alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Jembatan Sememu-Gesang Masih Disurvei

Datangkan Kontraktor dari Malang untuk Segera Dibangun

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa orang terlihat berhati-hati saat melintasi jembatan bambu yang menghubungkan dua desa yakni Gesang dan Sememu. Mereka memilih jalan kaki dari pada jatuh ke sungai. Pemandangan seperti itu bakal terlihat terus menerus sampai jembatan baru dibangun. Sebab, sampai saat ini perencanaannya baru melakukan survei.

Suara jembatan bambu itu terdengar nyaring saat warga melintas di atasnya. Warga sekitar tergerak membangun jembatan agar aktivitas tetap berjalan. Meski dari bambu, jembatan tersebut sangat membantu. Namun, karena terbuat dari bambu warga harus rajin merawatnya. “Sementara satu jembatan ditutup dahulu. Masih diperbaiki,” ungkap Yoyok, salah satu warga Gesang.

Yoyok menyebut, setiap potongan bambu mencuat, warga segera memperbaiki. Hal tersebut dilakukan secara terus menerus. Sebab, jika kerusakan kecil dibiarkan akan membahayakan. Dua jembatan itu memiliki fungsi yang berbeda. Jembatan yang kecil dan memanjang dikhususkan untuk pejalan kaki. Sedangkan jembatan yang lebih lebar dan pendek untuk roda dua.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Fungsinya beda-beda. Kalau jembatan untuk pejalan sering rusak. Jika dibiarkan akan membahayakan. Biasanya papan bambu itu mencuat dan lepas dari anyaman. Jadi langsung diperbaiki agar tidak makin parah,” jelasnya.

Meski swadaya, warga memiliki tanggung jawab yang sama untuk merawatnya. Oleh karena itu, warga yang melintas turut serta membantu dengan memberikan sumbangan. “Uangnya ya untuk memperbaiki. Sambil kita menunggu pembangunan jembatan utama,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa orang terlihat berhati-hati saat melintasi jembatan bambu yang menghubungkan dua desa yakni Gesang dan Sememu. Mereka memilih jalan kaki dari pada jatuh ke sungai. Pemandangan seperti itu bakal terlihat terus menerus sampai jembatan baru dibangun. Sebab, sampai saat ini perencanaannya baru melakukan survei.

Suara jembatan bambu itu terdengar nyaring saat warga melintas di atasnya. Warga sekitar tergerak membangun jembatan agar aktivitas tetap berjalan. Meski dari bambu, jembatan tersebut sangat membantu. Namun, karena terbuat dari bambu warga harus rajin merawatnya. “Sementara satu jembatan ditutup dahulu. Masih diperbaiki,” ungkap Yoyok, salah satu warga Gesang.

Yoyok menyebut, setiap potongan bambu mencuat, warga segera memperbaiki. Hal tersebut dilakukan secara terus menerus. Sebab, jika kerusakan kecil dibiarkan akan membahayakan. Dua jembatan itu memiliki fungsi yang berbeda. Jembatan yang kecil dan memanjang dikhususkan untuk pejalan kaki. Sedangkan jembatan yang lebih lebar dan pendek untuk roda dua.

“Fungsinya beda-beda. Kalau jembatan untuk pejalan sering rusak. Jika dibiarkan akan membahayakan. Biasanya papan bambu itu mencuat dan lepas dari anyaman. Jadi langsung diperbaiki agar tidak makin parah,” jelasnya.

Meski swadaya, warga memiliki tanggung jawab yang sama untuk merawatnya. Oleh karena itu, warga yang melintas turut serta membantu dengan memberikan sumbangan. “Uangnya ya untuk memperbaiki. Sambil kita menunggu pembangunan jembatan utama,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa orang terlihat berhati-hati saat melintasi jembatan bambu yang menghubungkan dua desa yakni Gesang dan Sememu. Mereka memilih jalan kaki dari pada jatuh ke sungai. Pemandangan seperti itu bakal terlihat terus menerus sampai jembatan baru dibangun. Sebab, sampai saat ini perencanaannya baru melakukan survei.

Suara jembatan bambu itu terdengar nyaring saat warga melintas di atasnya. Warga sekitar tergerak membangun jembatan agar aktivitas tetap berjalan. Meski dari bambu, jembatan tersebut sangat membantu. Namun, karena terbuat dari bambu warga harus rajin merawatnya. “Sementara satu jembatan ditutup dahulu. Masih diperbaiki,” ungkap Yoyok, salah satu warga Gesang.

Yoyok menyebut, setiap potongan bambu mencuat, warga segera memperbaiki. Hal tersebut dilakukan secara terus menerus. Sebab, jika kerusakan kecil dibiarkan akan membahayakan. Dua jembatan itu memiliki fungsi yang berbeda. Jembatan yang kecil dan memanjang dikhususkan untuk pejalan kaki. Sedangkan jembatan yang lebih lebar dan pendek untuk roda dua.

“Fungsinya beda-beda. Kalau jembatan untuk pejalan sering rusak. Jika dibiarkan akan membahayakan. Biasanya papan bambu itu mencuat dan lepas dari anyaman. Jadi langsung diperbaiki agar tidak makin parah,” jelasnya.

Meski swadaya, warga memiliki tanggung jawab yang sama untuk merawatnya. Oleh karena itu, warga yang melintas turut serta membantu dengan memberikan sumbangan. “Uangnya ya untuk memperbaiki. Sambil kita menunggu pembangunan jembatan utama,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/