alexametrics
28.3 C
Jember
Saturday, 22 January 2022

Sedih, Masih Tak Patuh Kenakan Masker Meski Dihujani Abu

Mobile_AP_Rectangle 1

CANDIPURO, RadarJember.Id-  Letupan sekunder material vulkanik sisa awan panas guguran (APG) Gunung Semeru masih terjadi. Terlebih saat debit air sungai naik dan lahar dingin turun. Aliran lahar akan mengenai tanggul maupun material sisa di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Semeru. Hal tersebut menyebabkan letupan sekunder dengan membawa abu material vulkanik.

Kemarin, letupan sekunder itu dibarengi dengan hujan intensitas sedang di kawasan kaki Gunung Semeru. Akibatnya, hampir seluruh desa di Kecamatan Candipuro tertutup abu. Meski demikian, warga masih abai mengenakan masker. Padahal, abu tersebut bisa mengganggu saluran pernapasan.

Sekretaris Desa Sumberwuluh Samsul Arifin mengungkapkan hujan abu berasal dari letupan sekunder antara lahar dingin dan material di aliran Sungai Leprak. Letupan sekunder itu terbawa angin dan mengarah ke timur laut. Sehingga hujan abu menutupi Dusun Kamarkajang, Kebonagung dan Sukosari. Tidak hanya itu, hujan abu juga sampai di Desa Sumberejo, Penanggal dan Candipuro.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kejadiannya sekitar pukul 14.15. Tepatnya saat lahar dingin bertabrakan dengan material Gunung Semeru di sepanjang aliran Sungai Leprak. Sampai saat ini (kemarin,Red) belum ada laporan warga yang mengungsi. Tetapi masih ada saja warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa mengenakan masker,” katanya.

- Advertisement -

CANDIPURO, RadarJember.Id-  Letupan sekunder material vulkanik sisa awan panas guguran (APG) Gunung Semeru masih terjadi. Terlebih saat debit air sungai naik dan lahar dingin turun. Aliran lahar akan mengenai tanggul maupun material sisa di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Semeru. Hal tersebut menyebabkan letupan sekunder dengan membawa abu material vulkanik.

Kemarin, letupan sekunder itu dibarengi dengan hujan intensitas sedang di kawasan kaki Gunung Semeru. Akibatnya, hampir seluruh desa di Kecamatan Candipuro tertutup abu. Meski demikian, warga masih abai mengenakan masker. Padahal, abu tersebut bisa mengganggu saluran pernapasan.

Sekretaris Desa Sumberwuluh Samsul Arifin mengungkapkan hujan abu berasal dari letupan sekunder antara lahar dingin dan material di aliran Sungai Leprak. Letupan sekunder itu terbawa angin dan mengarah ke timur laut. Sehingga hujan abu menutupi Dusun Kamarkajang, Kebonagung dan Sukosari. Tidak hanya itu, hujan abu juga sampai di Desa Sumberejo, Penanggal dan Candipuro.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.15. Tepatnya saat lahar dingin bertabrakan dengan material Gunung Semeru di sepanjang aliran Sungai Leprak. Sampai saat ini (kemarin,Red) belum ada laporan warga yang mengungsi. Tetapi masih ada saja warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa mengenakan masker,” katanya.

CANDIPURO, RadarJember.Id-  Letupan sekunder material vulkanik sisa awan panas guguran (APG) Gunung Semeru masih terjadi. Terlebih saat debit air sungai naik dan lahar dingin turun. Aliran lahar akan mengenai tanggul maupun material sisa di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Semeru. Hal tersebut menyebabkan letupan sekunder dengan membawa abu material vulkanik.

Kemarin, letupan sekunder itu dibarengi dengan hujan intensitas sedang di kawasan kaki Gunung Semeru. Akibatnya, hampir seluruh desa di Kecamatan Candipuro tertutup abu. Meski demikian, warga masih abai mengenakan masker. Padahal, abu tersebut bisa mengganggu saluran pernapasan.

Sekretaris Desa Sumberwuluh Samsul Arifin mengungkapkan hujan abu berasal dari letupan sekunder antara lahar dingin dan material di aliran Sungai Leprak. Letupan sekunder itu terbawa angin dan mengarah ke timur laut. Sehingga hujan abu menutupi Dusun Kamarkajang, Kebonagung dan Sukosari. Tidak hanya itu, hujan abu juga sampai di Desa Sumberejo, Penanggal dan Candipuro.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.15. Tepatnya saat lahar dingin bertabrakan dengan material Gunung Semeru di sepanjang aliran Sungai Leprak. Sampai saat ini (kemarin,Red) belum ada laporan warga yang mengungsi. Tetapi masih ada saja warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa mengenakan masker,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca