alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Baby Boom Pandemi Tembus 1,8 Persen

Takut Terpapar, Masyarakat Enggan KB

Mobile_AP_Rectangle 1

Selain takut terpapar, rendahnya pemahaman masyarakat tentang KB mendorong mereka untuk tidak memilih program KB. Sebagian dari mereka masih menganggap KB adalah sesuatu yang tabu dan privasi. Sebab, penggunaan KB memang menyasar organ intim, baik laki-laki ataupun perempuan.

“Masalah yang kita hadapi dalam konsep perencanaan keluarga adalah rendahnya pemahaman masyarakat tentang KB. Tidak terkecuali bagi pasangan usia subur. Mereka berpikir tidak perlu memakai KB. Yang penting, bisa mengatur jadwal kehamilan. Lha, kalau mereka tidak bisa mengatur ya akan kebobolan dan hamil. Nah, hal yang seperti itu tidak kita inginkan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, program KB efektif untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Sebab, mereka teratur dan terencana dalam menentukan kelahiran. “Ke depan, kita akan buat grand design kependudukan untuk menekan populasi penduduk di Lumajang dengan sinergi lintas sektor,” ungkapnya.

- Advertisement -

Selain takut terpapar, rendahnya pemahaman masyarakat tentang KB mendorong mereka untuk tidak memilih program KB. Sebagian dari mereka masih menganggap KB adalah sesuatu yang tabu dan privasi. Sebab, penggunaan KB memang menyasar organ intim, baik laki-laki ataupun perempuan.

“Masalah yang kita hadapi dalam konsep perencanaan keluarga adalah rendahnya pemahaman masyarakat tentang KB. Tidak terkecuali bagi pasangan usia subur. Mereka berpikir tidak perlu memakai KB. Yang penting, bisa mengatur jadwal kehamilan. Lha, kalau mereka tidak bisa mengatur ya akan kebobolan dan hamil. Nah, hal yang seperti itu tidak kita inginkan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, program KB efektif untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Sebab, mereka teratur dan terencana dalam menentukan kelahiran. “Ke depan, kita akan buat grand design kependudukan untuk menekan populasi penduduk di Lumajang dengan sinergi lintas sektor,” ungkapnya.

Selain takut terpapar, rendahnya pemahaman masyarakat tentang KB mendorong mereka untuk tidak memilih program KB. Sebagian dari mereka masih menganggap KB adalah sesuatu yang tabu dan privasi. Sebab, penggunaan KB memang menyasar organ intim, baik laki-laki ataupun perempuan.

“Masalah yang kita hadapi dalam konsep perencanaan keluarga adalah rendahnya pemahaman masyarakat tentang KB. Tidak terkecuali bagi pasangan usia subur. Mereka berpikir tidak perlu memakai KB. Yang penting, bisa mengatur jadwal kehamilan. Lha, kalau mereka tidak bisa mengatur ya akan kebobolan dan hamil. Nah, hal yang seperti itu tidak kita inginkan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, program KB efektif untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Sebab, mereka teratur dan terencana dalam menentukan kelahiran. “Ke depan, kita akan buat grand design kependudukan untuk menekan populasi penduduk di Lumajang dengan sinergi lintas sektor,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/