alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Stunting Lima Besar Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Seribu hari pertama kehidupan (HPK) pada anak adalah tahapan yang sangat penting. Jika dalam rentang waktu tersebut anak tidak diberikan gizi yang cukup dan seimbang, ancaman serius akan terjadi. Anak berisiko tinggi mengalami stunting.

Stunting atau lambatnya pertumbuhan pada anak sering diidentikkan dengan tampilan fisik anak yang pendek. Hal itu benar, namun tidak semua anak yang pendek karena stunting. Bisa jadi, karena mereka gen (keturunan) yang dibawa adalah pendek. “Anak yang pendek belum tentu dia stunting. Tetapi, anak yang stunting sudah pasti tinggi tubuhnya lebih pendek dari anak-anak seusianya,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang Rina Dwi Astuti.

Rina menjelaskan, ada dua faktor penting yang menyebabkan anak stunting. Yaitu faktor spesifik dan sensitif. Faktor spesifik merupakan faktor internal dan sensitif adalah faktor eksternal. Di antara keduanya, faktor sensitif lebih banyak menyebabkan anak stunting. Sebab, ia mendominasi sebanyak 70 persen.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Faktor spesifik itu seperti penanganan gizi dan kesehatan. Sedangkan sisanya, masalah sanitasi, pola pengasuhan yang salah, ketersediaan dan keamanan pangan, kemiskinan, dan lain-lain menyebabkan anak menjadi stunting,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Seribu hari pertama kehidupan (HPK) pada anak adalah tahapan yang sangat penting. Jika dalam rentang waktu tersebut anak tidak diberikan gizi yang cukup dan seimbang, ancaman serius akan terjadi. Anak berisiko tinggi mengalami stunting.

Stunting atau lambatnya pertumbuhan pada anak sering diidentikkan dengan tampilan fisik anak yang pendek. Hal itu benar, namun tidak semua anak yang pendek karena stunting. Bisa jadi, karena mereka gen (keturunan) yang dibawa adalah pendek. “Anak yang pendek belum tentu dia stunting. Tetapi, anak yang stunting sudah pasti tinggi tubuhnya lebih pendek dari anak-anak seusianya,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang Rina Dwi Astuti.

Rina menjelaskan, ada dua faktor penting yang menyebabkan anak stunting. Yaitu faktor spesifik dan sensitif. Faktor spesifik merupakan faktor internal dan sensitif adalah faktor eksternal. Di antara keduanya, faktor sensitif lebih banyak menyebabkan anak stunting. Sebab, ia mendominasi sebanyak 70 persen.

“Faktor spesifik itu seperti penanganan gizi dan kesehatan. Sedangkan sisanya, masalah sanitasi, pola pengasuhan yang salah, ketersediaan dan keamanan pangan, kemiskinan, dan lain-lain menyebabkan anak menjadi stunting,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Seribu hari pertama kehidupan (HPK) pada anak adalah tahapan yang sangat penting. Jika dalam rentang waktu tersebut anak tidak diberikan gizi yang cukup dan seimbang, ancaman serius akan terjadi. Anak berisiko tinggi mengalami stunting.

Stunting atau lambatnya pertumbuhan pada anak sering diidentikkan dengan tampilan fisik anak yang pendek. Hal itu benar, namun tidak semua anak yang pendek karena stunting. Bisa jadi, karena mereka gen (keturunan) yang dibawa adalah pendek. “Anak yang pendek belum tentu dia stunting. Tetapi, anak yang stunting sudah pasti tinggi tubuhnya lebih pendek dari anak-anak seusianya,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang Rina Dwi Astuti.

Rina menjelaskan, ada dua faktor penting yang menyebabkan anak stunting. Yaitu faktor spesifik dan sensitif. Faktor spesifik merupakan faktor internal dan sensitif adalah faktor eksternal. Di antara keduanya, faktor sensitif lebih banyak menyebabkan anak stunting. Sebab, ia mendominasi sebanyak 70 persen.

“Faktor spesifik itu seperti penanganan gizi dan kesehatan. Sedangkan sisanya, masalah sanitasi, pola pengasuhan yang salah, ketersediaan dan keamanan pangan, kemiskinan, dan lain-lain menyebabkan anak menjadi stunting,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/