30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Ratusan Napi di Lumajang Diajukan Remisi

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Setiap peringatan HUT RI biasanya menjadi berkah tersendiri bagi narapidana (napi) atau warga binaan pemasyarakatan (WBP). Termasuk yang berada di Lapas Kelas II B Bondowoso. Tahun ini ratusan napi diusulkan untuk mendapatkan remisi kemerdekaan. Bahkan, satu orang di antaranya bisa langsung bebas.

BACA JUGA : Ajak Pencinta Vespa Hadir di Scooter Festival

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, terdapat 255 warga binaan di lapas yang diusulkan untuk mendapatkan remisi. Mereka mengikuti dua kategori. Di antaranya remisi umum satu, berupa pengurangan masa hukuman yang diikuti oleh 254 orang. Kemudian, kategori remisi umum dua, berupa pembebasan langsung, hanya diikuti oleh satu orang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kalapas Kelas II B Bondowoso Sarwito menjelaskan, para napi yang diusulkan untuk mendapatkan remisi kemerdekaan tahun ini diajukan langsung secara daring kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan. Karenanya, keputusan rekomendasi remisi dari lapas tersebut merupakan kewenangan Kemenkumham RI. “Nah, ini masih pengusulan ke direktorat jenderal. Biasanya di detik-detik akhir,” katanya.

Surat keputusan (SK) siapa saja yang berhak menerima remisi juga akan diterbitkan secara daring. Tapi, selama yang bersangkutan memenuhi persyaratan, maka bisa jadi semuanya berhak menerima. Terlebih, persyaratannya dipantau langsung melalui aplikasi yang sudah disediakan.

Ternyata turunnya SK remisi tidak secara bersamaan. Bergantung pada verifikasi yang dilakukan secara nasional. Khusus bagi yang tersandung tindak pidana PP 99 tentang narkotika di atas 5 tahun, tipikor, terorisme, dan kejahatan transnasional lainnya, maka surat tersebut akan diturunkan langsung oleh Kemenkumham RI.

Sarwito juga berharap kepada mereka yang sudah bebas agar tidak kembali melakukan pelanggaran hukum dan masuk lapas lagi. Mengingat, mereka sudah mendapatkan banyak pembinaan. Tujuannya agar memiliki kepribadian yang kuat didasari keterampilan, sehingga dapat memiliki pekerjaan untuk menghidupi keluarganya kelak.

Ketika dikonfirmasi terkait seorang warga binaan yang bebas secara langsung, dia belum bisa menjelaskan secara terperinci mengenai kasus dan masa pidananya. “Masih kita lihat datanya, sepertinya yang bersangkutan pidananya tidak terlalu tinggi,” pungkasnya. (ham/c2/fid)

 

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Setiap peringatan HUT RI biasanya menjadi berkah tersendiri bagi narapidana (napi) atau warga binaan pemasyarakatan (WBP). Termasuk yang berada di Lapas Kelas II B Bondowoso. Tahun ini ratusan napi diusulkan untuk mendapatkan remisi kemerdekaan. Bahkan, satu orang di antaranya bisa langsung bebas.

BACA JUGA : Ajak Pencinta Vespa Hadir di Scooter Festival

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, terdapat 255 warga binaan di lapas yang diusulkan untuk mendapatkan remisi. Mereka mengikuti dua kategori. Di antaranya remisi umum satu, berupa pengurangan masa hukuman yang diikuti oleh 254 orang. Kemudian, kategori remisi umum dua, berupa pembebasan langsung, hanya diikuti oleh satu orang.

Kalapas Kelas II B Bondowoso Sarwito menjelaskan, para napi yang diusulkan untuk mendapatkan remisi kemerdekaan tahun ini diajukan langsung secara daring kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan. Karenanya, keputusan rekomendasi remisi dari lapas tersebut merupakan kewenangan Kemenkumham RI. “Nah, ini masih pengusulan ke direktorat jenderal. Biasanya di detik-detik akhir,” katanya.

Surat keputusan (SK) siapa saja yang berhak menerima remisi juga akan diterbitkan secara daring. Tapi, selama yang bersangkutan memenuhi persyaratan, maka bisa jadi semuanya berhak menerima. Terlebih, persyaratannya dipantau langsung melalui aplikasi yang sudah disediakan.

Ternyata turunnya SK remisi tidak secara bersamaan. Bergantung pada verifikasi yang dilakukan secara nasional. Khusus bagi yang tersandung tindak pidana PP 99 tentang narkotika di atas 5 tahun, tipikor, terorisme, dan kejahatan transnasional lainnya, maka surat tersebut akan diturunkan langsung oleh Kemenkumham RI.

Sarwito juga berharap kepada mereka yang sudah bebas agar tidak kembali melakukan pelanggaran hukum dan masuk lapas lagi. Mengingat, mereka sudah mendapatkan banyak pembinaan. Tujuannya agar memiliki kepribadian yang kuat didasari keterampilan, sehingga dapat memiliki pekerjaan untuk menghidupi keluarganya kelak.

Ketika dikonfirmasi terkait seorang warga binaan yang bebas secara langsung, dia belum bisa menjelaskan secara terperinci mengenai kasus dan masa pidananya. “Masih kita lihat datanya, sepertinya yang bersangkutan pidananya tidak terlalu tinggi,” pungkasnya. (ham/c2/fid)

 

DABASAH, Radar Ijen – Setiap peringatan HUT RI biasanya menjadi berkah tersendiri bagi narapidana (napi) atau warga binaan pemasyarakatan (WBP). Termasuk yang berada di Lapas Kelas II B Bondowoso. Tahun ini ratusan napi diusulkan untuk mendapatkan remisi kemerdekaan. Bahkan, satu orang di antaranya bisa langsung bebas.

BACA JUGA : Ajak Pencinta Vespa Hadir di Scooter Festival

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, terdapat 255 warga binaan di lapas yang diusulkan untuk mendapatkan remisi. Mereka mengikuti dua kategori. Di antaranya remisi umum satu, berupa pengurangan masa hukuman yang diikuti oleh 254 orang. Kemudian, kategori remisi umum dua, berupa pembebasan langsung, hanya diikuti oleh satu orang.

Kalapas Kelas II B Bondowoso Sarwito menjelaskan, para napi yang diusulkan untuk mendapatkan remisi kemerdekaan tahun ini diajukan langsung secara daring kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan. Karenanya, keputusan rekomendasi remisi dari lapas tersebut merupakan kewenangan Kemenkumham RI. “Nah, ini masih pengusulan ke direktorat jenderal. Biasanya di detik-detik akhir,” katanya.

Surat keputusan (SK) siapa saja yang berhak menerima remisi juga akan diterbitkan secara daring. Tapi, selama yang bersangkutan memenuhi persyaratan, maka bisa jadi semuanya berhak menerima. Terlebih, persyaratannya dipantau langsung melalui aplikasi yang sudah disediakan.

Ternyata turunnya SK remisi tidak secara bersamaan. Bergantung pada verifikasi yang dilakukan secara nasional. Khusus bagi yang tersandung tindak pidana PP 99 tentang narkotika di atas 5 tahun, tipikor, terorisme, dan kejahatan transnasional lainnya, maka surat tersebut akan diturunkan langsung oleh Kemenkumham RI.

Sarwito juga berharap kepada mereka yang sudah bebas agar tidak kembali melakukan pelanggaran hukum dan masuk lapas lagi. Mengingat, mereka sudah mendapatkan banyak pembinaan. Tujuannya agar memiliki kepribadian yang kuat didasari keterampilan, sehingga dapat memiliki pekerjaan untuk menghidupi keluarganya kelak.

Ketika dikonfirmasi terkait seorang warga binaan yang bebas secara langsung, dia belum bisa menjelaskan secara terperinci mengenai kasus dan masa pidananya. “Masih kita lihat datanya, sepertinya yang bersangkutan pidananya tidak terlalu tinggi,” pungkasnya. (ham/c2/fid)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/