alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pembeli Seragam Sekolah Menurun

Terdampak Program Bantuan Seragam Gratis

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kucuran anggaran seragam gratis sebesar Rp 8,9 miliar pada tahun ajaran baru kali ini memang sangat membantu masyarakat. Bantuan seragam gratis tersebut berupa kain untuk siswa SD hingga SMA. Para siswa menerima dua seragam. Yakni seragam wajib dan Pramuka.

Namun, bantuan tersebut tidak sepenuhnya membahagiakan. Sebab, para pedagang seragam terkena imbasnya. Padahal, saat menjelang tahun ajaran baru, toko seragam banyak diburu masyarakat. Kini, pembeli seragam menurun drastis. Apalagi ditambah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang menyebabkan sekolah tatap muka ditunda. Pedagang harus gigit jari lagi untuk kedua kali.

Inayah, salah satu pedagang seragam di Pasar Baru Lumajang, Tompokersan, mengakui bahwa penjualan seragam di tokonya mengalami penurunan. Biasanya mendekati tahun ajaran baru, stok seragam sekolah di tokonya sudah ludes terjual. Namun, hal tersebut terjadi dua tahun lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Selama pandemi, sangat sedikit yang beli. Dibanding tahun lalu, masih banyak tahun 2020. Kalau sekarang lebih miris lagi. Padahal saya dan pedagang seragam lain sudah menyiapkan stok yang banyak karena ada rencana sekolah tatap muka. Sekarang, seragam itu masih tersimpan rapi di rak pakaian,” ungkapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kucuran anggaran seragam gratis sebesar Rp 8,9 miliar pada tahun ajaran baru kali ini memang sangat membantu masyarakat. Bantuan seragam gratis tersebut berupa kain untuk siswa SD hingga SMA. Para siswa menerima dua seragam. Yakni seragam wajib dan Pramuka.

Namun, bantuan tersebut tidak sepenuhnya membahagiakan. Sebab, para pedagang seragam terkena imbasnya. Padahal, saat menjelang tahun ajaran baru, toko seragam banyak diburu masyarakat. Kini, pembeli seragam menurun drastis. Apalagi ditambah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang menyebabkan sekolah tatap muka ditunda. Pedagang harus gigit jari lagi untuk kedua kali.

Inayah, salah satu pedagang seragam di Pasar Baru Lumajang, Tompokersan, mengakui bahwa penjualan seragam di tokonya mengalami penurunan. Biasanya mendekati tahun ajaran baru, stok seragam sekolah di tokonya sudah ludes terjual. Namun, hal tersebut terjadi dua tahun lalu.

“Selama pandemi, sangat sedikit yang beli. Dibanding tahun lalu, masih banyak tahun 2020. Kalau sekarang lebih miris lagi. Padahal saya dan pedagang seragam lain sudah menyiapkan stok yang banyak karena ada rencana sekolah tatap muka. Sekarang, seragam itu masih tersimpan rapi di rak pakaian,” ungkapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kucuran anggaran seragam gratis sebesar Rp 8,9 miliar pada tahun ajaran baru kali ini memang sangat membantu masyarakat. Bantuan seragam gratis tersebut berupa kain untuk siswa SD hingga SMA. Para siswa menerima dua seragam. Yakni seragam wajib dan Pramuka.

Namun, bantuan tersebut tidak sepenuhnya membahagiakan. Sebab, para pedagang seragam terkena imbasnya. Padahal, saat menjelang tahun ajaran baru, toko seragam banyak diburu masyarakat. Kini, pembeli seragam menurun drastis. Apalagi ditambah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang menyebabkan sekolah tatap muka ditunda. Pedagang harus gigit jari lagi untuk kedua kali.

Inayah, salah satu pedagang seragam di Pasar Baru Lumajang, Tompokersan, mengakui bahwa penjualan seragam di tokonya mengalami penurunan. Biasanya mendekati tahun ajaran baru, stok seragam sekolah di tokonya sudah ludes terjual. Namun, hal tersebut terjadi dua tahun lalu.

“Selama pandemi, sangat sedikit yang beli. Dibanding tahun lalu, masih banyak tahun 2020. Kalau sekarang lebih miris lagi. Padahal saya dan pedagang seragam lain sudah menyiapkan stok yang banyak karena ada rencana sekolah tatap muka. Sekarang, seragam itu masih tersimpan rapi di rak pakaian,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/