alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jembatan Putus Dihantam Banjir

Mobile_AP_Rectangle 1

SUPITURANG, RADARJEMBER.ID– Intensitas hujan di Lumajang belakangan ini patut diwaspadai. Sebab, tidak hanya hujan yang turun. Melainkan petir dan angin kencang juga beberapa kali terjadi. Hal ini merupakan fenomena hidrometeorologi. Akibatnya, debit air di sungai semakin meningkat.

Seperti salah satu jembatan penghubung Dusun Kajar Kuning Desa Sumberwuluh dengan Dusun Curahkobokan Desa Supiturang. Akibat debit air yang tinggi itu, pondasi jembatan terkikis. Akhirnya, jembatan yang biasanya dilalui kendaraan roda dua dan empat tersebut putus. Praktis, akses ke Dusun Curah Kobokan tidak bisa dilalui.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo membenarkan hal itu. Terputusnya jembatan terjadi sekitar pukul 14.30. Meski terputus, warga maupun relawan tetap bisa melintas namun harus melalui jalan pintas lain dengan jarak cukup jauh.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami selalu mengimbau dalam situasi siaga terutama hidrometeorologi seperti ini. Kalau mendung atau hujan segera hindari daerah aliran sungai. Karena sewaktu-waktu berpotensi adanya lahar dingin. Makanya terus tingkatkan kewaspadaan karena hujan bisa sewaktu-waktu datang dibarengi lahar dingin,” jelasnya.

- Advertisement -

SUPITURANG, RADARJEMBER.ID– Intensitas hujan di Lumajang belakangan ini patut diwaspadai. Sebab, tidak hanya hujan yang turun. Melainkan petir dan angin kencang juga beberapa kali terjadi. Hal ini merupakan fenomena hidrometeorologi. Akibatnya, debit air di sungai semakin meningkat.

Seperti salah satu jembatan penghubung Dusun Kajar Kuning Desa Sumberwuluh dengan Dusun Curahkobokan Desa Supiturang. Akibat debit air yang tinggi itu, pondasi jembatan terkikis. Akhirnya, jembatan yang biasanya dilalui kendaraan roda dua dan empat tersebut putus. Praktis, akses ke Dusun Curah Kobokan tidak bisa dilalui.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo membenarkan hal itu. Terputusnya jembatan terjadi sekitar pukul 14.30. Meski terputus, warga maupun relawan tetap bisa melintas namun harus melalui jalan pintas lain dengan jarak cukup jauh.

“Kami selalu mengimbau dalam situasi siaga terutama hidrometeorologi seperti ini. Kalau mendung atau hujan segera hindari daerah aliran sungai. Karena sewaktu-waktu berpotensi adanya lahar dingin. Makanya terus tingkatkan kewaspadaan karena hujan bisa sewaktu-waktu datang dibarengi lahar dingin,” jelasnya.

SUPITURANG, RADARJEMBER.ID– Intensitas hujan di Lumajang belakangan ini patut diwaspadai. Sebab, tidak hanya hujan yang turun. Melainkan petir dan angin kencang juga beberapa kali terjadi. Hal ini merupakan fenomena hidrometeorologi. Akibatnya, debit air di sungai semakin meningkat.

Seperti salah satu jembatan penghubung Dusun Kajar Kuning Desa Sumberwuluh dengan Dusun Curahkobokan Desa Supiturang. Akibat debit air yang tinggi itu, pondasi jembatan terkikis. Akhirnya, jembatan yang biasanya dilalui kendaraan roda dua dan empat tersebut putus. Praktis, akses ke Dusun Curah Kobokan tidak bisa dilalui.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo membenarkan hal itu. Terputusnya jembatan terjadi sekitar pukul 14.30. Meski terputus, warga maupun relawan tetap bisa melintas namun harus melalui jalan pintas lain dengan jarak cukup jauh.

“Kami selalu mengimbau dalam situasi siaga terutama hidrometeorologi seperti ini. Kalau mendung atau hujan segera hindari daerah aliran sungai. Karena sewaktu-waktu berpotensi adanya lahar dingin. Makanya terus tingkatkan kewaspadaan karena hujan bisa sewaktu-waktu datang dibarengi lahar dingin,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/