alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Awan Panas Semeru Mereda, Penjarahan Mulai Tiba

Warga Pilih Boyongan Amankan Barang Berharga

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tindakan kejahatan memang tidak pernah mengenal tempat, waktu, dan kondisi. Terpenting, saat ada kesempatan, kejahatan selalu dilakukan. Bahkan, dalam kondisi bencana Awan Panas Semeru (APG), penjarahan mulai terjadi.

Seperti yang terjadi di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, beberapa hari ini. Rumah mereka yang kosong menjadi sasaran empuk penjarah. Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, kemarin (11/12), warga mulai berdatangan kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka berupaya mengamankan barang berharga untuk dipindahkan ke rumah keluarga lain yang aman.

Warga menunjukkan jendela rumah yang dicongkel maling beberapa hari lalu.

Suprayitno warga Sumberwuluh, Candipuro mengaku, saat kembali ke rumah kondisinya telah diobrak-abrik. Beruntunglah lima sertifikat tanah miliknya, masih aman. Namun, uang senilai dua juta rupiah milik mertuanya amblas digondol maling.

Mobile_AP_Rectangle 2

Warga lain, Sunarko juga mengungkapkan hal yang sama. Rumah anaknya, Saiful menjadi sasaran penjarah. Salah satu jendela kayu bagian barat rumah anaknya dicongkel. Sembako dan perabotan rumah tidak tersisa. “Sembako dapat dari bantuan, diambil semua. Kompor, setrika, hingga gas elpiji juga hilang,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tindakan kejahatan memang tidak pernah mengenal tempat, waktu, dan kondisi. Terpenting, saat ada kesempatan, kejahatan selalu dilakukan. Bahkan, dalam kondisi bencana Awan Panas Semeru (APG), penjarahan mulai terjadi.

Seperti yang terjadi di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, beberapa hari ini. Rumah mereka yang kosong menjadi sasaran empuk penjarah. Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, kemarin (11/12), warga mulai berdatangan kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka berupaya mengamankan barang berharga untuk dipindahkan ke rumah keluarga lain yang aman.

Warga menunjukkan jendela rumah yang dicongkel maling beberapa hari lalu.

Suprayitno warga Sumberwuluh, Candipuro mengaku, saat kembali ke rumah kondisinya telah diobrak-abrik. Beruntunglah lima sertifikat tanah miliknya, masih aman. Namun, uang senilai dua juta rupiah milik mertuanya amblas digondol maling.

Warga lain, Sunarko juga mengungkapkan hal yang sama. Rumah anaknya, Saiful menjadi sasaran penjarah. Salah satu jendela kayu bagian barat rumah anaknya dicongkel. Sembako dan perabotan rumah tidak tersisa. “Sembako dapat dari bantuan, diambil semua. Kompor, setrika, hingga gas elpiji juga hilang,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tindakan kejahatan memang tidak pernah mengenal tempat, waktu, dan kondisi. Terpenting, saat ada kesempatan, kejahatan selalu dilakukan. Bahkan, dalam kondisi bencana Awan Panas Semeru (APG), penjarahan mulai terjadi.

Seperti yang terjadi di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, beberapa hari ini. Rumah mereka yang kosong menjadi sasaran empuk penjarah. Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, kemarin (11/12), warga mulai berdatangan kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka berupaya mengamankan barang berharga untuk dipindahkan ke rumah keluarga lain yang aman.

Warga menunjukkan jendela rumah yang dicongkel maling beberapa hari lalu.

Suprayitno warga Sumberwuluh, Candipuro mengaku, saat kembali ke rumah kondisinya telah diobrak-abrik. Beruntunglah lima sertifikat tanah miliknya, masih aman. Namun, uang senilai dua juta rupiah milik mertuanya amblas digondol maling.

Warga lain, Sunarko juga mengungkapkan hal yang sama. Rumah anaknya, Saiful menjadi sasaran penjarah. Salah satu jendela kayu bagian barat rumah anaknya dicongkel. Sembako dan perabotan rumah tidak tersisa. “Sembako dapat dari bantuan, diambil semua. Kompor, setrika, hingga gas elpiji juga hilang,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/