alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Peternak Sapi Lumajang Diimbau Jangan Panik hingga Jual Murah Lembunya

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jumlah ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) terus bertambah. Sebab, penularan penyakit ini cukup cepat. Bisa melalui udara, makanan dan kotoran. Bahkan debu yang menempel pada baju atau alas kaki pemilik sapi juga bisa menularkan. Terutama setelah pemilik sapi mengunjungi kandang ternak yang tertular.

Oleh karena itu antisipasi tetap dilakukan. Paling penting masyarakat, khususnya peternak, tidak panic selling. Artinya setelah melihat ternak sakit, masyarakat tidak takut. Sehingga hal itu mendorong mereka untuk menjual ternak dengan harga murah.

Kondisi ini disikapi serius oleh Pemkab Lumajang. Siang tadi, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Forkompimda mengecek kesehatan sapi di Pasar Hewan Lumajang. Saat mengunjungi pasar, salah satu sapi ambruk dan mati. Setelah dilakukan pemeriksaan, penyebab kematian bukan karena PMK. Kuat dugaan, kematian akibat heat stroke.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Seekor Sapi Mati Saat Wabup Lumajang Kunjungi Pasar Hewan

Selanjutnya, Bunda Indah kembali berkeliling memantau pasar. Tak lupa, melalui toa, dia juga woro-woro kepada pembeli dan pedagang sapi. “Intinya sapi harus dijaga dan diperiksakan. Ojo moro-moro wedi terus didol murah. Kasihan,” ucapnya.

Jika sapi sakit, lanjut Bunda Indah, peternak harus segera menghubungi petugas kesehatan hewan agar dilakukan penanganan secepatnya. Sehingga PMK bisa dikendalikan di Lumajang.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jumlah ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) terus bertambah. Sebab, penularan penyakit ini cukup cepat. Bisa melalui udara, makanan dan kotoran. Bahkan debu yang menempel pada baju atau alas kaki pemilik sapi juga bisa menularkan. Terutama setelah pemilik sapi mengunjungi kandang ternak yang tertular.

Oleh karena itu antisipasi tetap dilakukan. Paling penting masyarakat, khususnya peternak, tidak panic selling. Artinya setelah melihat ternak sakit, masyarakat tidak takut. Sehingga hal itu mendorong mereka untuk menjual ternak dengan harga murah.

Kondisi ini disikapi serius oleh Pemkab Lumajang. Siang tadi, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Forkompimda mengecek kesehatan sapi di Pasar Hewan Lumajang. Saat mengunjungi pasar, salah satu sapi ambruk dan mati. Setelah dilakukan pemeriksaan, penyebab kematian bukan karena PMK. Kuat dugaan, kematian akibat heat stroke.

BACA JUGA: Seekor Sapi Mati Saat Wabup Lumajang Kunjungi Pasar Hewan

Selanjutnya, Bunda Indah kembali berkeliling memantau pasar. Tak lupa, melalui toa, dia juga woro-woro kepada pembeli dan pedagang sapi. “Intinya sapi harus dijaga dan diperiksakan. Ojo moro-moro wedi terus didol murah. Kasihan,” ucapnya.

Jika sapi sakit, lanjut Bunda Indah, peternak harus segera menghubungi petugas kesehatan hewan agar dilakukan penanganan secepatnya. Sehingga PMK bisa dikendalikan di Lumajang.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jumlah ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) terus bertambah. Sebab, penularan penyakit ini cukup cepat. Bisa melalui udara, makanan dan kotoran. Bahkan debu yang menempel pada baju atau alas kaki pemilik sapi juga bisa menularkan. Terutama setelah pemilik sapi mengunjungi kandang ternak yang tertular.

Oleh karena itu antisipasi tetap dilakukan. Paling penting masyarakat, khususnya peternak, tidak panic selling. Artinya setelah melihat ternak sakit, masyarakat tidak takut. Sehingga hal itu mendorong mereka untuk menjual ternak dengan harga murah.

Kondisi ini disikapi serius oleh Pemkab Lumajang. Siang tadi, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Forkompimda mengecek kesehatan sapi di Pasar Hewan Lumajang. Saat mengunjungi pasar, salah satu sapi ambruk dan mati. Setelah dilakukan pemeriksaan, penyebab kematian bukan karena PMK. Kuat dugaan, kematian akibat heat stroke.

BACA JUGA: Seekor Sapi Mati Saat Wabup Lumajang Kunjungi Pasar Hewan

Selanjutnya, Bunda Indah kembali berkeliling memantau pasar. Tak lupa, melalui toa, dia juga woro-woro kepada pembeli dan pedagang sapi. “Intinya sapi harus dijaga dan diperiksakan. Ojo moro-moro wedi terus didol murah. Kasihan,” ucapnya.

Jika sapi sakit, lanjut Bunda Indah, peternak harus segera menghubungi petugas kesehatan hewan agar dilakukan penanganan secepatnya. Sehingga PMK bisa dikendalikan di Lumajang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/