alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Minimnya Tanaman Perekat di Kawasan Perbukitan Faktor Tanah Rawan Longsor

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Musim hujan memang menjadi berkah bagi warga setempat. Sebab, tanaman berupa sayur-sayuran macam kentang dan bawang bisa tumbuh subur.

Namun, di balik itu, sebagian warga ada yang mengaku khawatir. Hujan deras yang turun kadang mendatangkan musibah longsor di kawasan bukit tersebut.

Sepanjang mata memandang dari jalan Desa Argosari, hampir seluruh lahan di kemiringan kurang lebih 45 derajat milik warga dipenuhi tanaman sayur. Sampai-sampai tak satu pun terdapat tanaman perekat tanah. Bahkan pola pertanaman lorong atau sabuk gunung hampir jarang diterapkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua RT 3 RW 5 Desa Argosari Bukhori mengatakan, intensitas hujan yang tinggi sering mengakibatkan tanah longsor. Namun, musibah longsor tersebut hanya menutupi sebagian jalan desa. Sehingga warga sering melakukan kerja bakti membersihkan jalan desa itu sendiri karena digunakan untuk akses berdagang.

“Kalau longsor depan rumah warga itu sudah tidak terhitung dengan jari kalau hujan. Tetapi, hal itu langsung diatasi oleh warga sendiri. Karena mereka kan kepentingannya untuk bepergian ke kota untuk menjual hasil pertanian. Tetapi, kalau rumah sangat jarang yang parah. Ya, longsor terakhir yang lumayan,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Musim hujan memang menjadi berkah bagi warga setempat. Sebab, tanaman berupa sayur-sayuran macam kentang dan bawang bisa tumbuh subur.

Namun, di balik itu, sebagian warga ada yang mengaku khawatir. Hujan deras yang turun kadang mendatangkan musibah longsor di kawasan bukit tersebut.

Sepanjang mata memandang dari jalan Desa Argosari, hampir seluruh lahan di kemiringan kurang lebih 45 derajat milik warga dipenuhi tanaman sayur. Sampai-sampai tak satu pun terdapat tanaman perekat tanah. Bahkan pola pertanaman lorong atau sabuk gunung hampir jarang diterapkan.

Ketua RT 3 RW 5 Desa Argosari Bukhori mengatakan, intensitas hujan yang tinggi sering mengakibatkan tanah longsor. Namun, musibah longsor tersebut hanya menutupi sebagian jalan desa. Sehingga warga sering melakukan kerja bakti membersihkan jalan desa itu sendiri karena digunakan untuk akses berdagang.

“Kalau longsor depan rumah warga itu sudah tidak terhitung dengan jari kalau hujan. Tetapi, hal itu langsung diatasi oleh warga sendiri. Karena mereka kan kepentingannya untuk bepergian ke kota untuk menjual hasil pertanian. Tetapi, kalau rumah sangat jarang yang parah. Ya, longsor terakhir yang lumayan,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Musim hujan memang menjadi berkah bagi warga setempat. Sebab, tanaman berupa sayur-sayuran macam kentang dan bawang bisa tumbuh subur.

Namun, di balik itu, sebagian warga ada yang mengaku khawatir. Hujan deras yang turun kadang mendatangkan musibah longsor di kawasan bukit tersebut.

Sepanjang mata memandang dari jalan Desa Argosari, hampir seluruh lahan di kemiringan kurang lebih 45 derajat milik warga dipenuhi tanaman sayur. Sampai-sampai tak satu pun terdapat tanaman perekat tanah. Bahkan pola pertanaman lorong atau sabuk gunung hampir jarang diterapkan.

Ketua RT 3 RW 5 Desa Argosari Bukhori mengatakan, intensitas hujan yang tinggi sering mengakibatkan tanah longsor. Namun, musibah longsor tersebut hanya menutupi sebagian jalan desa. Sehingga warga sering melakukan kerja bakti membersihkan jalan desa itu sendiri karena digunakan untuk akses berdagang.

“Kalau longsor depan rumah warga itu sudah tidak terhitung dengan jari kalau hujan. Tetapi, hal itu langsung diatasi oleh warga sendiri. Karena mereka kan kepentingannya untuk bepergian ke kota untuk menjual hasil pertanian. Tetapi, kalau rumah sangat jarang yang parah. Ya, longsor terakhir yang lumayan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/