alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Guru Ngaji Cabuli Muridnya

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Deretan kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Lumajang cukup memprihatinkan. Rata-rata korban merupakan anak yang masih berusia di bawah umur. Terakhir, dugaan pencabulan tersebut dilakukan pada beberapa murid ngaji perempuan di Dusun Tawon Songo Desa/Kecamatan Pasrujambe.

Tindakan tidak senonoh itu diketahui setelah salah satu korban yang berinisial J melaporkan aksi itu pada kepolisian Selasa (09/03). Sehingga kemarin, HF seorang guru ngaji yang diduga melakukan pencabulan tersebut langsung diamankan.

Informasi yang berhasil di himpun Jawa Pos Radar Semeru, selama kurang lebih sepuluh tahun, HF mengajar ngaji di rumahnya sendiri setiap sore dan pagi setelah salat subuh. Guru ngaji yang memiliki dua anak laki-laki itu mengajar anak tetangga-tetangganya yang masih berusia SD. Ada sekitar 10 sampai 15 murid ngaji.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang Irdani Isma mengatakan, dugaan pencabulan itu berasal dari laporan salah satu orang tua korban. Menurutnya, aksi itu dilakukan sejak 2017 lalu. Entah sudah ada berapa korban yang sudah dicabuli.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Deretan kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Lumajang cukup memprihatinkan. Rata-rata korban merupakan anak yang masih berusia di bawah umur. Terakhir, dugaan pencabulan tersebut dilakukan pada beberapa murid ngaji perempuan di Dusun Tawon Songo Desa/Kecamatan Pasrujambe.

Tindakan tidak senonoh itu diketahui setelah salah satu korban yang berinisial J melaporkan aksi itu pada kepolisian Selasa (09/03). Sehingga kemarin, HF seorang guru ngaji yang diduga melakukan pencabulan tersebut langsung diamankan.

Informasi yang berhasil di himpun Jawa Pos Radar Semeru, selama kurang lebih sepuluh tahun, HF mengajar ngaji di rumahnya sendiri setiap sore dan pagi setelah salat subuh. Guru ngaji yang memiliki dua anak laki-laki itu mengajar anak tetangga-tetangganya yang masih berusia SD. Ada sekitar 10 sampai 15 murid ngaji.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang Irdani Isma mengatakan, dugaan pencabulan itu berasal dari laporan salah satu orang tua korban. Menurutnya, aksi itu dilakukan sejak 2017 lalu. Entah sudah ada berapa korban yang sudah dicabuli.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Deretan kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Lumajang cukup memprihatinkan. Rata-rata korban merupakan anak yang masih berusia di bawah umur. Terakhir, dugaan pencabulan tersebut dilakukan pada beberapa murid ngaji perempuan di Dusun Tawon Songo Desa/Kecamatan Pasrujambe.

Tindakan tidak senonoh itu diketahui setelah salah satu korban yang berinisial J melaporkan aksi itu pada kepolisian Selasa (09/03). Sehingga kemarin, HF seorang guru ngaji yang diduga melakukan pencabulan tersebut langsung diamankan.

Informasi yang berhasil di himpun Jawa Pos Radar Semeru, selama kurang lebih sepuluh tahun, HF mengajar ngaji di rumahnya sendiri setiap sore dan pagi setelah salat subuh. Guru ngaji yang memiliki dua anak laki-laki itu mengajar anak tetangga-tetangganya yang masih berusia SD. Ada sekitar 10 sampai 15 murid ngaji.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang Irdani Isma mengatakan, dugaan pencabulan itu berasal dari laporan salah satu orang tua korban. Menurutnya, aksi itu dilakukan sejak 2017 lalu. Entah sudah ada berapa korban yang sudah dicabuli.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/