30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Masih Ragu dengan Vaksin? Ini Manfaat yang Harus Kamu Tahu

Mobile_AP_Rectangle 1

PASRUJAMBE, Radar Semeru – Meski Covid-19 sudah melandai, namun pemerintah tetap mengantisipasi dengan melakukan vaksinasi. Terbaru yaitu vaksin booster kedua atau tahapan vaksin yang keempat. Meski begitu, kesadaran masyarakat untuk mendapatkan vaksin masih rendah. Bahkan ada yang enggan divaksin dengan dalih khawatir akan mengganggu kesehatan.

BACA JUGA : Pelecehan Terhadap istri Sambo Tak Terbukti, Skenario Terbaru di Magelang

Kesadaran masyarakat (SDM) menjadi salah satu faktor masih ada beberapa warga yang enggan divaksinasi. Padahal tujuannya untuk membentuk antibodi, sehingga daya tahan tubuh bisa terjaga dan menolak berbagai virus utamanya Covid-19.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rumiyati, warga asli Pasrujambe, mengungkapkan, dirinya enggan mengikuti vaksinasi. Sebab, dia trauma pada pengalaman sebelumnya. Diakuinya, ada efek samping seperti ngilu dan bagian lengannya seakan tidak bisa digerakkan.

“Dulu vaksin pertama kayak enggak bisa bangun. Jadi, takut mau vaksin lagi,” katanya. Padahal, hal demikian sangat wajar. Sebab, itu merupakan tanda bahwa vaksin bereaksi pada tubuh.

Dari temuan itu, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan. Mereka melakukan sosialisasi, edukasi, baik secara langsung maupun melalui platform media sosial. Sebagai salah satu cara untuk memberikan sumber pengetahuan kepada warga sekitar. “Semua upaya sudah kami lakukan. Sosialisasi, info melalui medsos juga sudah disebar,” kata Rina Dwi Astuti, Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinkes Lumajang.

Dia menambahkan, kebanyakan dari mereka adalah warga yang sulit terjangkau. Seperti di daerah kawasan utara Lumajang. Menyiasati hal itu, pihaknya juga turun langsung ke masyarakat dengan mengupayakan semaksimal mungkin. (dea/c2/fid)

- Advertisement -

PASRUJAMBE, Radar Semeru – Meski Covid-19 sudah melandai, namun pemerintah tetap mengantisipasi dengan melakukan vaksinasi. Terbaru yaitu vaksin booster kedua atau tahapan vaksin yang keempat. Meski begitu, kesadaran masyarakat untuk mendapatkan vaksin masih rendah. Bahkan ada yang enggan divaksin dengan dalih khawatir akan mengganggu kesehatan.

BACA JUGA : Pelecehan Terhadap istri Sambo Tak Terbukti, Skenario Terbaru di Magelang

Kesadaran masyarakat (SDM) menjadi salah satu faktor masih ada beberapa warga yang enggan divaksinasi. Padahal tujuannya untuk membentuk antibodi, sehingga daya tahan tubuh bisa terjaga dan menolak berbagai virus utamanya Covid-19.

Rumiyati, warga asli Pasrujambe, mengungkapkan, dirinya enggan mengikuti vaksinasi. Sebab, dia trauma pada pengalaman sebelumnya. Diakuinya, ada efek samping seperti ngilu dan bagian lengannya seakan tidak bisa digerakkan.

“Dulu vaksin pertama kayak enggak bisa bangun. Jadi, takut mau vaksin lagi,” katanya. Padahal, hal demikian sangat wajar. Sebab, itu merupakan tanda bahwa vaksin bereaksi pada tubuh.

Dari temuan itu, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan. Mereka melakukan sosialisasi, edukasi, baik secara langsung maupun melalui platform media sosial. Sebagai salah satu cara untuk memberikan sumber pengetahuan kepada warga sekitar. “Semua upaya sudah kami lakukan. Sosialisasi, info melalui medsos juga sudah disebar,” kata Rina Dwi Astuti, Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinkes Lumajang.

Dia menambahkan, kebanyakan dari mereka adalah warga yang sulit terjangkau. Seperti di daerah kawasan utara Lumajang. Menyiasati hal itu, pihaknya juga turun langsung ke masyarakat dengan mengupayakan semaksimal mungkin. (dea/c2/fid)

PASRUJAMBE, Radar Semeru – Meski Covid-19 sudah melandai, namun pemerintah tetap mengantisipasi dengan melakukan vaksinasi. Terbaru yaitu vaksin booster kedua atau tahapan vaksin yang keempat. Meski begitu, kesadaran masyarakat untuk mendapatkan vaksin masih rendah. Bahkan ada yang enggan divaksin dengan dalih khawatir akan mengganggu kesehatan.

BACA JUGA : Pelecehan Terhadap istri Sambo Tak Terbukti, Skenario Terbaru di Magelang

Kesadaran masyarakat (SDM) menjadi salah satu faktor masih ada beberapa warga yang enggan divaksinasi. Padahal tujuannya untuk membentuk antibodi, sehingga daya tahan tubuh bisa terjaga dan menolak berbagai virus utamanya Covid-19.

Rumiyati, warga asli Pasrujambe, mengungkapkan, dirinya enggan mengikuti vaksinasi. Sebab, dia trauma pada pengalaman sebelumnya. Diakuinya, ada efek samping seperti ngilu dan bagian lengannya seakan tidak bisa digerakkan.

“Dulu vaksin pertama kayak enggak bisa bangun. Jadi, takut mau vaksin lagi,” katanya. Padahal, hal demikian sangat wajar. Sebab, itu merupakan tanda bahwa vaksin bereaksi pada tubuh.

Dari temuan itu, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan. Mereka melakukan sosialisasi, edukasi, baik secara langsung maupun melalui platform media sosial. Sebagai salah satu cara untuk memberikan sumber pengetahuan kepada warga sekitar. “Semua upaya sudah kami lakukan. Sosialisasi, info melalui medsos juga sudah disebar,” kata Rina Dwi Astuti, Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinkes Lumajang.

Dia menambahkan, kebanyakan dari mereka adalah warga yang sulit terjangkau. Seperti di daerah kawasan utara Lumajang. Menyiasati hal itu, pihaknya juga turun langsung ke masyarakat dengan mengupayakan semaksimal mungkin. (dea/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/