alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kawasan Terdampak Disisir

Gratiskan Seluruh Penanganan Kesehatan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejauh ini, warga yang mengalami luka sedang dan ringan sudah mendapatkan penanganan. Mereka diperbolehkan kembali ke rumah. Sementara, warga yang mengalami luka berat masih dalam penanganan di fasilitas kesehatan. Tim medis menyisir kawasan terdampak. Dikhawatirkan ada yang belum tertangani.

Suwandi, salah satu keluarga korban luka sedang, mengatakan, istrinya mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan. “Istri saya terluka saat terjadi gempa. Tangannya harus dijahit hingga sepuluh jahitan di Puskesmas Pronojiwo,” katanya.

Dia mengungkapkan, saat kejadian, petugas kesehatan belum datang. Karena itu, dia dan keluarga menuju ke Puskesmas Pronojiwo. Niat hati berobat tanpa biaya. Ternyata, dia harus merogoh saku hingga Rp 50 ribu rupiah. “Dipungut biaya Rp 50 ribu sebagai pengganti obat,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Fathur Rozi, Kepala Puskesmas Tempursari, mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan kesehatan. “Pertama, membuat posko pusat kesehatan di balai desa. Kedua, kami akan melakukan penyisiran di kawasan terdampak bencana,” katanya.

Berkaitan dengan pemungutan biaya berobat bagi warga terdampak, Rozi menjelaskan, pihaknya tidak memungut biaya. Jika membayar, hal tersebut bukan dari tim kesehatan yang diterjunkan di kawasan terdampak. “Kami dari tim kesehatan tidak memungut biaya sepeser pun. Kalaupun ada yang membayar, bisa jadi bukan dari tim kami. Misalnya terpaksa dirujuk ke rumah sakit, itu juga gratis,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejauh ini, warga yang mengalami luka sedang dan ringan sudah mendapatkan penanganan. Mereka diperbolehkan kembali ke rumah. Sementara, warga yang mengalami luka berat masih dalam penanganan di fasilitas kesehatan. Tim medis menyisir kawasan terdampak. Dikhawatirkan ada yang belum tertangani.

Suwandi, salah satu keluarga korban luka sedang, mengatakan, istrinya mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan. “Istri saya terluka saat terjadi gempa. Tangannya harus dijahit hingga sepuluh jahitan di Puskesmas Pronojiwo,” katanya.

Dia mengungkapkan, saat kejadian, petugas kesehatan belum datang. Karena itu, dia dan keluarga menuju ke Puskesmas Pronojiwo. Niat hati berobat tanpa biaya. Ternyata, dia harus merogoh saku hingga Rp 50 ribu rupiah. “Dipungut biaya Rp 50 ribu sebagai pengganti obat,” ungkapnya.

Fathur Rozi, Kepala Puskesmas Tempursari, mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan kesehatan. “Pertama, membuat posko pusat kesehatan di balai desa. Kedua, kami akan melakukan penyisiran di kawasan terdampak bencana,” katanya.

Berkaitan dengan pemungutan biaya berobat bagi warga terdampak, Rozi menjelaskan, pihaknya tidak memungut biaya. Jika membayar, hal tersebut bukan dari tim kesehatan yang diterjunkan di kawasan terdampak. “Kami dari tim kesehatan tidak memungut biaya sepeser pun. Kalaupun ada yang membayar, bisa jadi bukan dari tim kami. Misalnya terpaksa dirujuk ke rumah sakit, itu juga gratis,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejauh ini, warga yang mengalami luka sedang dan ringan sudah mendapatkan penanganan. Mereka diperbolehkan kembali ke rumah. Sementara, warga yang mengalami luka berat masih dalam penanganan di fasilitas kesehatan. Tim medis menyisir kawasan terdampak. Dikhawatirkan ada yang belum tertangani.

Suwandi, salah satu keluarga korban luka sedang, mengatakan, istrinya mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan. “Istri saya terluka saat terjadi gempa. Tangannya harus dijahit hingga sepuluh jahitan di Puskesmas Pronojiwo,” katanya.

Dia mengungkapkan, saat kejadian, petugas kesehatan belum datang. Karena itu, dia dan keluarga menuju ke Puskesmas Pronojiwo. Niat hati berobat tanpa biaya. Ternyata, dia harus merogoh saku hingga Rp 50 ribu rupiah. “Dipungut biaya Rp 50 ribu sebagai pengganti obat,” ungkapnya.

Fathur Rozi, Kepala Puskesmas Tempursari, mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan kesehatan. “Pertama, membuat posko pusat kesehatan di balai desa. Kedua, kami akan melakukan penyisiran di kawasan terdampak bencana,” katanya.

Berkaitan dengan pemungutan biaya berobat bagi warga terdampak, Rozi menjelaskan, pihaknya tidak memungut biaya. Jika membayar, hal tersebut bukan dari tim kesehatan yang diterjunkan di kawasan terdampak. “Kami dari tim kesehatan tidak memungut biaya sepeser pun. Kalaupun ada yang membayar, bisa jadi bukan dari tim kami. Misalnya terpaksa dirujuk ke rumah sakit, itu juga gratis,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/