alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Ancam Lahan Sekolah Jadi Kebun

Antisipasi Trauma Murid Perlu Dilakukan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa kali koordinasi yang dilakukan pihak desa hingga kecamatan terkait sengketa lahan sekolah belum menemukan titik terang. Baik keluarga pemilik lahan SDN 01 Jatimulyo, Kecamatan Kunir, sesuai putusan Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, maupun Pemkab Lumajang masih bersikukuh melakukan caranya masing-masing.

Padahal, sampai saat ini banyak murid yang masih menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut. Sayangnya, keluarga Maiyeh bakal menutup paksa gerbang sekolah untuk ditanami pisang jika Pemkab Lumajang terus melanjutkan gugatan sampai tingkat kasasi.

Surat keluarga Maiyeh mengatakan, dirinya bakal melakukan upaya-upaya lebih jika belum ada kejelasan. Menurutnya, keputusan PN Lumajang yang memenangkan ibunya itu bisa melegalkan dia untuk menanami lahan sekolah dengan pohon pisang. Bahkan, catatan Desa Sidomulyo menerangkan luasan sekolah itu masuk bagian tanah miliknya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau kami dapat dari Desa Jatimulyo, keterangannya tanah yang digunakan untuk SDN 01 Jatimulyo itu bukan milik negara. Itu masuk lahan milik ibu saya. Masak diaku-aku oleh pemerintah. Itu kan bagaimana begitu. Kami jangan dihakimi. Kalau misalkan dilanjutkan, ya tetap kami tanami pisang. Kami jadikan kebun,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa kali koordinasi yang dilakukan pihak desa hingga kecamatan terkait sengketa lahan sekolah belum menemukan titik terang. Baik keluarga pemilik lahan SDN 01 Jatimulyo, Kecamatan Kunir, sesuai putusan Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, maupun Pemkab Lumajang masih bersikukuh melakukan caranya masing-masing.

Padahal, sampai saat ini banyak murid yang masih menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut. Sayangnya, keluarga Maiyeh bakal menutup paksa gerbang sekolah untuk ditanami pisang jika Pemkab Lumajang terus melanjutkan gugatan sampai tingkat kasasi.

Surat keluarga Maiyeh mengatakan, dirinya bakal melakukan upaya-upaya lebih jika belum ada kejelasan. Menurutnya, keputusan PN Lumajang yang memenangkan ibunya itu bisa melegalkan dia untuk menanami lahan sekolah dengan pohon pisang. Bahkan, catatan Desa Sidomulyo menerangkan luasan sekolah itu masuk bagian tanah miliknya.

“Kalau kami dapat dari Desa Jatimulyo, keterangannya tanah yang digunakan untuk SDN 01 Jatimulyo itu bukan milik negara. Itu masuk lahan milik ibu saya. Masak diaku-aku oleh pemerintah. Itu kan bagaimana begitu. Kami jangan dihakimi. Kalau misalkan dilanjutkan, ya tetap kami tanami pisang. Kami jadikan kebun,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa kali koordinasi yang dilakukan pihak desa hingga kecamatan terkait sengketa lahan sekolah belum menemukan titik terang. Baik keluarga pemilik lahan SDN 01 Jatimulyo, Kecamatan Kunir, sesuai putusan Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, maupun Pemkab Lumajang masih bersikukuh melakukan caranya masing-masing.

Padahal, sampai saat ini banyak murid yang masih menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut. Sayangnya, keluarga Maiyeh bakal menutup paksa gerbang sekolah untuk ditanami pisang jika Pemkab Lumajang terus melanjutkan gugatan sampai tingkat kasasi.

Surat keluarga Maiyeh mengatakan, dirinya bakal melakukan upaya-upaya lebih jika belum ada kejelasan. Menurutnya, keputusan PN Lumajang yang memenangkan ibunya itu bisa melegalkan dia untuk menanami lahan sekolah dengan pohon pisang. Bahkan, catatan Desa Sidomulyo menerangkan luasan sekolah itu masuk bagian tanah miliknya.

“Kalau kami dapat dari Desa Jatimulyo, keterangannya tanah yang digunakan untuk SDN 01 Jatimulyo itu bukan milik negara. Itu masuk lahan milik ibu saya. Masak diaku-aku oleh pemerintah. Itu kan bagaimana begitu. Kami jangan dihakimi. Kalau misalkan dilanjutkan, ya tetap kami tanami pisang. Kami jadikan kebun,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/