alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Sabu 5 Kg Lainnya Hilang

Hanif Sebut Pemilik Sabu Bernama Yuda

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sidang lanjutan terdakwa sabu-sabu 5 kg berlanjut siang kemarin. Hasilnya, diketahui jika selain sabu 5 kg yang ditangkap, ada sabu dengan bobot yang sama disimpan di hotel jakarta. Namun, sabu tersebut menurut terdakwa Hanif dinyatakan hilang. Dibawa kabur oleh pemilik bernama Yuda.

Sidang kemarin dimulai sejak jam 12.00. Terdakwa Hanif Rohman warga Desa Tempeh Lor Kecamatan Tempeh diberondong pertanyaan hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hanif mengakui, awal mula tergiur bisnis itu karena bayarannya mencapai Rp 50 juta.

Dijelaskan, pada 21 September 2019 terdakwa ditugasi atasannya yang bernama Yuda untuk mengantar barang. Terdakwa ditugasi menjemput barang elektronik ke Pekanbaru.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengambilan seberat 10 kilogram lalu terdakwa diinapkan di salah satu hotel selama 7 hari. “Karena yang ngambil tidak datang, separuh dari jumlah sabu saya bawa pulang sebagai jaminan. Tapi saya tidak paham kalau yang saya bawa adalah sabu,” terangnya.

Saat di Tempeh terjadilah insiden. “Pada saat saya meminta transferan uang untuk jajan,  uangnya langsung ditransfer. Mengambil uang ATM di salah satu toko yang berada di Tempeh. Tetapi mengambilnya pakai kode, uang sebanyak Rp 500 ribu bisa keluar,” ungkapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sidang lanjutan terdakwa sabu-sabu 5 kg berlanjut siang kemarin. Hasilnya, diketahui jika selain sabu 5 kg yang ditangkap, ada sabu dengan bobot yang sama disimpan di hotel jakarta. Namun, sabu tersebut menurut terdakwa Hanif dinyatakan hilang. Dibawa kabur oleh pemilik bernama Yuda.

Sidang kemarin dimulai sejak jam 12.00. Terdakwa Hanif Rohman warga Desa Tempeh Lor Kecamatan Tempeh diberondong pertanyaan hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hanif mengakui, awal mula tergiur bisnis itu karena bayarannya mencapai Rp 50 juta.

Dijelaskan, pada 21 September 2019 terdakwa ditugasi atasannya yang bernama Yuda untuk mengantar barang. Terdakwa ditugasi menjemput barang elektronik ke Pekanbaru.

Pengambilan seberat 10 kilogram lalu terdakwa diinapkan di salah satu hotel selama 7 hari. “Karena yang ngambil tidak datang, separuh dari jumlah sabu saya bawa pulang sebagai jaminan. Tapi saya tidak paham kalau yang saya bawa adalah sabu,” terangnya.

Saat di Tempeh terjadilah insiden. “Pada saat saya meminta transferan uang untuk jajan,  uangnya langsung ditransfer. Mengambil uang ATM di salah satu toko yang berada di Tempeh. Tetapi mengambilnya pakai kode, uang sebanyak Rp 500 ribu bisa keluar,” ungkapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sidang lanjutan terdakwa sabu-sabu 5 kg berlanjut siang kemarin. Hasilnya, diketahui jika selain sabu 5 kg yang ditangkap, ada sabu dengan bobot yang sama disimpan di hotel jakarta. Namun, sabu tersebut menurut terdakwa Hanif dinyatakan hilang. Dibawa kabur oleh pemilik bernama Yuda.

Sidang kemarin dimulai sejak jam 12.00. Terdakwa Hanif Rohman warga Desa Tempeh Lor Kecamatan Tempeh diberondong pertanyaan hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hanif mengakui, awal mula tergiur bisnis itu karena bayarannya mencapai Rp 50 juta.

Dijelaskan, pada 21 September 2019 terdakwa ditugasi atasannya yang bernama Yuda untuk mengantar barang. Terdakwa ditugasi menjemput barang elektronik ke Pekanbaru.

Pengambilan seberat 10 kilogram lalu terdakwa diinapkan di salah satu hotel selama 7 hari. “Karena yang ngambil tidak datang, separuh dari jumlah sabu saya bawa pulang sebagai jaminan. Tapi saya tidak paham kalau yang saya bawa adalah sabu,” terangnya.

Saat di Tempeh terjadilah insiden. “Pada saat saya meminta transferan uang untuk jajan,  uangnya langsung ditransfer. Mengambil uang ATM di salah satu toko yang berada di Tempeh. Tetapi mengambilnya pakai kode, uang sebanyak Rp 500 ribu bisa keluar,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/