alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Jalan Pasrujambe Nyaris Terputus

Semakin Parah Saat Aliran Sungai Membesar

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air di sejumlah sungai mengalami peningkatan. Seperti yang terlihat di Sungai Besuk Sat, Pasrujambe. Aliran sungai yang menjadi jalan lahar dingin Gunung Semeru ini menggerus tanggul dekat jalan desa. Akibatnya, jalan Pasrujambe terancam putus.

Jalan yang selangkah lagi tergerus nyaris sampai ke badan jalan aspal. Hanya menyisakan ruas jalan kurang dari dua meter. “Sudah lama jalanan itu tergerus. Sampai sekarang belum ada tindakan serius. Jadi, warga memberi pagar kayu di samping jalan,” ucap Bagong, salah satu warga setempat.

Kondisinya memang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, warga membangun pagar kayu sebagai penanda waspada bagi setiap pengendara. “Harus hati-hati kalau lewat sana. Dari sini sampai bawah banyak yang tergerus. Apalagi kalau hujan dan sungai banjir. Bisa semakin menggerus sisi yang lain,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Aliran itu, lanjut dia, tidak hanya menggerus tanggul dekat jalan. Namun juga menggerus lahan dan pepohonan yang ada di sekitarnya seperti pohon sengon. Memang, sejumlah pohon tertanam di samping jalan. Namun, beberapa sengon tumbang karena tergerus air. “Apalagi pas lahar dingin besar. Sudah pasti sengon dan pohon yang lain tergerus dan terbawa air,” lanjutnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air di sejumlah sungai mengalami peningkatan. Seperti yang terlihat di Sungai Besuk Sat, Pasrujambe. Aliran sungai yang menjadi jalan lahar dingin Gunung Semeru ini menggerus tanggul dekat jalan desa. Akibatnya, jalan Pasrujambe terancam putus.

Jalan yang selangkah lagi tergerus nyaris sampai ke badan jalan aspal. Hanya menyisakan ruas jalan kurang dari dua meter. “Sudah lama jalanan itu tergerus. Sampai sekarang belum ada tindakan serius. Jadi, warga memberi pagar kayu di samping jalan,” ucap Bagong, salah satu warga setempat.

Kondisinya memang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, warga membangun pagar kayu sebagai penanda waspada bagi setiap pengendara. “Harus hati-hati kalau lewat sana. Dari sini sampai bawah banyak yang tergerus. Apalagi kalau hujan dan sungai banjir. Bisa semakin menggerus sisi yang lain,” jelasnya.

Aliran itu, lanjut dia, tidak hanya menggerus tanggul dekat jalan. Namun juga menggerus lahan dan pepohonan yang ada di sekitarnya seperti pohon sengon. Memang, sejumlah pohon tertanam di samping jalan. Namun, beberapa sengon tumbang karena tergerus air. “Apalagi pas lahar dingin besar. Sudah pasti sengon dan pohon yang lain tergerus dan terbawa air,” lanjutnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air di sejumlah sungai mengalami peningkatan. Seperti yang terlihat di Sungai Besuk Sat, Pasrujambe. Aliran sungai yang menjadi jalan lahar dingin Gunung Semeru ini menggerus tanggul dekat jalan desa. Akibatnya, jalan Pasrujambe terancam putus.

Jalan yang selangkah lagi tergerus nyaris sampai ke badan jalan aspal. Hanya menyisakan ruas jalan kurang dari dua meter. “Sudah lama jalanan itu tergerus. Sampai sekarang belum ada tindakan serius. Jadi, warga memberi pagar kayu di samping jalan,” ucap Bagong, salah satu warga setempat.

Kondisinya memang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, warga membangun pagar kayu sebagai penanda waspada bagi setiap pengendara. “Harus hati-hati kalau lewat sana. Dari sini sampai bawah banyak yang tergerus. Apalagi kalau hujan dan sungai banjir. Bisa semakin menggerus sisi yang lain,” jelasnya.

Aliran itu, lanjut dia, tidak hanya menggerus tanggul dekat jalan. Namun juga menggerus lahan dan pepohonan yang ada di sekitarnya seperti pohon sengon. Memang, sejumlah pohon tertanam di samping jalan. Namun, beberapa sengon tumbang karena tergerus air. “Apalagi pas lahar dingin besar. Sudah pasti sengon dan pohon yang lain tergerus dan terbawa air,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/