alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Sampah Masker Dibuang Sembarangan

Berpotensi Jadi Penularan Virus Korona

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kesadaran masyarakat Lumajang membuang sampah pada tempatnya perlu ditingkatkan lagi. Terlebih ketika sampah itu bekas masker. Seperti yang terlihat di samping Jalan Semeru, tepatnya dekat SPBU Petahunan, Sumbersuko. Bermacam-macam sampah terbuang sembarangan. Parahnya, di antara sampah tersebut terdapat limbah masker sekali pakai.

Selain tenaga kesehatan, masyarakat umum banyak menggunakan masker medis atau sekali pakai. Hal tersebut bagus sebagai salah satu pencegahan virus korona. Masalahnya, masker tersebut tidak dibuang di tempat khusus. Melainkan dibuang sembarangan seperti samping jalan. Bahaya limbah medis itu tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebarkan virus korona jika dibiarkan di tempat terbuka.

“Secara teori, limbah masker tersebut berpotensi menularkan virus korona,” kata dr Bayu Ignasius Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang. Menurutnya, limbah tersebut berpotensi namun tidak dalam jangka waktu yang lama. Sebab, jika sudah berjam-jam, terkena panas dan di udara terbuka, kemungkinan virus tersebar sangat kecil.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kecil kemungkinannya masyarakat tertular. Tetapi tetap limbah masker dinggap barang yang harus dikelola sesuai aturan. Tidak hanya untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga agar limbah tersebut tidak membawa virus. Terutama bekas masker dari OTG (orang tanpa gejala,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kesadaran masyarakat Lumajang membuang sampah pada tempatnya perlu ditingkatkan lagi. Terlebih ketika sampah itu bekas masker. Seperti yang terlihat di samping Jalan Semeru, tepatnya dekat SPBU Petahunan, Sumbersuko. Bermacam-macam sampah terbuang sembarangan. Parahnya, di antara sampah tersebut terdapat limbah masker sekali pakai.

Selain tenaga kesehatan, masyarakat umum banyak menggunakan masker medis atau sekali pakai. Hal tersebut bagus sebagai salah satu pencegahan virus korona. Masalahnya, masker tersebut tidak dibuang di tempat khusus. Melainkan dibuang sembarangan seperti samping jalan. Bahaya limbah medis itu tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebarkan virus korona jika dibiarkan di tempat terbuka.

“Secara teori, limbah masker tersebut berpotensi menularkan virus korona,” kata dr Bayu Ignasius Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang. Menurutnya, limbah tersebut berpotensi namun tidak dalam jangka waktu yang lama. Sebab, jika sudah berjam-jam, terkena panas dan di udara terbuka, kemungkinan virus tersebar sangat kecil.

“Kecil kemungkinannya masyarakat tertular. Tetapi tetap limbah masker dinggap barang yang harus dikelola sesuai aturan. Tidak hanya untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga agar limbah tersebut tidak membawa virus. Terutama bekas masker dari OTG (orang tanpa gejala,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kesadaran masyarakat Lumajang membuang sampah pada tempatnya perlu ditingkatkan lagi. Terlebih ketika sampah itu bekas masker. Seperti yang terlihat di samping Jalan Semeru, tepatnya dekat SPBU Petahunan, Sumbersuko. Bermacam-macam sampah terbuang sembarangan. Parahnya, di antara sampah tersebut terdapat limbah masker sekali pakai.

Selain tenaga kesehatan, masyarakat umum banyak menggunakan masker medis atau sekali pakai. Hal tersebut bagus sebagai salah satu pencegahan virus korona. Masalahnya, masker tersebut tidak dibuang di tempat khusus. Melainkan dibuang sembarangan seperti samping jalan. Bahaya limbah medis itu tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebarkan virus korona jika dibiarkan di tempat terbuka.

“Secara teori, limbah masker tersebut berpotensi menularkan virus korona,” kata dr Bayu Ignasius Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang. Menurutnya, limbah tersebut berpotensi namun tidak dalam jangka waktu yang lama. Sebab, jika sudah berjam-jam, terkena panas dan di udara terbuka, kemungkinan virus tersebar sangat kecil.

“Kecil kemungkinannya masyarakat tertular. Tetapi tetap limbah masker dinggap barang yang harus dikelola sesuai aturan. Tidak hanya untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga agar limbah tersebut tidak membawa virus. Terutama bekas masker dari OTG (orang tanpa gejala,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/