan akan ada agenda outing class ke lahan pertanian, mereka langsung senang. Ternyata di sini mereka bisa langsung belajar tentang tanaman di sawah. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut. Sebab, ini juga berkaitan dengan pembelajaran mereka di sekolah,” ujar Devi Yuniarti, salah satu guru TK IT Nogosari.

Heru Affandi, penyuluh pertanian setempat, mengatakan, konsep kali ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab, pihaknya menargetkan pembelajaran luar kelas bagi siswa PAUD hingga TK di Lumajang. Selama tiga hari, penyuluh dan petani akan mengenalkan 18 jenis tanaman sayuran dan bunga, mesin pertanian, hingga melayani langsung pembelian sayuran.

Sementara itu, Camat Rowokangkung Aziz Fathurrozi menuturkan, pihaknya kewalahan. Sebab, pengunjung membeludak dari target. Sebab, tidak hanya siswa dan guru. Orang tua siswa juga penasaran lahan pertanian tersebut. Karena itu, jumlahnya menjadi dua kali lipat. Akibatnya, pengenalan pada hari pertama kurang maksimal. Oleh karena itu, pada hari selanjutnya akan ditinjau kembali.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gerakan Belanja Sayuran di Lahan Pertanian (Gerbas Tani) Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, tidak hanya dilakukan sekali. Kelompok petani dan masyarakat setempat kembali membuka gerakan tersebut. Kemarin, mereka mengajak siswa pendidikan anak usia dini (PAUD-TK) belajar langsung di lahan pertanian.

Sedikitnya, dalam sehari 300 siswa belajar mengenal sayuran di lahan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah sekolah di Lumajang. Selain belajar mengenali sayuran, mereka juga memetik langsung sayuran yang disukai. Selanjutnya, didampingi guru dan orang tua, mereka membayar di tempat dengan harga murah.

Anak-anak terlihat antusias mengelilingi lahan pertanian. Meski cuaca cukup panas, mereka nampak senang. “Saat kami tawarkan akan ada agenda outing class ke lahan pertanian, mereka langsung senang. Ternyata di sini mereka bisa langsung belajar tentang tanaman di sawah. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut. Sebab, ini juga berkaitan dengan pembelajaran mereka di sekolah,” ujar Devi Yuniarti, salah satu guru TK IT Nogosari.

Heru Affandi, penyuluh pertanian setempat, mengatakan, konsep kali ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab, pihaknya menargetkan pembelajaran luar kelas bagi siswa PAUD hingga TK di Lumajang. Selama tiga hari, penyuluh dan petani akan mengenalkan 18 jenis tanaman sayuran dan bunga, mesin pertanian, hingga melayani langsung pembelian sayuran.

Sementara itu, Camat Rowokangkung Aziz Fathurrozi menuturkan, pihaknya kewalahan. Sebab, pengunjung membeludak dari target. Sebab, tidak hanya siswa dan guru. Orang tua siswa juga penasaran lahan pertanian tersebut. Karena itu, jumlahnya menjadi dua kali lipat. Akibatnya, pengenalan pada hari pertama kurang maksimal. Oleh karena itu, pada hari selanjutnya akan ditinjau kembali.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/